Fengshui Rumah Dikaitkan dengan Islam
Rabu, 11 Jun 08 13:47 WIB
Assalamualaikum wr wb
Yang terhormat bapak Ir Andan di eramuslim.com, Saya tinggal di rumah KPR BTN di mana semua desain ruang sudah ditentukan. Saat ini saya ingin sedikit menambah bangunan bagian belakang dan sebagian di Dak.
Kalau berdasarkan fengshui, rumah saya banyak yang bertentangan, misalnya kalau sebelah selatan adalah energi api cocok untuk dapur. Lalu hitungan anak tangga harus jatuh angka sekian dll.
Bagaimana posisi/tata ruang yang ideal kalo menurut Islam? Sedangkan rumah saya termasuk tipe minimalis T/B 75/22, sedangkan untuk merombak seluruhnya keuangannya sangat terbatas.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih,
Wassalamualaikum wr wb
Heru Tri Cahyono
fenando_hiero_27@yahoo.com at eramuslim.com
Jawaban
Assalaamu'alaikum wr wb
Bapak Heru Tri Cahyono yang saya hormati,
Saya tidak mentah-mentah menolak ataupun menerima bulat-bulat fengshui. Dalam saya berkarya saya lebih menekankan nilai kemudahan. Kemudahan berarti dari segi finansial maupun keadaan lapangan. Apalagi yang namanya renovasi. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam rangka menghemat anggaran.
Ini pakem saya. Saya tidak ingin membuat aturan yang memberatkan berbagai pihak. Mulai dari owner, tukang yang mengerjakan hingga saya yang arsitek. Saya lebih melihat ke arah manfaat yang banyak dibandingkan mudharatnya. Karena terkadang, lapangan yang ada juga banyak mengalami ketidaksesuaian dengan konsep ideal arsitektur. Nah, sering kali jalan tengah yang harus diambil.
Contohnya adalah garapan saya baru-baru ini. Renovasi BTN di Bekasi. Kebetulan beliau lulusan UTM. Hanya saat saya beberapa waktu lalu ke Johor - Malaysia, Pak Andi sudah lulus. Jadi tidak bertemu. Beliau aktif dalam kegiatan Islam. Seorang Ustadz. Berarti mengerti agama.
Namun rumahnya memiliki carport di tengah-tengah bangunan. Keadaan ini sangat tidak ideal. Karena posisi service di tengah akan membuat mubazir ruangan. Namun jika digeser ke pojok kiri atau kanan biayanya juga tidak sedikit. Apakah dengan begini rumah beliau tidak Islami? Atau mungkin tidak indah secara arsitektur?
Nah, untuk itulah beliau menggunakan jasa saya untuk merehab rumahnya. Dan akhirnya carport tetap saya pertahankan di tengah karena alasan biaya. Di kirinya saya selipkan areal dapur kotor dan ruang pelayan. Dan disisi kanan saya selipkan ruang tamu.
Jadi sebetulnya rumah itu adalah penyesuaian keadaan yang ada. Di sini pulalah peran arsitek meramu faktor-faktor yang tersebut. Agar menjadi rumah yang cantik. Kalaupun ada kendala-kendala yang fatal seperti rumah Pak Andi tadi, bisa diminimalisir sebisa mungkin.
Untuk tata ruang yang Islami menurut saya sederhana saja. Buatlah ruang yang memisahkan antara areal aurat dan bukan aurat. Ruang tamu jangan sampai bercampur langsung dengan ruang makan atau ruang keluarga. Bila keadaan BTN yang terbatas kita bisa menyikapinya dengan memberikan batas menggunakan partisi atau sktesel lipat. Atau membuat teras yang nyaman di luar hingga tamu juga bisa merasa betah duduk di teras.
Ruang service yang biasa dihuni pembantu juga dipisahkan. Bukan berarti ada sistem kasta. Justru dengan keadaan ini pembantu merasa privasinya terjaga. Memang sering terjadi pembatu kita adalah kerabat sendiri dari kampung yang enggan rasanya kita pisahkan. Kalau demikian tempat tidurnya bisa di dekat anak perempuan kita atau gabung bersama. Tinggal ruang cuci - jemurnya saja yang dibuat terpisah. Hingga pakaian dalam tidak nampak terbuka saat dijemur.
Pintu masuk ke dalam rumah juga sebaiknya ada 2. Hingga jika ada tamu anggota keluarga yang ingin masuk ke rumah tak perlu mengganggu privasi tamu.
Kemudian cahaya. Sebaiknya seluruh ruangan tersentuh cahaya. Baik langsung maupun tidak langsung. Agar ruangan segar dengan terangnya cahaya alami dan segar karena sirkulasi udara yang sehat.
Demikian masukan dari saya. Mudah-mudahan bermanfaat. Dan semoga rumah Pak Heru tambah berkah. Dengan tampil cantik luar dalam. Penghuninya juga rukun dan damai. Hingga rumah yang asri tambah semarak karena isinya adalah keluarga yang mawadah sakinah wa rahmah.
Sampai jumpa di konsultasi berikutnya. Akhirul kalam,
Wassalaamu'alaikum wr wb
Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com






