Desain Kamar Mandi Yang Baik

Aditya Nugroho – Selasa, 21 Syawwal 1429 H / 21 Oktober 2008 09:42 WIB

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kami berencana untuk membongkar dan menata ulang kamar mandi di rumah kami, sehingga terasa nyaman dan menyenangkan untuk beraktivitas di dalamnya. Kami butuh saran dari bapak bagaimana penataan kamar mandi yang baik dari sisi arsitekturnya, dan sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas saran dan masukannya.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Wa ‘alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,

Mudah-mudahan Bapak dan keluarga selalu diberikan limpahan rahmat oleh Allah SWT.

Sebagai seorang muslim, hampir dalam 24 jam kita tidak bisa terpisahkan dari aktivitas yang membutuhkan air, karena itu wajiblah kita bersyukur pada Allah yang telah menciptakan air sebagai sumber kehidupan bagi umat manusia di permukaan bumi ini.

Di dalam rumah, aktivitas tersebut kita lakukan hampir sebagian besar di dalam kamar mandi sehingga ruangan ini menjadi penting untuk kita rencanakan secara khusus, walaupun banyak dalam hadits Nabi yang melarang kita berbicara, berlama-lama dan bahkan selalu dianjurkan untuk berdoa sebelum memasukinya. Mengapa? karena seluruh aktivitas kita di rumah akan selalu diawasi oleh malaikat, kecuali jika kita berada di dalam kamar mandi.

Secara umum rumah-rumah keluarga di Indonesia menyenangi kamar mandi basah, karena budaya kita tidak terbiasa dengan pemakaian tissue seperti di luar negeri. Selain itu aktivitas ibadah dalam Islam pun mewajibkan kita menggunakan sarana air untuk berwudhu, mandi wajib, thaharah dan sebagainya.

Untuk itu menjadi penting bagi kita untuk menaruh perhatian yang lebih khusus pada kamar mandi di rumah kita agar tetap higienis dan sehat.

Yang pertama perlu diperhatikan adalah sirkulasi udara alami yang cukup sehingga kamar mandi tidak pengap. Selain sirkulasi udara alami, penggunaan ‘exhausted fan ‘ juga sangat disarankan untuk membantu perputaran udara di dalam kamar mandi sehingga tetap sehat dan menyegarkan. Penerangan juga menjadi faktor penting untuk membantu kita membersihkan diri dan menciptakan suasana yang sesuai dengan keinginan kita.

Tata letak atau penempatan sanitari yang baik dan tepat, seperti misalnya pada saat kita membuka pintu tidak langsung terlihat kloset, tetapi wastafel, kemudian shower dan disebelahnya bisa ditempatkan kloset, sebaiknya kloset juga tidak terlihat langsung dan posisinya jika memungkinkan tidak menghadap atau membelakangi kiblat, sebagai wujud penghormatan kita terhadap ka’bah sebagai arah sholat.

Ukuran dan model sanitari yang beragam di pasaran juga harus disesuaikan dengan ukuran kamar mandi, sehingga tidak terkesan sumpek. Bentuk wastafel sebagai komponen yang langsung terlihat bisa bermacam-macam tergantung dari selera, bisa yang model gantung, memakai kaki dan apabila ruangan memungkinkan sebaiknya menggunakan meja karena dapat dimanfaatkan untuk meletakkan barang-barang atau vas tanaman untuk menambah kesegaran. Penggunaan shower juga dapat lebih menghemat air yang juga merupakan ajaran islam dan sekaligus dapat digunakan untuk berwudhu, selain itu shower juga lebih mudah dalam perawatannya. Jangan pula dilupakan tempat tissue serta tempat gantungan handuk dan baju agar tidak basah pada saat kita mandi.

Untuk kloset bisa menggunakan kloset duduk atau jongkok sesuai dengan kebiasaan Bapak dan keluarga di rumah dilengkapi dengan alat pembasuh (jet washer).

Penggunaan keramik dinding dan lantai juga sangat berpengaruh, saran saya gunakan keramik berwarna terang, seperti putih atau warna-warna pastel dengan teknik pemasangan yang benar sehingga nat-natnya terlihat bersih dan rapih. Apabila bapak mempunyai dana lebih, tidak ada salahnya menggunakan batu alam seperti granit atau marmer sehingga kamar mandi menjadi tempat yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.

Secara keseluruhan perencanaan yang minimalis, simple baik dari layout, pemakaian materi, bentuk model sanitari, fitting, dan pemilihan warna akan menjadikan kamar mandi bapak dan keluarga menjadi tetap higienis dan menyegarkan untuk beraktivitas di dalamnya, dan tentunya semua ini kita lakukan bukan untuk riya atau berlebih-lebihan tetapi semua dalam rangka memotivasi kita untuk lebih meningkatkan ibadah pada Allah SWT.

Wallahu a’lam bish-shawab, Wasalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus