Desain Madrasah dan Mushalla Di Lahan Wakaf 6 x 11 M2

Syam – Sabtu, 12 Safar 1430 H / 7 Februari 2009 08:47 WIB

Assalamu’alaikum 

Yayasan saya mendapat wakaf tanah dengan ukuran 6 x 11 meter.  Dengan sisi ukuran 11 m memanjang searah kiblat. pada lahan tersebut kami bermaksud mendirikan bangunan dua lantai terdiri dari madrasah dan mushalla. Perlu ustadz ketahui bahwa santri yang akan menempati madrasah tersebut adalah usia TK dan remaja secara bergantian. Dikarenakan minimnya pengetahuan dan dana yang kami miliki, maka kami berharap ustadz bersedia  mendesain model bangunan tersebut dengan model yang artistik sesuai dengan  usia mereka.  Desain  dari ustadz  tersebut akan kami cantumkan dalam proposal pencarian dana untuk pembangunannya.

Jazakallahu khairan katsiran 

Wassalamu’alaikum

Wa ‘alaikumussalam Wr. Wb.

Akhina Syam yang istiqomah dalam dakwah. Alhamdulillah wa syukurillah masih ada dermawan-dermawan yang ikhlas menginfaqkan sebagian hartanya di jalan dakwah. Walaupun luas tanah yang ada sangat terbatas untuk membangun sarana pendidikan (madrasah) yang insya Allah kelak akan mencetak generasi-generasi yang berakhlak mulia dengan aqidah yang kokoh, namun saya berusaha untuk ikut mencari solusinya, karena mudah-mudahan Allah akan mengalirkan pahala jariyah yang mengalir tiada henti-hentinya di tanah wakaf yang berkah ini.

Melihat dari kebutuhan ruangnya yang cukup banyak dan maksimal hanya 2 lantai, maka ruang-ruang yang dihasilkan pun sangat terbatas dan tidak bisa terpenuhi semuanya. Pemakaian ruangnya pun harus diatur agar aktifitas belajar dan mengajar dapat berjalan dengan baik.

Bangunan saya tarik 1 m dari sisi lahan paling depan, saya tidak tahu apakah muka tapak langsung bersisian dengan jalan ataukah tidak, lebih aman jika bangunan mundur 1 m sehingga masih ada ruang bernafas untuk ruang hijau.

Pada lantai 1, dari arah pintu masuk langsung bertemu ruang tangga untuk akses ke musholla dan ruang belajar di lantai 2. Saya mengasumsikan musholla tersebut akan digunakan juga oleh masyarakat umum sehingga, pintu masuk tidak didesain dengan pintu yang tertutup. Di lantai bawah ini ada 3 ruang belajar (kelas) dengan kapasitas juga terbatas. 2 ruang untuk kelas 1 & 2 serta 1 kelas untuk TK. Pada bagian depan arah pintu masuk sebelah kanan diletakkan ruang admisnistrasi dengan loket menghadap hal atau selasar bermain. Saya istilahkan selasar bermain karena walaupun kecil ruangan terbuka ini mutlak harus ada sebagai tempat beraktifitas anak-anak didik kita yang masih gemar bermain. Pada selasar ini bisa diletakkan permainan-permainan anak yang ukurannya tidak terlalu besar. Selain sebagai tempat beraktifitas selasar ini juga berfungsi sebagai ruang bernafas bagi ruang-ruang belajar agar tidak gelap dan sumpek. Cahaya matahari masih dapat masuk dari celah dinding sebelah kanan selebar 2 m yang menerus hingga ke lantai atas. Di bawah celah tersebut diletakkan taman kecil dengan level lebih rendah yang memanjang sepanjang bukaan di atasnya. Taman ini berfungsi menyerap air hujan yang jatuh sehingga lantai selasar tidak licin.Toilet di lantai 1 juga bisa memanfaatkan ruang kosong di bawah bordes tangga. Agar tidak terbentur dengan tangga, lantai kamar mandi diturunkan 60 cm.

Jika madrasah tersebut tingkat ibtidaiyah maka minimal dibutuhkan 3 kelas dengan pengaturan pagi dan siang. Sedangkan untuk TK paling tidak ada 1 kelas sendiri yang bisa digunakan untuk ruang guru jika sudah tidak dipakai. Dari kebutuhan tersebut di lantai 2 tetap harus ada 1 ruang belajar lagi untuk menampung anak kelas 3. Siang hari kelas-kelas tersebut dapat digunakan untuk ruang belajar anak kelas 4, 5 dan 6.

Musholla terletak di lantai 2 dengan ukuran 5 m x 5 m, masih cukup nyaman untuk berjama’ah dengan lebar shof 1.2 m. Dilengkapi dengan ruang wudhu dan toilet. Ruang-ruang di lantai dua ini juga masih dapat dibuat bukaan di sisi kanan untuk memasukkan udara dan cahaya matahari. Agar tidak silau dan tampias bukaan-bukaan dinding tersebut bisa ditambahkan canopy dan louver di bagian atasnya.

Tampak bangunan di desain artistik tetapi tetap fungsional. Style nya modern mengikuti perkembangan jaman, karena Islam tidak surut ke belakang tapi terus dan terus berkembang. Sentuhan-sentuhan alami juga masih tetap ditampilkan dengan penggunaan bata ekspos pada ruang tangga yang menjulang, dipadu dengan kaca lebar dan profil alumunium yang bernuansa modern, Kaca lebar pada ruang tangga ini membuat tampilan bangunan terlihat ringan. Sebagian atap menggunakan atap datar dak beton dengan puncaknya pada atap jurai Musholla dengan sudut kemiringan 45 derajat. Warna-warna cat juga merupakan kombinasi warna-warna natural agar tidak kontras dengan lingkungannya. Penggunaan canopy untuk melindungi bukaan-bukaan dinding juga semakin memperkuat sisi modern bangunan.

Demikianlah Akhina Syam, solusi yang dapat saya berikan untuk mengatasi lahan yang terbatas ini. Mudah-mudahan dengan berdirinya madrasah dan musholla kecil ini akan banyak dermawan lain yang Allah bukakan hatinya sehingga terketuk untuk menginfakkan hartanya. Sehingga madrasah yang dikelola oleh yayasan anda ini dapat berkembang dan menjadi cikal bakal pencetakan generasi muda islam yang berkualitas.

Wallahu a’lam bishowaf…..

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus