Desain Perwajahan SDIT

Senin, 14/09/2009 11:28 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan

Assalamu'alaikum wr. wb.

Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Amin

Ustadz, kami baru membangun SDIT, namun untuk perwajahannya belum punya, kami minta tolong ustadz untuk mendesainkannya. adapun spesifikasi bangunannya , luas bangunan 9 x 21 m terdiri dari 3 lantai setiap lantai 3 kelas, lebar ruangan 7 m dan lebar teras 2m, posisi tangga di pojok kiri depan(depan teras) dengan ukuran 3,5 x 3,5 m. pada teras setiap 3,5m ada tiang cor. kami minta tolong ustadz untuk mendesainkan perwajahannya supaya sekolahannya tampak minimalis dan elegan dengan cat dasar hijau. terimakasih atas bantuannya. semoga Allah selalu meridloi aktifitas kita. amin. wassalamu,alaikum wr. wb 

Aryantoputro

Jawaban

Wa alaikumussalam Wr.Wb.

Alhamdulillah wa Syukurillah puji syukur ke hadirat Mu Ya Allah, satu lagi markaz dakwah berdiri di muka bumi ini untuk membela agama Mu dan menegakkan syariat Mu…..

Akhina Aryanto, betapa pentingnya tarbiyah bagi generasi penerus dakwah ini dan SDIT adalah salah satu sarana vital untuk membangun fondasi keislaman generasi rabbani ini. Ana sangat mendukung langkah antum dan selalu berdoa demi tercapainya cita-cita luhur antum dan rekan-rekan yang lain.

Dari keterangan yang antum berikan ana mencoba menterjemahkan dalam satu desain perwajahan SDIT yang antum inginkan, sayangnya ana tidak mendapatkan informasi tentang kondisi sekitarnya apakah bangunan SDIT ini berdiri sendiri atau bersebelahan dengan bangunan yang lain. Selain itu ana juga tidak tahu sampai dimana sekarang proses konstruksinya sehingga masih bisakah selaras dengan desain yang ana tawarkan.Mudahan-mudahan antum bisa menyesuaikan dengan kondisi yang sudah terbangun.

Desain tampilan SDIT ini cukup sederhana dengan atap miring 2 arah yang panjang sisi kiri dan kanannya berbeda. Bagian teras dibuat menonjol dengan kolom atau tiang-tiang ekspos seperti sirip-sirip yang menerus hingga ke dak penutup teras di lantai 3. Kolom teras lantai 1 dibuat melebar berukuran 15 x 60 sedangkan kolom lantai 2 dan 3 dibuat menonjol berukuran 15 x 30.

Untuk keamanan bagi anak-anak, teras menggunakan pagar tembok setinggi 60 cm dan diatasnya ditambahkan 2 buah railing besi hollow memanjang di antara kolom dengan kolom hingga setinggi 90 cm. Desain pagar ini untuk mengantisipasi agar siswa tidak duduk-duduk di atas pagar yang akan membahayakan. Desain tangga juga tidak dibuat terbuka di tengahnya tapi ditutup dengan dinding yang menerus hingga ke lantai 3 sehingga anak-anak tidak bisa melompat atau memanjat sisi tangga.

Sebagai pelindung teras dari panas dan hujan, ditambahkan kanopi/pergola di antara kolom-kolom di atas teras yang menggunakan rangka besi hollow dan penutup polycarbonat, serta kisi-kisi berbahan alumunium di antara kolom-kolom.

Untuk pembagian ruang kelas ana serahkan pada antum sesuai dengan kebutuhannya, hanya untuk posisi bukaan/jendela jika bangunan berdiri sendiri maka ada di sisi belakang sedangkan jika bangunan bersebelahan dengan bangunan lain maka jendela dibuat menghadap ke teras.

Pada lantai dasar, teras juga saya asumsikan terbuka karena bangunan ini hanya terdiri dari ruang kelas yang tentunya berhubungan dengan sarana lainnya seperti administrasi dan lapangan bermain.

Kombinasi 3 warna hijau menambah keasrian bangunan SDIT ini, yaitu hijau sedang untuk dinding-dinding luar, hijau muda untuk dinding kelas dan hijau tua untuk dinding pagar. Dinding tangga dan kolom lantai dasar dapat antum bedakan dengan dinding bertekstur gurat warna abu-abu (warna semen) sedangkan kolom atas, railing pagar serta rangka kanopi/pergola menggunakan warna putih agar terlihat lebih menonjol. Agar tampilan dinding memanjang di atas teras lantai 3 tidak monoton maka dibuat bervariasi dengan dinding krawang (berlubang) berwarna putih.

Demikianlah Akhina Aryanto, solusi desain perwajahan dari SDIT yang dapat ana sumbangkan, dan ana mendoakan agar langkah antum dan rekan-rekan yang lain mendapatkan kemudahan dari Allah SWT serta dapat menjadi pemberat amal kebajikan di yaumil hisab kelak.

Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Konsultasi Arsitektur

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang