Meninggikan Rumah Karena Banjir

Muhammad – Minggu, 13 September 2009 12:15 WIB

Assalamu ‘alaikum…. Mas

Mohon bantuannya,

Saya mempunyai rumah di pinggir sungai kecil yang tiap tahun suka meluap ( banjir ). Saya berniat menaikkan lantai dan atap rumah. Banjir berkisar 50 sampai 100 cm dari lantai rumah.  tapi terbentur pada pengetahuan yang terbatas. Mohon masukannya.  apakah bisa kita menaikkan atap secara bertahap, sehingga tidak harus menyewa rumah pada saat proses kontruksinya?

Terima kasih untuk jawabannya nanti

Salam

Wa alaikumussalam Wr.Wb

Akhina Muhammad rahimakumullah, saya turut prihatin atas musibah yang tiap tahun menimpa anda, mudah-mudahan anda diberikan kesabaran yang berlipat ganda dan tetap bersyukur serta mengambil hikmah atas semua cobaan tersebut.

Memiliki rumah di kawasan rawan banjir memang sangat dilematis, jika ingin dipertahankan hati selalu was-was, sedangkan jika ingin dijual harganya sangat jatuh. Pilihannya akhirnya tetap bertahan dengan meninggikan rumah di atas ambang banjir, tapi itu pun kadang masih merisaukan karena setiap lima tahun ambang banjir selalu naik.

Mencermati fenomena alam tersebut, maka sebaiknya jika ingin meninggikan rumah diprediksi lebih dulu berapa ketinggian yang dirasa cukup aman paling tidak 5-10 tahun ke depan. Atau kemungkinan ke dua adalah membangun rumah menjadi 2 lantai.

Menaikkan lantai pun tidak sedikit kendalanya apalagi rumah kita berada di daerah padat dengan akses pencapaian yang lumayan sulit. Karena dibutuhkan pekerjaan pengurugan tanah setinggi lantai yang kita inginkan dimana tanah harus hilir mudik kita angkut dari luar. Pada saat pengurugan, harus dilakukan pemadatan tanah hingga ketinggian yang ingin dicapai agar tidak terjadi penurunan lantai.

Tahapan selanjutnya adalah membongkar kusen dan menaikkan setinggi lantai yang baru, membuat tangga naik, membongkar genteng, rangka atap, ringbalok serta plafond, kemudian menambah dinding bagian atas, selanjutnya membuat ring balok, baru kemudian rangka atap dan genteng bisa dipasang lagi.

Setelah konstruksinya rampung tahapan pekerjaan finishing pun harus anda lakukan seperti memasang keramik, merapikan kusen, mengecat dinding, memasang plafond dsb. Ternyata pekerjaan meninggikan rumah tidak kalah rumitnya dibandingkan dengan membuat bangunan baru, bahkan lebih rumit lagi karena harus membongkar lebih dulu.

Pekerjaan pun harus dilakukan secara simultan, dan tidak dapat dilakukan setengah-setengah kecuali anda memotong bangunan dan membuat konstruksi atap yang terpisah, sehingga bisa dikerjakan sebagian demi sebagian. Akan jauh lebih sederhana jika anda menambah bangunan menjadi 2 lantai tanpa perlu meninggikan lantai 1, sehingga pada saat terjadi banjir, anda bisa mengungsi di lantai 2 tersebut.

Karena meninggikan lantai tidak ubahnya merenovasi bagian lain dari bangunan yang dituntut cepat dan sedapat mungkin tidak mengganggu kegiatan di rumah serta efisien, maka saya menyarankan anda menggunakan panel lantai beton ringan fabrikasi dalam bentuk modul dengan tebal 12.5 cm x lebar 60 cm serta panjang bentang 1.5 – 3.25 m.
Banyak keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan panel lantai fabrikasi ini, sebagai contoh untuk penambahan lantai atas antara lain:

  • Mudah dikerjakan.
  • Kuat tekan yang tinggi namun ringan.
  • Tidak memerlukan bekisting, sehingga memungkinkan adanya aktifitas di ruang bawah sementara pekerjaan konstruksi berlangsung.
  • Insulasi panas dan suara yang baik.
  • Keramik bisa segera dipasang di atas panel lantai karena tidak ada proses pengeringan
  • Mudah dimobilisasi di ruang terbatas sehingga sesuai untuk daerah urban yang padat.

Sedangkan untuk pekerjaan peninggian lantai dasar, pemilihan panel lantai ini umumnya mempertimbangkan hal-hal :

  • Tidak memerlukan waktu untuk pemadatan tanah.
  • Mengurangi resiko penyusutan urugan tanah yang berakibat pada penurunan lantai.
  • Mengurangi mobilisasi material ke lokasi proyek.

Untuk rangka atap saya menyarankan anda menggunakan rangka atap baja ringan karena pelaksanaanya lebih cepat serta bebas perawatan. Rumah yang menggunakan material baja ringan juga memiliki struktur yang lebih kuat dan ringan, sehingga lebih memberi rasa aman. Bobotnya yang ringan dibandingkan dengan kayu, membuat beban yang harus ditanggung oleh struktur di bawahnya pun menjadi lebih rendah. Selain itu, baja ringan juga tidak memiliki nilai muai susut sebagaimana material kayu. Material ini juga lebih awet karena bebas rayap dan bebas lapuk sehingga sangat cocok untuk rumah anda yang berada di daerah banjir yang cenderung lembab. Karena produk ini merupakan fabrikasi maka ukurannya pasti sehingga menghindarkan bahan terbuang sebagaimana jika menggunakan kayu.

Demikianlah Akhina Muhammad, alternatif-alternatif solusi yang dapat saya berikan, akhirnya semua kembali lagi pada budget yang anda miliki sehingga dapat menentukan pilihan yang paling tepat.

Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus