Mohon Penjelasan untuk artikel rumah di lahan memanjang 4 x 21
Salam pak Aria
Saya mohon izin memakai desain rumah di lahan memanjang 4 x 21 m 2 untuk rumah saya, adapun yg saya ingin tanyakan adalah :
1. dimana bagusnya untuk penambahan kamar tidur
2. ruang jemur, rencananya saya ganti dengan garasi
3. car port saya hilangkan saja diganti dengan teras
4. apakah bisa menggunakan bentuk atap pelana (kedepan dan belakang) dan terasnya memakai fasad bentuk limas?
mohon penjelasan lebih lanjut (via email karena gambarnya terlalu kecil)
wasalam
Melia Febriza
Melia
Jawaban
Wa alaikumussalam Wr.Wb…Saudari Melia
Silakan saja jika anda ingin menggunakan desain rumah Saudara Alif jika memang ada kemiripan bentuk lahan dan organisasi ruangnya. Karena di rubrik konsultasi ini kita harus saling berbagi untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah diantara sesama muslim.
- Jika organisasi dan kebutuhan ruang tetap ingin anda pertahankan, maka bila anda ingin menambah kamar di lantai dasar, rasa-rasanya sudah tidak memungkinkan lagi, karena jika tetap dipaksakan maka akan melanggar jarak bangunan serta mempersempit ruang bernafas bagi rumah anda. Satu-satunya jalan adalah meningkat ke atas dengan posisi di atas ruang tidur anak hingga ruang tidur utama. Anda bisa menambah 2 kamar tidur dan ruang duduk di lantai atas. Dak beton di atas dapur, bisa dimanfaatkan sebagai ruang jemur dan torn air.
- Jika ruang jemur akan dijadikan garasi, maka panjang 3 m, tidak cukup untuk memarkir mobil sehingga anda perlu memperluas sepanjang 1-1.5 m ke arah taman di depan dapur, dengan posisi mobil memanjang kearah taman.
- Posisi carport di depan bisa dihilangkan sehingga teras dan ruang tamu bisa lebih luas, tentunya anda perlu menambah kanopi atau penutup di atasnya agar teras tidak kepanasan dan kehujanan.
- Anda bisa melihat perubahan yang diinginkan dalam denah di bawah ini :
- Bentuk atap dengan kemiringan satu arah secara fungsional sebenarnya untuk bangunan yang tidak terlalu lebar akan jauh lebih efisien karena konstruksinya lebih sederhana dan lebih murah dibandingkan dengan kemiringan dua arah. Pertimbangan lain dengan bangunan yang menempel pada satu sisi lahan seperti rumah saudara Alif, menggunakan atap dengan kemiringan 1 arah juga akan menghindarkan kebocoran, karena tidak ada talang disisi miring kearah dinding yang berbatasan dengan tetangga, sehingga perawatan ke depan menjadi lebih murah. Secara tampilan, rumah juga terlihat lebih kokoh dan modern dibandingkan menggunakan atap pelana dua arah, karena terkesan lebih tinggi.
- Untuk atap tambahan di atas teras yang diperluas boleh-boleh saja menggunakan atap bentuk limas, tetapi sekali lagi harus dipertimbangkan apakah tampilannya ‘nyambung’ dengan bangunan induknya. Sehingga tidak terkesan hanya ditempelkan saja tanpa memikirkan kesatuan fasad secara keseluruhan.
Rumah itu adalah ‘karya seni’ seperti orang membuat patung atau lukisan, harus dilihat dari banyak faktor seperti keseimbangan, proporsi, ritme, keselarasan, harmoni dan sebagainya sehingga dengan biaya pembangunan yang tidak sedikit kita bisa mendapatkan kepuasan. Allah menyukai keindahan, sehingga Allah menciptakan manusia, dan alam seisinya dengan penuh keteraturan dan kesempurnaan. Maha besar Allah dengan segala firman Nya….
Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb…
Catatan : Mohon maaf jika saya tidak dapat membalas via e-mail karena data anda ada pada dewan redaksi
Lainnya (Arsip)
- Desain Rumah Di Lahan Yang Tidak Simetris
Rabu, 27/05/2009 23:48 WIB - Tips Menata Ruang Tamu Yang Mungil
Selasa, 19/05/2009 13:44 WIB - Desain Kanopi pada Rumah Standar
Kamis, 14/05/2009 12:39 WIB - Penjelasan Dari Desain Rumah Bentuk L
Selasa, 12/05/2009 22:56 WIB - Desain Rumah Islami Di Lahan 176 M2
Rabu, 29/04/2009 22:02 WIB
Konsultasi Arsitektur
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




