Perbandingan Harga "Ngedak" Rumah

Anis – Senin, 26 Syawwal 1429 H / 27 Oktober 2008 14:45 WIB

Assalamualaikum wr.wb

Dear mr. Aria,
Lebih mahal mana "ngedak" konvensional atau pakai keraton (keramik komposit beton) dll?
Bisa minta tolong gambarkan sketsa pengembangan rumah type 36/90.6m x 15 m. Kami ingin 4 kamar tidur, dapur, ruang keluarga, mushalla yang semuanya menghadap ke taman/udara terbuka.
Bisakah kami membangun dengan prioritas (rumah tumbuh)?

Terima kasih banyak atas bantuannya.

Wassalamualaikum wr.wb

Wa alaikumussalam wr.wb.

Dear Anis, dalam mewujudkan suatu bangunan, banyak sekali alternatif metode dan material yang digunakan, tidak hanya dalam hal ‘ngedak’ saja, tetapi dari saat membuat pondasi, lantai, dinding, atap hingga finishing bangunan. Artinya di sini bukan soal mahal atau murahnya, tapi kita bicara masalah kondisi yang dihadapi di lapangan.

Keraton adalah salah satu pengganti plat lantai konvensional berupa pelat rusuk pracetak dengan pengisi tanah liat bakar yang siap langsung diaplikasikan tanpa harus menunggu proses pengeringan seperti umumnya pada plat lantai konvensional, sehingga waktu pengerjaannya lebih cepat dan bobotnya lebih ringan karena bagian tengahnya berongga. Selain itu ada juga metode lain dengan menggunakan floor deck atau pelat baja struktural bergelombang yang berfungsi sebagai bekisting tetap dan penulangan satu arah pada pelat lantai. Karena fungsinya juga sebagai bekisting, seperti halnya keraton maka di bawahnya tidak diperlukan lagi kayu atau besi perancah atau penahan (scafolding) sehingga lantai bawah bisa dikerjakan sembari menunggu cor an beton di atasnya mengering. Begitupun alternatif dalam pembuatan dinding, ada bata konvensional, batako atau bata hebel juga pada saat membuat rangka atap, bisa menggunakan kayu, rangka baja ringan atau beton. Belum lagi masuk pekerjaan finishing, banyak sekali supplier yang menawarkan produk dengan segala macam keunggulannya.

Dari sisi investasi, menggunakan teknologi baru dan material modern tentunya membutuhkan biaya yang lebih besar, tetapi jika dilihat dari kecepatan kerja dalam mengaplikasikannya maka akan lebih mempersingkat waktu pelaksanaan, memperkecil penggunaan material pendukungnya serta mengurangi tenaga kerja, sehingga jika dihitung-hitung, biaya yang dikeluarkan tidak akan jauh berbeda.

Dengan penjelasan ini mudah-mudahan anda dapat menjawab pertanyaan anda sendiri mengenai metode apa yang akan digunakan dalam membangun rumah anda, tentunya dengan pertimbangan dana yang akan dikeluarkan, waktu yang direncanakan serta kondisi di lapangan.

Di bawah ini saya berikan ilustrasi pengembangan rumah tipe 36 dengan luas lahan 90, sesuai dengan kebutuhan ruang yang anda inginkan, untuk ruang-ruang bersama di lantai bawah dan atas layoutnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda.

Lantai bawah terdiri dari 1 kamar tidur tamu, 1 kamar tidur utama dengan kamar mandi dalam, 1 buah kamar mandi, dapur dan ruang makan. Untuk dapur saya letakkan di bagian tengah agar ruang makan bisa langsung menghadap taman. Anda bisa membuat dapur bersih yang terbuka sehingga ruangan terlihat lebih luas.

Untuk kamar mandi di bawah tangga, agar ruangan tidak terlalu rendah, lantainya diturunkan kurang lebih 80 cm.

Lantai atas terdiri dari 2 kamar tidur, 1 buah kamar mandi, musholla dan ruang keluarga dilengkapi dengan balkon yang bisa melihat langsung ke jalan.

Di bawah ini juga saya buatkan perspektif  tampaknya supaya anda punya gambaran bentuk rumahnya.

Membangun secara bertahap sebenarnya bukan berarti menjadi lebih efisien karena, misalnya jika anda hanya membangun lantai bawah dulu, fungsi ruang akan tetap sama dengan yang lama hanya luasannya menjadi lebih besar, tapi kebutuhan akan kamar tidur tidak bertambah. Sehingga perlu dipertimbangkan dengan matang apakah anda memutuskan untuk mengembangkan rumah anda tetap 1 lantai atau 2 lantai, belum lagi harga material yang terus merambat naik, menjadikan pekerjaan akan tertunda lebih lama lagi. Apalagi jika sudah terlanjur mengedak lantai 2, jika kita biarkan terlalu lama akan timbul masalah kebocoran dan sebagainya. Cara yang paling bijak adalah menyesuaikan anggaran dengan rencana pengembangan yang akan dilakukan.

Mudah-mudahan bisa menjadi masukan bagi anda dan keluarga

Wassalamu alaikum wr.wb.

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus