Menutup Kolam Renang

Rabu, 24/06/2009 23:21 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan

Ass. wr wb..

Yth Pak Aria,

Saya mendapat tugas untuk mengosongkan kolam renang dan menutupnya namun saya tidak tahu dampak dari rencana tersebut jika saya langsung menjalankan perintah tersebut. Pertanyaannya adalah:

1. Apakah ada dampak apabila kolam renang ukuran 12,6 X 6,7 m dikosongkan untuk waktu yang tidak bisa dipastikan sampai kapan karena rumah sudah dikosongkan?

2. Jika tidak ada dampak bagaimana sebaiknya cara menutup yang baik dan benar namun sederhana?

3. Apa material dan konstruksinya?

Demikian pak Aria, mohon bantuannya. Atas perhatian dan kesempatannya saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Umar faisal

acil

Jawaban

Wa alaikumussalam Wr.Wb.

Bapak Umar Yth,

Mengosongkan kolam renang dalam jangka waktu yang lama dapat membuat permukaan kolam menjadi kering dan lama kelamaan akan mengalami keretakan yang akan menimbulkan kebocoran. Jika hal ini terjadi, maka kolam renang harus direparasi ulang dengan membongkar seluruh keramik penutup permukaan kolam dan melapis ulang dengan waterproofing yang tentunya biayanya menjadi tidak sedikit.

Membiarkannya tetap berisi air dalam waktu yang lama juga menimbulkan masalah, karena air yang menggenang tersebut akan menjadi sumber penyakit, karena akan menjadi tempat bersarangnya nyamuk dan binatang-binatang lain yang berbahaya, menumpuknya kotoran dan sampah serta membahayakan keselamatan khususnya bagi anak-anak yang bermain di sekitarnya.

Jadi bagaimana solusinya.....? Tentunya kolam yang berisi air tersebut harus ditutup sehingga jika ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama, masalah-masalah tersebut dapat teratasi dan otomatis biaya perawatannya menjadi ringan. Jika suatu saat kolam renang akan diaktifkan lagi, maka air yang kotor karena lama menggenang tinggal di-recovery dengan bahan-bahan penjernih air seperti clorine dan sebagainya, sehingga dalam waktu singkat kolam dapat berfungsi lagi.

Memang penutup kolam renang atau ‘pool cover' di Indonesia, masih jarang digunakan karena investasi awalnya masih cukup mahal..., tetapi dibandingkan dengan biaya perawatan yang harus dikeluarkan tiap bulannya maka sebaiknya ‘pool cover’  ini sudah didesain pada kolam renang sehingga kita tidak perlu repot dan pusing lagi jika kolam renang akan dinon aktifkan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Penggunaan ‘pool cover’ ini selain meringankan dari sisi perawatan maka dari sisi keamanan pun sangat bermanfaat, karena pool cover yang berbahan 'vinyl polyurethane’ ini cukup kuat untuk menahan beban, terutama untuk keselamatan buah hati kita tercinta yang mungkin lepas dari pengawasan dan terjatuh ke dalam kolam renang.

Konstruksi ‘pool cover’ ini ada yang dijalankan secara manual, ada juga yang menggunakan motor (mesin) sehingga dapat menutup dan membuka secara otomatis. Ada yang menggunakan track (rel) ada juga yang diregangkan dengan semacam webbing atau tali khusus yang dapat menahan beban. Bahan penutupnya juga bervariasi sesuai dengan kebutuhan, jika hanya untuk menutup agar kotoran tidak masuk maka bahan penutup yang lebih tipis dan ringan sudah mencukupi, tetapi jika faktor keamanan menjadi pertimbangan, maka bahan penutup yang lebih tebal dan kuat bisa menjadi pilihan Bahkan ada pula bahan penutup yang konstruksinya menggunakan ‘mesh system’ sehingga permukaannya bisa menahan beban yang lebih berat lagi.

Untuk kasus yang sedang anda hadapi, saya menyarankan anda untuk menghubungi pool supplier atau pool contractor sehingga solusinya bisa lebih jelas lagi, karena investasi kolam renang yang biaya pembuatannya tidak murah sebaiknya juga ditangani oleh ahlinya. Mengenai biaya yang akan dikeluarkan anda dapat mengkonsultasikan dengan pemilik rumah dengan memberikan alasan-alasan seperti yang saya paparkan sebelumnya, Insya Allah mereka juga akan mau mengerti.

Untuk sementara waktu, walaupun kurang memenuhi syarat, anda dapat menutup kolam renang yang berisi air tersebut dengan bahan terpal plastik yang kedap air, dan menahan bagian tepinya dengan balok kayu atau besi yang cukup berat, atau dengan membuat pasak besi di beberapa titik dan menariknya hingga tegang, sehingga semaksimal mungkin tidak ada celah yang dapat dimasuki oleh binatang dan kotoran, sambil menunggu penyelesaian selanjutnya.

Contoh kolam renang yang ditutup dengan terpal plastik biasa dan dengan menggunakan 'pool cover' mesh system.

Mudah-mudahan tips yang saya berikan bisa bermanfaat

Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Konsultasi Arsitektur

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang