Rumah Asri pada Lahan Melebar 15 m x 10 m

Sania Lopiani – Sabtu, 16 Ramadhan 1430 H / 5 September 2009 23:43 WIB

Assalamu’alaikum Pak Ustadz….

Semoga Pak Ustadz dalam lindungan Yang Maha Kuasa…amiin. Perkenalkan nama saya ibu Sania yang sedang bingung untuk mendesain rumah, saya mohon bantuan  bapak untuk mendesain rumah asri pada lahan ukuran 10×15 m2, posisi lahan melebar menghadap jalan umum. saya ingin memilik 3 kamar tidur, ada kanopy juga pagar rumah.Mohon bantuan bapak untuk mendesainnya, juga tampilkan rumah tampak depan….terimakasih atas bantuan bapak,

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Ibu Sania

Pangkalpinang,Bangka Belitung

Wa ‘alaikumussalam Wr.Wb.

Ibu Sania yang dirahmati Allah SWT, salam kenal juga dari saya dan bagaimana kabar Pangkalpinang? Kota ini tidak pernah bisa saya lupakan karena masa kecil yang penuh kenangan saya habiskan di kota timah ini. Saya dulu tinggal di rumah dinas ayahanda yang sangat asri dikelilingi kebun yang luas di jalan Lembawai. Mungkin rumah tua dan kebun itu kini sudah tidak ada lagi.

Ibu Sania, dulu di kota ini (termasuk rumah yang saya tempati) banyak terdapat gaya bangunan yang dikenal dengan rumah Jengki, yang memiliki atap pelana dan dinding-dinding miring di sudut-sudutnya. Mungkin gaya bangunan ini sudah mulai langka terkikis perkembangan jaman, karena itu dalam desain rumah tinggal ibu, saya coba untuk mengangkat kembali unsur-unsur ‘jengki style’ tersebut, tentunya dengan tampilan yang lebih modern.

Dari kebutuhan ruang yang ibu inginkan dan luasan tanah ada, saya mencoba membuat bangunan 1 lantai yang terdiri dari 3 ruang tidur, yaitu 2 ruang tidur anak berukuran 3.5 m x 3 m dengan kamar mandi terpisah serta 1 ruang tidur utama berukuran 3.5 m x 4.5 m dengan kamar mandi dalam. Ketiga kamar ini mendapatkan cahaya dan udara alami dari taman depan dan taman belakang.

Ruang tamu saya buat kecil saja berukuran 3 m x 2 m karena jika ingin menerima tamu yang lebih akrab bisa di ruang keluarga atau ruang makan. Ruang makan dan ruang keluarga memiliki bukaan (view) ke arah taman belakang. Taman ini dapat berupa taman kering yang dilengkapi dengan kolam sirkulasi.

Pintu servis ke arah dapur dibuat terpisah agar privasi ruang-ruang utama lebih terjaga. Dari arah dapur ini juga bisa berhubungan langsung dengan ruang makan dan mengakses ruang cuci dan jemur di bagian belakang.

Pada tampilan bangunan saya mencoba menerapkan unsur-unsur rumah jengki dengan atap pelana dan dinding miring serta lubang angin atau ventilasi berupa lubang memanjang pada dinding di atas jendela dan pintu. Atap pelana pada rumah jengki memiliki sudut tajam lebih dari 45 derajat, tetapi pada rumah ibu tidak dibuat se-ekstrem itu cukup dengan sudut 30 derajat. Untuk tetap memperoleh kesan tinggi maka atap di atas ruang tamu dan ruang makan dinaikkan setinggi 50 cm. Pada dapur tidak menggunakan atap miring tetapi dengan dak beton untuk menyesuaikan dengan rencana kanopi di atas carport yang sejajar dengan atap dapur.

Dinding miring seperti sirip-sirip yang terdapat di bagian muka merupakan penonjolan dari dinding-dinding ruang tidur anak dan tiang penyangga atap di atas teras depan.

Pada jendela ruang tidur anak bentuk sirip ini berulang lagi sebagai pelindung panas kaca jendela yang terdapat juga pada rumah-rumah jengki.

Pengulangan ini juga kembali terlihat pada konstruksi rangka kanopi penutup carport yang nampak seperti konstruksi pada jembatan baja. Anda bisa menggunakan material kaca atau polycarbonate sebagai penutup atapnya.

Tidak berhenti disitu saja, dinding pagar pun mengadobsi bentuk sirip ini agar memiliki kesatuan dengan tampilan bangunannya dipadukan dengan besi hollow yang didesain memanjang.

Jadilah satu perpaduan gaya jengki dengan tampilan modern yang mengingatkan kembali pada keindahan dan keasrian rumah masa lalu, mudah-mudahan Ibu Sania menyukainya.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus