Klinik Bisnis
Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha
bersama Ir. Zainal Abidin
Menghitung Biaya Produksi
Selasa, 11 Apr 06 11:41 WIB
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Saya seorang karyawan swasta di daerah Tangerang tapi saya tinggal di Depok. Saya ingin memulai usaha di bidang pembuatan agenda (stationary), tapi saya belum tahu bagaimana cara memulai usaha ini dan perhitungan biaya produksi serta menentukan nilai jualnya. Sebaiknya di kalangan manakah usaha ini dapat berkembang (kampus, sekolah atau karyawan)?
Untuk saat ini saya mendesain sendiri isi dan covernya. Bagaimanakah cara mengajukannya ke percetakan karena di dalamnya ada tulisan-tulisan tentang agama yang saya kutip dari buku-buku agama yang saya baca (apakah harus mencantumkan izin dari pencipta buku atau cukup dengan mencantumkan daftar pustaka saja) dan gambar untuk covernya dari internet?
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Indrawati
inda_65 at eramuslim.com
Jawaban
Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Mbak Iin. Bawalah print out disain yang sudah anda buat ke beberapa percetakan di sekitar rumah anda. Tanyakan harga biaya cetak untuk 1.000 eksemplaar atau tergantung keinginan anda. Bandingkan harga yang diberikan oleh masing-masing percetakan. Dengan cara itu, anda sudah dapatkan hitungan biaya produksi.
Datanglah ke sebuah toko buku. Belilah buku agenda yang hampir mirip dengan agenda yang ingin buat. Bawa buku itu ke percetakan yang sama, dan tanyakan biaya cetaknya. Hitung prosentase harga jual terhadap harga belinya. Dengan demikian, anda sudah dapatkan angka prosentase harga jual untuk buku agenda anda.
Di mana usaha bisa berkembang? Sangat tergantung, cara anda menjualnya. Kalau anda mau jual agenda itu secara door to door, daerah kampus atau pemukiman mahasiswa sangat potensial. Tapi kalau anda ingin menjualnya di toko buku, di manapun usaha ini dilakukan, tentu tidak ada pengaruh apapun. Yang perlu anda ketahui, adalah sistem penjualan (beli putus atau konsinyasi/titip jual), nilai diskon yang harus diberikan kepada toko buku, cara pembayaran dan sebagainya.
Kutipan-kutipan, sejauh tidak mengambil lebih dari 10 persen isi buku, bisa anda cantumkan sumbernya. Bisa secara langsung di bawah kutipan, bisa juga dalam daftar pustaka. Tidak perlu izin secara langsung dari penulis buku. Untuk gambar cover dari internet, lebih baik anda minta izin dari situs yang bersangkutan.
Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.
Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin






