Klinik Bisnis
Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha
bersama Ir. Zainal Abidin
Menikmati Hasil atau Memutarkan Modal
Kamis, 20 Apr 06 09:23 WIB
Saat ini saya sedang belajar berbisnis. Alhamdullilah usaha saya berkembang. Tapi yang saya rasakan saat ini saya harus selalu menambah modal karena permintaan selalu bertambah. Yang akan saya tanyakan apakah saya harus menambah terus modal dengan catatan saya kurang merasakan keuntungan atau saya membatasi stok yang ada tapi kalo cara ini ketika stok kurang saya selalu kewalahan karena barang datangnya sering telat.
Wassalam,
Hendrajana
hendrajana at eramuslim.com
Jawaban
Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Bung Hendra. Di Amerika Serikat, ada riset yang dilakukan terhadap ratusan anak yang bersekolah di taman kanak-kanak. Kepada mereka diberikan satu permen coklat, dengan iming-iming jika mereka tidak mengkonsumsi permennya dalam satu jam, maka permennya akan ditambah satu permen lagi. Jika mereka tidak mengkonsumsi permennya dalam dua jam, mereka mendapatkan tambahan dua permen lagi dan seterusnya.
Apa hasil riset tersebut? ternyata mayoritas anak-anak itu tidak mampu menahan keinginan untuk mengkonsumsi permen coklat. Akibatnya, yang bisa memperoleh lebih dari satu permen coklat adalah orang-orang minoritas. Dan ternyata, itu lah miniatur kehidupan ini. Di dunia ini begitu banyak orang yang senang memperturutkan nafsunya untuk menikmati keuntungan yang sudah didapatnya. Akibatnya, ia selalu menghadapi masalah kekurangan uang. Tapi orang-orang minoritas, yang mampu menunda kesenangan, berhasil memperoleh kesenangan yang lebih besar di kemudian hari. Ia juga menghadapi masalah, yaitu masalah kelebihan uang.
Nah Bung Hendra. Pilihan ada di tangan anda. Anda mau terus menikmati hasil yang sudah anda peroleh, atau anda bersedia menunda kesenangan. Apapun yang anda pilih, tidak ada yang salah. Tapi ingat. Konsekuensinya harus anda tanggung sendiri.
Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.
Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin






