Ir. Zainal Abidin

Klinik Bisnis

Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha
bersama Ir. Zainal Abidin

Kirim Pertanyaan

Bisnis Rongsokan

Senin, 24 Apr 06 14:34 WIB

Kumaha, damang, Mas? Mas, saya berencana untuk berbisnis rongsokan (barang bekas seperti kertas, besi, kardus, dll.). Hal ini terinspirasi oleh peluang yang ada dan jaringan yang saya miliki. Untuk modal dibutuhkan 5 s/d 10 jt. Saya belum punya uang itu, namun saya punya kendaraan motor yang biasa saya pakai untuk kerja Senin-Jum'at. Bagaimana menurut mas Zainal. Jazakumulooh Khairan Katsiran.

Asep Irawan
irawan at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Asep. Banyak cara mendapatkan modal. Anda bisa meminjam dari saudara atau famili anda. Atau bisa juga menggaet investor. Bisa juga anda menabung sedikit demi sedikit. Tapi bagi saya, cara yang paling mudah dan cepat, adalah menjual aset anda, yaitu sepeda motor.

Di dunia ini banyak orang mau sukses, tapi tidak semua bersedia membayar harganya. Akhirnya, jumlah orang yang benar-benar sukses tidak sebanyak orang yang hanya punya keinginan. Bagi anda, saya beri satu tantangan. Bersediakah anda meninggalkan zona nyaman anda, menunda kesenangan anda untuk menggapai mimpi atau keinginan anda?

Anda punya sebuah sepeda motor yang biasa dipakai untuk berangkat bekerja Senin – Jum’at. Beranikah anda menjual sepeda motor itu? Aha.....! Mungkin anda berpikir, untuk apa saya jual sepeda motor itu? Nanti saya ke kantor pakai apa? Apa kata dunia jika saya datang ke kantor naik angkot? Dan saya pikir, masih banyak pertanyaan lain yang serupa.

Sekali lagi, bung Asep. Orang sukses adalah orang yang berani membayar harganya. Dan bagi anda, salah satu jalan tercepat untuk sukses adalah menjual sepeda motor anda untuk modal usaha. Toh jaringan usaha sudah anda miliki. Di zaman penuh turbulensi seperti ini, mencari investor untuk memberikan modal usaha bisa dikatakan sangat sulit. Apalagi bagi anda, yang belum mulai usaha. Bahasa sarkastisnya, siapa yang mau percaya pada anda? Adakah orang yang mau berkorban (meminjamkan uangnya pada anda), sedangkan anda sendiri tidak mau berkorban (menjual sepeda motor milik anda) untuk anda sendiri?

Secara psikologis, saya menduga, lebih banyak orang yang akan tergerak membantu anda, jika anda sudah menjual sepeda motor itu. Setidaknya, mereka hanya tinggal menambah sedikit dana. Bukan menanggung seluruh dana yang dibutuhkan.

Demikian jaabna yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com