Klinik Bisnis
Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha
bersama Ir. Zainal Abidin
Strategi Usaha
Rabu, 13 Sep 06 11:26 WIB
Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Bapak Zainal yang terhormat,
Saya seorang ibu RT yang alhamdulillah sudah menjalankan usaha di bidang apotik (5 tahun) dan klinik penunjang (2 tahun) sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Di sekitar tempat usaha saya yang merupakan perumahan tersebut ada dua usaha yang sama (yang pertama selisih 4 tahun dan yang kedua hampir sama dengan yang saya miliki.
Menginjak tahun ketiga usaha tersebut keluarga besar saya mendirikan usaha sejenis di tempat lain (tempat sudah tersedia), melihat prospek dan perkembangan usaha dari usaha saya yang pertama, apalagi dengan komitmen dan totalitas yang mereka lihat dari saya. Sayangnya usaha tersebut tidak bertahan lama (2 tahun) karena berbagai cara yang sudah saya upayakan untuk meningkatkan omset tidak dapat dicapai, beban operasional yang besar serta tingkat ekonomi pasar yang sangat rendah (menurut kami).
Kemudian 1,5 tahun belakangan ini atas kesepakatan bersama, saya memberanikan diri mencari lokasi perumahan lain dekat dengan usaha yang pertama untuk membantu menjual dan mendayagunakan kembali inventori dan beberapa aset sebelumnya sehingga modal awal yang dibutuhkan untuk memulai yang baru ini tidak begitu besar, selain alasan lainnya yaitu membantu kestabilan bahkan peningkatan omset usaha saya yang pertama yang pada tahun itu juga mulai terbagi ke pelakon baru di usaha sejenis sekitar tempat usaha saya yang pertama.
Selama usaha yang kedua berjalan, saya membantu beban operasional bulanan selain memberikan kredit lunak bagi penambahan inventorinya dari sebagian hasil usaha saya yang pertama. Pengelolaan full ada di tangan saya, keluarga hanya membantu renovasi awal dan aset awal (pindahan). Sebenarnya saya merasakan keberatan pada usaha saya yang pertama karena memang beban operasionalnya sendiri lumayan besar ditambah cicilan yang harus saya bayar atas pinjaman saya untuk merenovasi tempat usaha saya yang pertama tersebut. Selain berbagai strategi untuk menstabilkan bahkan meningkatkan omset penjualan melalui iklan, diskon, dan lain-lain.
Saya mengalami dilema Pak. Mohon saran apa yang harus saya lakukan dan apakah strategi yang sudah saya ambil ini salah? Beberapa aset pribadi sudah saya uangkan.
Terimakasih atas perhatian dan saran Bapak.
Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
Happy
Jawaban
Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Mbak Happy. Sangat sulit bagi saya untuk memberikan alternatif bagi usaha anda mengingat semua data yang anda berikan sangat kualitatif sifatnya. Misalnya, usaha anda yang kedua rugi, tetapi tidak disebutkan berapa angka kerugiannya. Usaha anda yang pertama mungkin menguntungkan, tetapi juga tidak disebutkan, berapa keuntungan yang bisa anda peroleh.
Yang pasti, usaha anda yang pertama adalah milik anda sendiri, sedangkan usaha kedua adalah usaha milik bersama (anda dan keluarga). Untuk usaha kedua, pada awalnya mungkin anda tidak merasa keberatan. Tetapi setelah berjalan beberapa waktu lamanya, ternyata usaha ini malah membebani usaha anda sendiri dan bahkan anda harus kehilangan aset pribadi. Akhirnya, saat ini anda merasa keberatan atas beban itu. Sangat masuk akal karena seharusnya kerugian harus ditanggung oleh semua pemegang saham.
Yang harus anda lakukan adalah memberikan laporan tentang kondisi bisnis yang sebenarnya kepada seluruh pemegang saham, serta meminta mereka ikut memikirkan, apa yang harus dilakukan untuk menutupi kerugian yang terjadi. Bicarakan berbagai alternatif yang bisa dilakukan, misalnya usulan penambahan modal kerja, perubahan komposisi pemegang saham atau bahkan kemungkinan usaha tersebut dilikuidasi.
Mbak Happy. Tidak ada yang perlu anda sesali apa yang sudah anda putuskan dan anda lakukan di masa lalu. Kalaupun hasilnya belum sesuai dengan keinginan anda, itu adalah fakta yang harus anda terima. Supaya ada hasil yang berubah, maka anda harus mengubah prosesnya, atau mengubah inputnya. Artinya, langkah-langkah yang sudah anda lakukan bisa jadi belum tepat, sehingga anda harus melakukan langkah yang berbeda. Misalnya anda sudah melakukan upaya pemasaran dengan menggunakan spanduk dan memberikan hadiah. Bisa jadi itu belum tepat. Maka, untuk promosi anda bisa menggunakan sarana lain, misalnya dengan brosur yang dikirim ke rumah-rumah calon konsumen, membuka klinik praktek dokter di sebelah atau dalam lingkungan apotik, memberikan layanan ambil resep dan mengantar obat ke rumah konsumen dan sebagainya.
Intinya, masih banyak cara lain yang bisa anda lakukan. Dan hanya orang yang sudah putus asa yang bisa mangatakan, bahwa SEMUA CARA SUDAH DILAKUKANNYA. Saya berharap, anda tidak putus asa.
Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.
Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin






