Ir. Zainal Abidin

Klinik Bisnis

Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha
bersama Ir. Zainal Abidin

Kirim Pertanyaan

Buka Usaha Sambil Bekerja

Senin, 11 Sep 06 11:05 WIB

Assalaamu'alaikum wr. wb.


Saya dan 2 teman saya akan membuka usaha rental komputer. Masalahnya kami bertiga sedang bekerja sehingga rencana pengelolan rental tersebut akan mempekerjakan seseorang dan kami akan memantau kalau kami tidak sedang bekerja.

Yang ingin saya tanyakan:

1. Apakah buka usaha sambil bekerja, sama menguntungkan dengan usaha yang dikelola sendiri, sedangkan kami adalah pemain baru dalam bidang ini (wirausaha)?

2. Saya mempunyai pandangan bahwa penanam modal jangan berjumlah 3 orang karena pembagian labanya nanti akan sulit nanti. misalnya laba bersih yang didapat mencapai Rp 10.000, maka akan susah jika jika dibagi 3 orang. Apakah pandangan saya ini salah atau ada pemecahannya?

3. Apakah buka usaha rental komputer atau voucher HP di daerah jauh lebih menguntungkan (lebih laku) daripada di kota besar, karena banyak sekali saingan?

Demikian pertanyaan ini saya ajukan. Terimakasih banyak atas perhatiannya.

Wassalamualaikum wr. wb.

Ismail
ismail_m at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

1. Bung Ismail. Sebelum kita membahas lebih jauh pertanyaan anda, sebaiknya mari kita definisikan dahulu arti keuntungan. Banyak orang mengartikan keuntungan sebagai selisih positif antara pendapatan dengan pengeluaran. Jadi, keuntungan di sini diartikan secara sempit, yaitu sejumlah uang. Di sisi lain, ada yang mengartikan keuntungan sebagai nilai tambah yang bisa diambil dari suatu usaha. Pengertiannya lebih luas daripada sekedar sejumlah uang (materi), tetapi juga yang non materil, misalnya hemat waktu dan tenaga. Dalam permasalahan anda, tentu saja tergantung pada definisi yang anda yakini.

Kalau definisi keuntungan bagi anda adalah definisi yang sempit, maka bisa jadi keuntungan berwirausaha yang dikelola sendiri akan lebih menguntungkan daripada usaha yang dikelola orang lain, mengingat anda harus berbagi keuntungan dengan pengelola. Hal itu terjadi kalau usaha anda memang menguntungkan. Sebaliknya, kalau usaha anda merugi, bisa jadi anda harus menanggung kerugian itu sendiri. Lain halnya apabila definisi keuntungan yang anda yakini adalah keuntungan secara lebih luas. Bisa jadi anda memperoleh sedikit keuntungan materi, tetapi dalam hal waktu anda bisa berhemat.

2. Tidak ada yang salah dalam jumlah penanam modal dalam permasalahan anda. Kalau permasalahnnya hanya seperti itu, penyelesaiannya sangat-sangat mudah. Pertanyaan saya, misalnya jumlah penanam modal hanya 2 orang, dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 12.505,- Apakah anda harus membagi rata keunungan yang diperoleh sama rata? Tentu saja tidak mengingat sangat sulit mencari pecahan uang Rp 2,5,- Dan pembagian keuntungan usaha tidak selalu harus dilakukan dengan membaginya secara sama rata. Sebaiknya pembagian keuntungan dilakukan berdasarkan kontribusi masing-masing penanam modal. Lagi pula, untuk hal-hal seperti itu sangat mudah dicari solusinya. Misalnya, sejak awal kesepakatan anda dengan penanam modal lainnya adalah pembagian keuntungan sama rata. Jadi dana Rp 10.000,- itu anda bagi tiga, sehingga seharusnya setiap orang memperoleh Rp 3.333,33 dan masih ada sisa Rp 0,01. Tentu sulit mencari pecahan Rp 33,33. Solusinya, anda bisa mengeluarkan dahulu dana keuntungan sebesar Rp 100,- (mungkin anda sedekahkan kepada seseorang atau anda serahkan pada panitia pembangunan masjid) sehingga jumlah keuntungan yang ada adalah Rp 9.900,- Akhirnya, masing-masing penanam modal memperoleh bagian Rp 3.300,- Adil, kan?

3. Bung Ismail. Sebuah usaha itu menguntungkan atau merugikan tidak hanya tergantung pada satu atau dua faktor saja, tetapi merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor yang saling berkaitan satu sama lain. Selain dua faktor yang sudah anda sebutkan (daerah/kota besar atau tingkat persaingan), masih banyak faktor lain yang menentukan besarnya keuntungan yang bisa anda peroleh, misalnya faktor lokasi tempat penjualan, tingkat harga yang diberikan, layanan, kelengkapan produk dan sebagainya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com