Ir. Zainal Abidin

Klinik Bisnis

Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha
bersama Ir. Zainal Abidin

Kirim Pertanyaan

Bisnis Franchise

Rabu, 16 Jan 08 10:36 WIB

Bagaimana caranya memulai bisnis franchise?

Hal-hal apa saja yang harus saya perhatikan untuk memulai bisnis franchise tersebut?

Apakah bisnis yang didasari kekayaan intelektual, bisa tumbuh di Indonesia?

Rizkhi Herviyansyah
erhate at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Rizkhi. Saya tidak tahu persis, anda ingin menjalani bisnis franchise sebagai penjual franchise atau pembeli franchise. Dan kedua hal itu, memiliki pola yang berbeda dalam memulainya. Sebagai penjual, setidaknya anda sudah punya ’barang’ yang mau dijual. Sebagai pembeli, setidaknya anda sudah punya uang untuk membeli franchise.

Berkaitan dengan hal yang harus diperhatikan dalam bisnis franchise, saya hanya ingin menekankan pada satu hal penting yang diinginkan banyak orang dari bisnis franchise, yaitu ketaatan pada sistem usaha. Jadi, kalau anda serius menekuni usaha ini, entah sebagai penjual maupun pembeli, taatlah pada sistem.

Sebagai penjual (pemilik franchise), cobalah membuat satu sistem usaha yang terbukti berhasil. Mungkin tidak 100 persen berhasil secara statistik, tetapi juga jangan lebih banyak gagal daripada suksesnya. Sebagai pembeli franchise, lakukan saja sistem usaha yang sudah disarankan oleh penjual (pemilik) franchise. Jangan encoba-coba melakukan kreatifitas di luar sistem, apalagi yang dilakukan secarqa ekstrim atau bertolak belakang.

Untuk pertanyaan mengenai prospek bisnis yang didasari kekayaan inelektual, apabila kita hanya melihat paramater keadaan sekarang, saya tentu saja sangat pesimis. Mengapa? Karena hari ini kita punya produk baru, besok tiruannya sudah ada di pasaran, dan jumlahnya sudah lebih besar dari produksi kita sendiri. Dan dalam bisnis, seringkali saya menekankan pada teman-teman pengusaha yang saya dampingi, jangan hanya berpatokan pada logika dan keadaan saat ini.

Teman-teman di Dompet Dhuafa pernah memakai satu potong kalimat bagus ketika terjadi bencana gempa di Yogya. Gusti Allah mboten sare. Tuhan tidak tidur. Dan Ia bisa memberikan rejeki kepada siapapun, dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Coba lihat Microsoft dan Bill Gates. Di Indonesia, produk Microsoft adalah obyek ’perkosaan’ para pengguna komputer di sini. Tapi kita sama-sama tahu, sampai saat ini nama Bill Gates belum bisa digeser dari posisi pertama orang terkaya di dunia. dan saya pikir, Bill Gates dan Microsoftnya sudah hampir sampai pada posisi iklhas atas pembajakan karya mereka di Indonesia.

Dan berabad-abad silam, Rasulullah sudah mempraktekkan keikhlasan dalam kadar yang lebih tinggi. Mengapa? Karena kalau mengingat kekayaan intelektual, beliau adalah satu-satunya penerima wahyu dari Allah. Kalau saja saat itu beliau berpikir untuk ‘mematenkan’ wahyu Allah dalam bentuk Al-Qur’an, pastilah sampai sekarang royalti atas kekayaan intelektual itu masih terus mengalir ke rekening beliau. Jadi, jangan takut dibajak. Lakukan saja dengan ikhlas.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Konsultasi Terkait

Terkait lainnya

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com