Klinik Bisnis
Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha
bersama Ir. Zainal Abidin
Rencana Awal Buka Usaha
Rabu, 16 Apr 08 05:33 WIB
Alhamdulillah saya menemukan klinik bisnis ini,
Salam kenal Pak Zaenal,
Begini pak, saat saya ini sudah bertekad untuk membuka usaha. Saya memang masih karyawan, tapi pengen segera menjadi pengusaha. Memang betul masalah modal memang menjadi sandungan klasik untuk memulai usaha.
Beberapa waktu lalu saya beranikan diri menyewa sepetak ruko kecil, ya walaupun saya belum punya uang. Transaksi hanya saya lakukan dengan mambayar uang tanda jadi. Untuk pelunasannya diberi tenggang kira-kira satu bulan.
Lalu, saya berencana untuk ambil kredit ke bank dengan jenis KTA (kredit tanpa agunan) karena blm punya sesuatu utk dijaminkan. Dengan bunga 1. 84% per bln. Jumlah kredit 8 juta.
Rencana saya begini:
* Sebagian uang pinjaman digun pinjaman untuk sewa tempat, set up awal, & modal awal, dll
* Sisa modal, untuk cadangan cicilan hingga 6 bln ke depan (dg asumsi usaha blm bisa berjalan).
* Risiko, kalo blm ada hasil berarti saya harus mengambil gaji saya untuk nutup cicilan bank.
Ide usahanya adalah toko roti, snack, dan juga terima pesanan. Pasokan ambil dari supplier dan sebagian kecil membuat sendiri.
Kemudian juga untuk masalah perputaran modal, apakah dengan modal sebagian ataukah semua dihabiskan untuk modal?
Dengan harapan bahwa setelah berjalan akan mendapat pemasok-pemasok dengan sistem konsinyasi.
Atau bagaimana sebaiknya menentukan modal awalnya (modal untuk membeli barang-barang dagangannya)?
Begitulah kira-kira rencana saya, bagaimana menurut Bapak? Atau malah ada alternatif lain...:))
Terimakasih
Salam Sukses
Arya
Jawaban
Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Bung Arya. Dalam awal surat, anda menyatakan bahwa masalah modal adalah batu sandungan klasik dalam memulai usaha. Mungkin benar menurut anda. Tapi bagi saya, hal itu adalah kesalahan yang paling besar. Modal hanya akan jadi kendala terbesar jika orang-orang yang ingin menjaid pengusaha, ingin segera cepat besar, sekalipun akar kepengusahaannya belum kokoh. Mungkin tipologinya seperti anda. Belum memiliki dana cukup besar, dan berusaha mendapatkan modal dengan meminjam dari bank dalam bentuk kredit tanpa agunan.
Bagi orang-orang yang bersedia memulai usaha dari dari titik paling bawah, bersedia dididik oleh pengalaman di lapangan, urusan modal bisa jadi masalah yang ke lima belas. Nggak masuk hitungan. Bagi mereka, masalah terbesar adalah masalah mental. Ketika mereka sudah bersedia masuk dalam kawah candradimuka berupa kegagalan dan kegagalan, maka masalah itu bukan lagi masalah besar. Mereka adalah orang-orang yang pasti sukses. Hanya tinggal menunggu waktu saja.
Bung Arya. Jika yang anda tanyakan adalah alternatif, dalam pikiran saya ada begitu banyak alternatif. Bahkan saya harus nyatakan pada anda, bahwa mencari alternatif sama seperti memetik angin di udara. Opini saya, apa yang sudah anda rencanakan, sudah menunggu untuk dilaksanakan. Berhasil atau tidak, tidak ditentukan di atas kertas, tetapi lebih pada pelaksanaan di lapangan.
Saran saya, mulai lah dengan modal paling kecil, di mana anda tidak akan pingsan atau mati mendadak jika usaha itu mengalami kerugian. Setelah mulai, anda pasti akan dapat hasil dalam waktu yang tidak terlalu lama. Jika hasilnya belum menggembirakan, coba ubah strateginya (ganti dagangan, ubah cara jualan dan sebagainya). Jika hasilnya bagus, tambah modalnya. Tambah mata dagangannya. Kalau perlu, perbesar tokonya.
Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.
Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin





