Klinik Bisnis
Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha
bersama Ir. Zainal Abidin
Bisnis Kopi dan Rokok
Jumat, 11 Apr 08 06:47 WIB
Yth. P. Zainal,
Saya tinggal di perumahan, saat ini saya buka warung kecil di rumah, memang lakunya tidak seberapa. Tetapi yang saya amati barang di warung saya ini yang paling laku cuma rokok dan kopi, yang lain-lainnya kurang begitu laku. Pertanyaan saya, cocok apa enggak kalau saya membukatoko kecil dengan spesialisasi rokok dan kopi saja? Memang di sekitar saya sudah banyak warung kecil yang bermunculan.
Terimakasih atas sarannya.
Nooryani
nooryani at eramuslim.com
Jawaban
Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Mbak Noor. Dalam keseharian, ada hukum pareto (80: 20). Hukum ini bisa diartikan bahwa 80 persen penghasilan warung anda, dihasilkan oleh 20 persen produk yang anda jual. Dugaan saya, rokok dan kopi adalah 20 persen dari jumlah produk yang anda jual, tetapi menghasilkan omset sebanyak 80 persen.
Penerapannya dalam bisnis, adalah benar jika anda memutuskan untuk fokus berjualan pada 2 jenis produk, yaitu kopi dan rokok. Tapi ingat, untuk pertimbangan kelengkapan produk, adna perlu menyediakan produk lain dalam jumlah nyang tidak terlalu banyak. Kopi dan rokok lah yang perlu anda sediakan dalam jumlah besar. Itu pertimbangan bisnis murni.
Pertimbangan lain, adalah pertimbangan kemanusiaan. Anda tahu, berapa angka belanja rokok orang Indonesia setiap tahun? Tidak kurang dari 150 tiriliun rupiah. Uang sebanyak itu, kalau semuanya adalah pecahan 50.000-an yang disambung-sambung, akan sama dengan membuat untaian uang rupiah bumi – bulan 7 kali bolak-balik. Itu leluconnya.
Yang pasti, 80 persen perokok, adalah orang-orang miskin, yang mungkin bosan hidup dalam kemiskinan, sehingga memilih merokok untuk mempercepat kematian. Ingat, merokok bisa merusak kesehatan. Dan peringatan itu tercantum dalam setiap bungkus rokok.
Hebatnya lagi, ’orang-orang miskin’ itu, membelanjakan uangnya untuk membeli produk yang membuat 5 atau 6 orang menjadi bagian dari 10 orang terkaya di Indonesia.
Saran saya, seberapapun keuntungan yang anda peroleh dari rokok, sebaiknya jangan anda jual. Jangan jadikan diri anda, atau keluarga anda menikmati kehidupan dari ’aksi bunuh diri pelan-pelan’ orang lain. Betul, pajak yang disetorkan perusahaan rokok pada negara sangat besar, tetapi biaya sosial yang dikeluarkan masyarakat dan negara jauh lebih besar lagi.
Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.
Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin




