Ir. Zainal Abidin

Klinik Bisnis

Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha

Kirim Pertanyaan

Punya Kebun Apel Tapi Tidak Produktif?

Rabu, 30 Apr 08 06:23 WIB

Ass. Wr. Wb

Bung zainal, mertua saya punya kebun apel seluas 7900 m2 dan 1000m2 di daerah batu malang, yangsaat ini dikelola oleh saudara angkat.

Hanya saja mulai dari beli ditahun 80-an sampai sekarang anehnya selalu rugi, ada saja alasan mulai dari panenyanggagal, pupuk mahal, operasional dll

Memang konsepnya bagi hasil keuntungan, yaitu pengelola memodali usaha penanaman dan pemilik menyediakan tanahnya, keuntungan bagi dua. Ada usaha untuk menjual saja tanah itu, tapi sampai saat ini juga belum laku.

Mohon masukan bagaimana sebaiknya mengelola tanah tersebut. Apakah sebaiknya dijual saja atau dicari pengelolayangmau menjalankan secara profesional? Karena saudara angkat jadi serba tidak enak

Terima kasih

Jimmy mahardhika

Jogjakarta

Jimmy Mhardhika
jimmydikha at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Jimmy. Saya pernah tinggal cukup lama di Batu Malang. Di sana saya kenal dengan salah satu pemilik kebun apel yang memfungsikan kebun apelnya sebagai lokasi wisata. Dan dari perkembangan fisik yang saya temui, usaha yang dilakukannya cukup menguntungkan.

Ini terlihat dari bertambahnya bangunan-bangunan permanen di sekitar kebun apel (sebagai hotel), dan perluasan atau diversifikasi usaha di bidang properti. Jadi, kalau saat ini anda menyatakn bahwa usaha perkebunan apel anda selalu merugi, mungkin bukan karena kebun apelnya, tetapi karena salah pengelolaan, atau anda belum menemukan cara yang tepat dalam mengelola kebun apel itu.

Bung Jimmy. Dalam sebuah usaha dengan sistem bagi hasil, sebaiknya para pihak yang terlibat dalam usaha, memiliki tugas tertentu. Sebagai pengelola, tentu saja mereka memiliki tugas untuk menyiapkan modal usaha, mengelola usaha sampai pada pengelolaan hasil panen.

Anda sebagai pemilik lahan, sebaiknya juga mengambil tugas yang lain, misalnya mengawasi jalannya usaha. Sekali-sekali, datanglah ke lokasi perkebunan untuk mengetahui, apakah lahan yang ada dipupuk dengan benar. Di saat panen, hadirlah untuk menyaksikan jumlah apel yang berhasil di panen. Cara-cara seperti ini, bisa menghindarkan anda dari menuduh yang tidak-tidak pada mitra usaha.

Bung Jimmy. Untuk anda, ada banyak pilihan. Anda bisa mengambil alih pengelolaan. Hal ini bisa anda lakukan jika anda merasa mampu untuk melakukannya. Pilihan lain, anda bisa memberikan kepercayaan lagi kepada saudara angkat anda, dengan aturan-aturan yang lebih ketat. Misalnya, anda diberi wewenang untuk mengawasi jalannya operasional perusahaan. Atau pol bagi hasilnya diubah menjadi pola sewa-menyewa. Di sisi anda, tidak dirugikan, dan di sisi saudara angkat anda, anda dorongan semangat supayatidak ugi. Pilihan lainnya, bisa saja anda mencari pengelola yang lebih profesional, atau bahkan anda jual saja kebun apel itu.

Bung Jimmy. Sebagai konsultan, tuga saya hanya menyediakan pilihan untuk anda pilih. Andalah yang memilih, karena anda pula yang akan merasakan akibatnya. Saran saya terakhir, pertimbangkan masak-masak pilihan anda, dengan menginventarisir potensi keuntungan dan kerugian berbagai alternatif pilihan anda.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Konsultasi Terkait

Terkait lainnya

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan
© 2000-2008 eramuslim.com