Ir. Zainal Abidin

Klinik Bisnis

Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha
bersama Ir. Zainal Abidin

Kirim Pertanyaan

Bingung Masa Depan: Kelola Bisnis Keluarga/merantau?

Senin, 23 Jun 08 08:06 WIB

Assalamu'alaikum wr, wb.

Bapak Zainal Abidin yang terhormat,

Alhamdulillah selama ini saya bekrja dg sudara sepupu, walupun tidak ada gaji tetap. Saya lulusan S1dgn IPyangpas2-an. Danuntuk saat ini sudah masuk bulan ke 8: fotocopy & percetakan yang omset perbulannya sedikit, dan untuk tahun ini saudara saya sedang merintis semacam LPK.

Dgn berjalan waktu sekarng LPK hrs meyiapkan segala-galanya, padah perlu dana besar untuk itu. Sehingga sudara saya melimpahkan bisnis FCopy & cetakan kepada saya. Kemarin menawari saya dengan gaji 400ribu/buln.

Yang jadi pertanyaan, selama ini FC beroperasi sebulan penuh tanpa libur, buka jam 9-22. 00 dengan 1 operator & saya.

Apakah dg gaji itu sepadan dengan kerja? Dan Selama ini saya hrs menafkahi diri saja sudah sulit, bagaimana ustad saya harus bagamana agar masa depan saya, orang tua saya bisa bahagia.

Mudah-mudahan bisa segera dijawab.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

Wassalamu'alaikum wr, wb.

Cahyo Andoxs

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Cahyo. Anda adalah sedikit dari orang Indonesia yang beruntung bias sekolah dan menyelesaikan S1. jangan pernah menyebut nilai pas-pasannya, jika itu hanya sekedar menambah beban hidup anda. Berbanggalah, karena sebagian penduduk negeri ini, untuk sekedar lulus SD saja pun sulit.

Bung Cahyo. Pertanyaan anda soal terus bekerja atau mencari jalan sendiri, saya kembalikan dalam bentuk pertanyaan. Pantaskah anda, sebagai sarjana, dihargai dengan gaji sebesar Rp 400.000, - per bulan untuk bekerja setiap hari, sebulan penuh tanpa libur? Jika jawaban anda pantas, lanjutkan saja. Terima saja. Jangan mengeluh. Itu konsekuensi anda menjawab pantas. Tapi jika jawaban anda tidak pantas (untuk anda ketahui, kalau saya jadi anda, ini adalah jawaban saya!), anda harus berani menolak dan mencari aktivitas lain.

Mencari aktivitas lain, memang bukan pekerjaan mudah. Dan perjalanan menuju tangga yang lebih tinggi, apalagi dalam kehidupan, juga bukan perkara mudah. Akan ada resiko yang harus anda tanggung. Akan ada harga yang harus anda bayar. Tapi, jika anda tidak berani bayar harganya, tidak berani ambil resikonya, tidak akan ada yang berubah. Perubahan memang terkadang menyakitkan. Tapi orang yang tidak mau berubah, akan merasakan sakit yang lebih parah. Dan ia akan merasakannya di saat-saat tubuhnya tidak lagi memiliki kekuatan. Dan di titik itu tidak ada kata lain selain penyesalan. Saya berharap, anda tidak mengalaminya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Jay

Konsultasi Terkait

Terkait lainnya

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com