Klinik Bisnis
Konsultasi Kewirausahaan, Mempersiapkan, Membangun Usaha
bersama Ir. Zainal Abidin
Menejemen Keuangan
Senin, 23 Jun 08 08:07 WIB
Salam alaik
Saya memulai usaha percetakan skitar 2 thn lalu. Dengan tanpa menggunakan modal sedikitpun. Awalnya hanya dengan meminjam bendera orang kemudian mencari oreder. Tp alhamdulliah skrg saya mendapat kepercayaan dari saudara-saudara sayadengan mereka berinvestasi utnuk usaha saya. Dengan dana itu akhirnya saya bisa mengerjakan cetakan sendiri walalupun belum punya mesin cetak, yaitu dengan hanya membayar ongkos cetak, yang lainnya saya akomodasi sendiri, seperti pengadaan bahan baku, finishing dan sebagainya.
Namun demikian usaha saya sekarang sedang sepi. Orederan berkuarang. Sementara di lain pihak, sodara saya tetap meminta bagi hasil bulanan. padahal uang modal produksi pun sudah berkurang utnuk biaya operasional saya selama tiga bulan ini..
Bagaimana saya menyikapi hal ini.
Terimakasih atas jawabanny6a
Wassalam
June
June
Jawaban
Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Bung June. Dunia usaha, semakin lama akan semakin ramai dengan pesaing. Apalagi jika usaha itu punya prospek yang bagus. Tapi jangan khawatir. Anda bisa kembali ke ’zaman kejayaan’ anda beberapa waktu lalu, jika anda bisa mengubah tindakan anda. Anda sudah pernah berjaya. Dan kejayaan itu sangat mungkin berulang kembali.
Bung June. Lakukan introspeksi. Apa yang sudah anda lakukan di awal usaha dulu. Berapa banyak penawaran yang sudah anda ajukan. Strategi apa yang sudah anda lakukan. Bagaimana anda mengatur pola keuangan anda, sehingga dari tanpa modal, anda bisa mendapatkan banyak keuntungan. Jawaban dari berbagai pertanyaan itu, kemudian anda tanyakan kembali pada diri anda, dikaitkan dengan kondisi diri anda sekarang. Misalnya, mana lebih banyak, penawaran yang sudah anda lakukan dulu dengan sekarang? Dibandingkan dahulu, saat ini anda lebih rajin atau lebih malas. Coba identifikasi, barang konsumtif apa saja yang sudah anda miliki, sepanjang usaha anda berjalan? Motor, mobil, rumah, televisi dan sebagainya. Tanyakan, barang-barang itu anda butuhkan atau anda inginkan.
Bung June. Kejadian anda hari ini, adalah akibat perbuatan anda. Jadi, kalau usaha anda sekarang sedang sepi order, jangan salahkan orang lain. Para kerabat anda, yang meminta bagi hasil sekalipun order sedang sepi, mungkin sudah anda beri janji surga. Dahulu anda tidak kesulitan membayarnya, karena pekerjaan sedang ramai. Tapi ketika order sedang sepi seperti sekarang, anda yang kesusahan. Pertanyaan saya, apa yang sudah anda janjikan kepada para kerabat anda? Bung June. Jika anda tidak ingin kesulitan ini berlanjut, bicarakan persoalan anda dengan para kerabat anda, yang sudah menitipkan dananya kepada anda. Berikan pilihan kepada mereka, apakah ingin uangnya dikembalikan, atau dit diteruskan dengan konsekuensi pembayaran bagi hasilnya dikurangi atau bahkan ditunda. Jika mereka minta dilanjutkan, alhamdulillah. Jika mereka meminta dananya dikembalikan, dengan lapang dada, anda harus menerimanya, karena itu bukan uang anda. Itu hanya titipan.
Setelah itu, berusaha lah dengan kemampuan anda. Jangan ulangi kesalahan yang sama. Belajar lah dari setiap peristiwa. Insya Allah anda akan mampu melewati ujian-ujian berat ini.
Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.
Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Jay





