Assalamualaikum.
Saya ingin buka usaha konfeksi, saya tidak berpengalaman soal konfeksi. tp adik ipar ahli menjahit dan kakaknya buka usaha konfeksi didaerah lain. Nah saya rencana ingin kerjasama dengannya.Dia tinggal dikota bandung sedangkan saya diluar negri. Mohon pendapatnya bagaimana kami bisa memulai bisnis tersebut. Sya hanya sbg investor sedangkan yg ngejalainin semua adik saya.tanks.
wass
sarah
Wa'alaikumussalam Wr.Wb.
Ibu Sarah yang dirahmati Allah. Dalam kasus ini artinya ibu berperan sebagai investor yang menanamkan sejumlah uang dalam bisnis konveksi yang akan dijalankan oleh adik ibu.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kerjasama semacam ini:
Pertama mitra bisnis yang akan diajak bekerjasama (dalam hal ini adik ibu) haruslah orang yang SANGAT AMANAH karena ini menyangkut tentang masalah uang.
Kedua, harus dibuat perjanjian hitam diatas putih tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak (antara ibu dan adik ibu) serta berapa porsi bagi hasilnya untuk masing-masing pihak.
Ketga, ibu harus memastikan bahwa prospek bisnis ini baik dan menguntungkan serta memiliki resiko yang juga ibu ketahui (jangan semata2 bicara untung saja tapi juga bagaimana bila rugi) dikarenakan pastilah ibu menginginkan investasi yang ditanamkan mendapat hasil yang lebih tinggi bila hanya uang tersebut ditanam di bank...
Keempat, harus dibuat mekanisme kontrol,pengawasan dan pelapor tentang perkembangan bisnis ini mengingat ibu ada di luar negeri sementara bisnis ini ada di dalam negeri. Ibu bisa meminta laporan tiap bulan yang dikirim via email lengkap dengan laporan keuangan dan print rekening tabungan atau rekening korannya dan secara berkala (bisa sebulan sekali atau 3 bulan sekali) bagi hasil langsung ditransfer ke rekening ibu...
Semoga Bermanfaat.
Belajar Lagi Lebih banyak tentang bisnis dengan mengklik disini
Valentino Dinsi
(Spiritual Entrepreneur beralamat di www.valentinodinsi.com dan www.bisnis2121.com dan www.mandiri4sukses.com)
Ada yang menarik di ajang Islamic Book Fair (IBF) 9th 2010 di Istora Senayan, Kamis (11/3) lalu. Sekelompok .jerapah kecil. menyambangi stand Bank Syariah Mandiri untuk menabung. Wow! Jerapah menabung?!
Impian untuk memiliki rumah barang tentu menjadi impian setiap orang. Berawal dari keinginan untuk memiliki rumah sederhana dengan harga yang murah, ketika mencari, mencari dan mencari bertemulah aku pada seorang wali murid yang tinggal disebuah perumahan, yang walaupun lumayan jauh dari tempat aku mengajar.
Saya sudah menjadi salah satu nasabah bank syari.ah, dan merasa nyaman dengan produk yang ditawarkan juga tidak ada keraguan di hati dengan urusan riba. Alhamdulillah pada tahun 2009 saya dan suami mendapat kesempatan untuk menjadi tamu Allah.
Gampang-gampang susah mencari bankir syariah. Meski stok SDM melimpah, bahkan banyak yang menanyakan ke redaksi ib.eramuslim.com mengenai lowongan bankir syariah, tidaklah begitu saja masalah bankir syariah terpenuhi.
Bank syariah, bagi Fahrizal, adalah sebuah keberkahan tak terkira. Keyakinannya terhadap sistem ekonomi syariah yang rahmatan lil .alamin membuatnya percaya kepada bank yang ber-tagline "Pertama, Murni Syariah". Kenapa?
Melarang atau menutup informasi, tidak akan efektif dalam memfilter pengaruh negatif dari media informasi, terutama internet, karena letaknya bukan di medianya, tapi pada individu itu sendiri, sejauh mana dia memiliki imunitas.
Sosok yang bercitra mulia ini selalu hadir di lokasi-lokasi bencana. Baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Kadang hadir apa adanya, tanpa seragam dan atribut.