Mohon Refrensi buku-buku tentang kiat-kiat menjadi Entrepreneur sukses

Kamis, 19/11/2009 16:26 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan

Bapak Valentino Dinsi yang saya hormati. Ass. Wr. wb.

Nama saya Wahyudin dari Bali. Saat ini saya bekerja sebagai pedagang kecil di sebuah kota di bali.Saya ingin sekali meningkatkan usaha yang selama ini saya jalani.tapi saya bingung bagaimana caranya agar usaha yang saya jalani ini cepat berkembang untuk itu Kepada Bapak Valentino Dinsi saya mohon saran dan refrensi buku kiat-kiat menjadi pengusaha sukses. Untuk Bapak ketahui saya seorang pedagang keliling alat-alat Rumah Tangga dan keuntungan Bruto saya 50-100rb Perhari.

dan Bagaimana kiat- kiat melihat peluang Usaha?

Demikin pertanyaan saya sebelumnya saya ucapkan terima kasih.Wassalamu'alaikum...Wr..Wb

wahyubick

Jawaban

Wa'alaikumussalam Wr.Wb

Bapak Wahyudin yang dirahmati Allah. Untuk meningkatkan omzet bisnis bapak diperlukan sebut tool atau alat. Disini akan saya perkenalakan sebuah metode yang dikembangkan oleh Brad Sugars seorang Business Coach yang juga seorang billionaire di Australia. Ilmunya bernama LEVERAGE. Ilmu ini hanya khusus digunakan untuk meningkatkan omzet dan profit bisnis. Ada lima langkah dari leverage. (Detailnya bisa di baca di buku ke 8 saya JANGAN MAU SEUMUR HIDUP JADI ORANG GAJIAN jilid 2, bisa dipesan di www,valentinodinsi.com)

Pertama perbanyak jumlah prospek atau calon pelanggan. Agar omzet kita naik maka kita harus memperbanyak calon pelanggan kita dengan cara melakukan promosi untuk membuat orang yang tau bisnis kita semakin banyak. Cranya bisa dengan membuat spanduk, brosur, iklan, sms, web site, dll. Intinya lakukan aktifitas yang membuat orang banyak tau bisnis, produk atau jasa yang kita jual.

Langkah kedua adalah melakukan konversi. Semakin banyak orang tau bisnis kita, maka semakin besar kemungkinan bisnis kita dibeli orang lain. Konversi disini maksudnya adalah menyaring  calon pelanggan kita. Bisa jadi 1000 orang tau bisnis kita, tapi belum tentu semua orang itu mau membeli bisnis kita. Katakanlah ada 10 % saja orang yang membeli, artinya kita mendapatkan 100 orang pembeli. Konversi dapat dilakukan dengan cara memberi diskon, bayar 1 dapat 2, coba gratis, dst. Ada orang2 tertentu yang memang suka dengan hal2 itu.

Langkah ketiga adalah memperbanyak jumlah pembelian. Kita dapat meningkatkan omzet bisnis kita dengan membuat konsumen ketagihan untuk belanja. Contohnya dengan memberikan voucer belanja senilai 50 rb maka bisa jadi bulan depan dia akan berfikir untuk membeli lagi produk2 seharga 100 rb, toh hanya bayar 50 ribu saja alias jadi seolah didiscount 50%, dst

Langkah keempat adalah memperbesar rata-rata pembelian. Misalkan seorang penjual nasi padang suatu saat ada pelanggan yang berkata begini,"Uda makan ya dengan telor dadar!" Anda bisa mengira berapa ribu dia harus dibayar? Ya mungkin 4 atau 5 ribu saja. Tapi apa yang terjadi bila diatas meja disediakan kerupuk kulit (Rp.1000), Kacang goreng (Rp.1.000) Coca Colla (Rp.3000). Bisa2 sambil menunggu makanan dia robek kerupuk kulit, habis makan dia makan kacang dan minum coca colla. Jadi ada penambahan berapa ribu?

Langkah kelima adalah margin. Berapa keuntungan yang diperoleh warung padang? kira2 antara 40 sd 50 %. Apakah bisa dtingkatkan? Ya tentu saja bisa. Cranya? Membeli ayam sekaligus untuk 3 hari, begitu juga dengan yang lainnya.Artinya membeli dalam jumlah sedikit dan banyak tentu saja akan mendapat harga berbeda.

Itulah sekilas ilmu LEVERAGE dari Brad Sugar. Untuk jabaran rinci dengan 365 strategi dasarnya bisa dibaca di buku ke  8 saya JANGAN MAU SEUMUR HIDUP JADI ORANG GAJIAN jilid 2, bisa dipesan di www,valentinodinsi.com)

Semoga Bermanfaat.
Belajar Lagi Lebih banyak tentang bisnis dengan mengklik disini

Valentino Dinsi
(Spiritual Entrepreneur beralamat di www.valentinodinsi.com dan www.bisnis2121.com )

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Spiritual Entrepreneur

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang