Usaha Kredit

Selasa, 02/03/2010 10:45 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan

Assalamualaikum pak valentino, semoga rahmat dan berkah allah STW, tercurah untuk anda.

Pak saya mohon bantuan, saat ini saya dan istri sedang usaha kredit pakaian di area perumahan dan kantor tempat saya bekerja. Yang saya ingin tanyakan adalah,

  1. Bagaimana mengelola keuangannya, karena kalau di kantor biasanya saya memberikan kredit satu bulan, tetapi kalau di perumahan biasanya 1 sampai 3 bulan sehingga arus keuangannya lambat.
  2. Bagaimana caranya, agar banyak orang membeli produk yang saya jual, karena sample barang biasanya saya kirim via email.
  3. Bagaimana cara yang efektif menjual barang dan menarik konsumen agar membeli produk saya? (agar pembeli BUKAN hanya area perumahan dan dan kantor saya saja)
  4. Bagaimana cara untuk mengembangkan bisnis ini, karena saya belum mempunyai kios untuk berjualan.

Atas bantuan dan nasehatnya saya ucapkan terima kasih. Salam.

Rian

Jawaban

Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakaatuh

Saudara Rian yang dirahmati Allah berikut jawaban saya atas pertanyaan saudara:

1.Pertama pisahkan antara uang bisnis dan uang keluaraga. Kantong kanan dan kantong kiri. Biasanya bisnis hancur karena kita tidak bisa membedakan mana uang uasaha dan mana uang keluarga. Baru-baru ini seorang teman saya pengusaha media yang cukup besar dengan omzet milliaran perbulan tiba-tiba saja memiliki hutang puluhan milliar. Mengapa terjadi? Karena mereka tidak memisahkan antara uang usaha dan uang keluarga. Suami dan istri seenaknya saja mengambil uang dari perusahaan tanpa bisa dicegah oleh karyawan mereka. Hasilnya, ya hancurlah bisnis mereka. Saran saya miliki catatan usaha walaupun sangat sederhana. Dana kalau kepepet butuh uang tetap dicatat sebagai utang kita kepada perusahaan.

2 dan 3.Agar banyak orang yang membeli pertama Anda harus membuat nilai tambah dulu atas produk yang Anda tawarkan. Semakin banyak nilai tambahnya dibanding dengan produk lain semakin besar kemungkinan produk Anda akan dibeli orang.Kedua tawarkan produk Anda ke banyak orang. Semakin banyak orang yang tau barang yang Anda jual semakin besar kemungkinanannya produk Anda akan dibeli orang. Nah tentang masalah ini lebih detainya Anda bisa baca buku ke 9 saya JANGAN MAU SEUMUR HIDUP JADI ORANG GAJIAN jilid 2 pada bab 18 - www.valentinodinsi.com

4.Bagaimana mengembangkan bisnis ini? Jawabanya hanya satu, yaitu BISNIS SAUDARA HARUS UNTUNG ! Mengapa harus untung? Dengan adanya keuntungan atau dalam bahasa bisnisnya profitabilitas maka saudara akan memiliki uang alias modal yang cukup untuk membeli produk baru, mengembangkan produk baru, menyewa toko, melakukan promosi, merektrut sales, dll. Namun jangan terlalu gegabah dulu dengan menyewa toko untuk ekspansi. Teman saya Roni pemilik Manet Vision malah menutup ke3 tokonya di Tanah Abang dan menjalankan bisnis busanannya lewat internet dan hasilnya? Omzet penjualannya malah naik.

Demikian Penjelasan Saya, Semoga Bermanfaat. Belajar lagi lebih banyak tentang bisnis disini

Valentino Dinsi
(Spiritual Entrepreneur beralamat di www.ayomandiri.org, www.valentinodinsi.com dan www.bisnis2121.com serta www.mandiri4sukses.com

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Spiritual Entrepreneur

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang