ASM Romli

Konsultasi Jurnalistik

Konsultasi Jurnalistik
bersama ASM Romli

Kirim Pertanyaan

Kode Etik Wartawan

Selasa, 3 Jan 06 08:47 WIB

Minta penjelasan tentang KEW dan bagaimana perbedaan antara jurnalis Islam dan lainnya? Terima kasih.

Rakisa
akis at eramuslim.com

Jawaban

Waálaikum Salam wr. wb.


KEW adalah Kode Etik Wartawan, yakni Kode Etik Jurnalistik (Kannos of Journalism). KEW merupakan landasan moral atau etika profesi yang harus menjadi pedoman operasional dalam menegakkan integritas dan profesionalitas wartawan. Untuk wartawan Indonesia pertama kali dikeluarkan dikeluarkan oleh PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) sebagai organisasi tunggal wartawan seluruh Indonesia pasa masa Orde Baru.

Bagi seluruh wartawan Indonesia berlaku KEWI (Kode Etik Wartawan Indonesia), sudah ditetapan Dewan Pers, yang isinya berintikan ketentuan:

(1) Berita diperoleh dengan cara yang jujur. Wartawan selalu menyatakan identitasnya apabila sedang melakukan tugas peliputan;

(2) Meneliti kebenaran suatu berita atau keterangan sebelum menyiarkan (check and recheck);

(3) Sebisanya membedakan antara kejadian (fact) dan pendapat (opinion);

(4) Menghargai dan melindungi kedudukan sumber berita yang tidak mau disebut namanya. Dalam hal ini, seorang wartawan tidak boleh memberi tahu di mana ia mendapat beritanya jika orang yang memberikannya memintanya untuk merahasiakannya;

(5) Tidak memberitakan keterangan yang diberikan secara off the record (for your eyes only);

(6) Dengan jujur menyebut sumbernya dalam mengutip berita atau tulisan dari suatu suratkabar atau penerbitan, untuk kesetiakawanan profesi;

(7) Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan jabatan dan kecakapannya untuk kepentingan sendidi dan/atau kepentingan golongan.

Perbedaan jurnalis Islam dengan jurnalis lainnya adalah jurnalis Islam berpegang teguh pada kode etik tersebut, karena menurut saya, kode etik tadi sudah Islami, sesuai dengan syariat Islam. Jurnalis Islam harus menjadi pionir dalam menegakkan kode etik, selain mengemban misi dakwah (amar ma'ruf nahyi munkar), dan senantiasa berpihak pada kebenaran dan kehormatan Islam dan kaum muslimin.

Wassalamuálaikum Wr. Wb.

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com