Bayu Gawtama

Konsultasi Jurnalistik

Konsultasi Jurnalistik
bersama Bayu Gawtama

Kirim Pertanyaan

Bolehkah Kita Menulis dengan Setting Tempat yang Tidak Terlalu di Jabarkan?

Selasa, 17 Jun 08 14:23 WIB

Assalamu'alaikum wr.ab.

Akhi, saya adalah seorang siswa kelas XII. saya tertarik untuk menulis cerpen. saya membuat cerpen tentang seorang maha siswa yang baru pulang dari universitas prancis. dia bertemu dengan adik angkatnya dan adiknya itu banyak bertanya padanya, terutama lokasi universitas itu. tapi saya hanya mengetahui sedikit, ya... bisa dibilang hanya kulit luarnya aja. so, gimana ya? Apa boleh kalau saya hanya menjelaskan kulit luarnya saja?

Jazakallah khairan katsiran

Assalamu'alaikum wr. wb

Najwa

Jawaban

Assalaamu'alaikum Najwa yang baik

Saya pernah membaca sebuah novel dengan setting Rusia. Ketika bertanya langsung kepada penulisnya, apakah ia pernah ke negeri Beruang Putih itu, jawabannya, TIDAK. Bahkan menurutnya, ke luar negeri manapun ia belum pernah. Tetapi karyanya itu sangat begitu naratif, membuat siapapun yang membacanya bisa membayangkan keadaan Rusia.

Banyak hal yang bisa dilakukan penulis untuk mengeksplor sebuah setting tempat tanpa harus mengunjunginya langsung. Misalnya Najwa ingin menjadikan Universitas Sorbonne di Prancis sebagai settingnya, maka Najwa bisa mencari tahu apapun tentang Sorbonne itu dari internet atau mencari referensi langsung dari orang yang pernah kuliah di sana.

Dalam dunia fiksi, kita memang diperkenankan mengarang cerita atau tempat yang sebenarnya tidak ada dalam kenyataan. Tetapi jika itu menyangkut nama tempat yang sudah ada, maka 'wajib' pula penulis menggambarkannya sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

Goodluck Najwa

Wassalaamu'alaikum wr wb

Gaw

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com