Istri Menolak Bayar Hutang Saudara Suami

Senin, 04/01/2010 12:05 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan

Assalammu'alaikum Wr, Wb

Bu, Saya bekerja di perusahaan swasta dan suami bekerja di BUMN, disamping itu kami juga buka toko. anak kami 2 masih balita. Beberapa tahun yang lalu suami meminjamkan modal kepada adek kandung dan Om nya tanpa sepengetahuan saya. Suami juga meminjam uang di Bank melalui koperasi Perusahaan sistim potong gaji untuk tambahan modal Om nya dengan perjanjian Om nya lah yang akan mengganti sebanyak gaji yang di potong setiap bulan.

Sekitar satu setengah tahun yang lalu suami meminjam uang di Bank dengan alasan untuk membayar hutang kepada temannya untuk menambah modal usaha kami. Enam bulan yang lalu suami kembali meminjam uang ke Bank dengan alasan untuk membayar hutang toko kami, dengan jumlah yang sangat besar. Saya tidak setuju karena terlalu besar. Akhirnya suami mengaku kalau hutang-hutangnya ke teman yang dulu masih belum lunas, saya kaget tapi terpaksa menyetujui.

Dwipa

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu

Sdr Dwipa yang disayang Allah, saya dapat mengerti perasaan Anda. Bagaimana pun, suami yang anda percayai, ternyata meminjamkan uangnya tanpa sepengetahuan anda. Padahal sebagai istri anda tentu keberatan bila ada rahasia yang mungkin saja akan mengganggu keharmonisan rumah tangga anda.

Dalam Islam, sesungguhnya, suami atau istri punya hak penuh atas hartanya; bila istri bekerja, maka hartanya adalah milik dia sendiri. Ia tidak berkewajiban untuk menafkahi suaminya. Tetapi bila ia ingin bersedekah, maka sedekah terbaik adalah yang diberikannya untuk keluarganya. Anda tidak berdosa bila gaji anda, anda gunakan untuk keperluan anda pribadi, tetapi anda akan mendapat tambahan pahala yang berlipat, bila anda mensedekahkan harta anda untuk menutup kebutuhan rumah tangga anda.

Tentang halnya suami, maka kewajiban utamanya adalah memberi nafkah untuk anak istrinya secara ma’ruf. Bila kewajiban nafkah ini tidak ia tunaikan, maka ia berdosa.
Rasulullah saw bersabda : “Dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, dinar yang kamu nafkankan untuk memerdekakan budak, dinar yang kamu sedekahkan untuk orang miskin dan dinar yang kamu nafkahkan kepada istrimu, yang paling besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan kepada istrimu.”(HR Muslim)

Adapun tindakan suami anda, yaitu memberi bantuan kepada saudaranya tanpa sepengetahuan anda, sesungguhnya adalah tindakan yang bisa anda diskusikan. Sesungguhnya, apa yang dia lakukan adalah amalan baik, ia sedang menyambung silaturahim dengan kerabatnya. Anda perhatikan sabda Nabi saw :

“Shadaqah kepada orang miskin bernilai satu shadaqoh. Sementara shadaqoh kepada orang yang memiliki hubungan kerabat/keluarga (dwawil arham) bernilai dua : shadaqoh sekaligus menyambung hubungan silaturahim.”

Lalu mengapa ia tidak menceritakannya kepada anda? Apakah ia menduga, kalau anda tahu, anda akan menolak permintaan bantuan itu? Maka, Sdr Dwipa, bila apa yang dilakukan oleh saudara anda tidak mengganggu kestabilan ekonomi rumah tangga anda, mestinya tidak ada alasan untuk menolak membantu.

“Seluruh makhluk adalah tanggungan Allah, dan yang paling dicintai Allah di antara mereka adalah yang paling bermanfaat bagi tanggungannya (HR Baihaqi).

Berkaitan dengan hutang-hutang sebab om atau adik kandungnya, anda bisa mengajaknya untuk memusyawarahkan masalah ini. Bersikaplah lapang dada saat anda mengajaknya bicara, karena kelapangan anda akan membantu suami anda untuk bersikap secara obyektif antara kebutuhan keluarga intinya dan tanggungjawab pada om dan adiknya. Ajak agar suami bertindak secara terukur dan penuh perhitungan.
Ibu, aturlah emosi anda agar ia nyaman saat berdiskusi dengan anda.Berusahalah agar anda dan suami adalah satu team yang kompak dan terpadu. Sehingga apapun yang anda berdua putuskan, itu adalah keputusan bersama yang tidak mengandung kedzoliman antara satu fihak dan fihak lainnya.

Semoga Allah mengganti kebaikan yang dilakukan oleh suami anda kepada orang lain. Ikhlaskan dan semoga Allah swt mengganti dengan rizki yang berlipatganda dan barokahnya akan menaungi keluarga Anda. Amiin….

Wallahu a’lam bisshawab,

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu

Bu Urba

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Konsultasi Keluarga

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang