Cara Agar Ikhlas Dan Bersabar

Riris – Sabtu, 15 Rabiul Akhir 1430 H / 11 April 2009 07:17 WIB

Assalamualaikum wr..wb…

Ibu Siti yang saya hormati, beberapa waktu lalu saya pernah kirim pertanyaan dengan tema " ingin rujuk dengan mantan suami". Tapi sebelum saya sempat mendapat jawaban ternyata saya mendapati kabar mantan suami telah menikah lagi, padahal usia perceraian kita belum 1tahun. Saat itu saya sangat shock karna mengingat anak saya yang begitu mengharapkan papanya. Hati saya rasanya hancur dan sedih sekali mengapa mantan suami hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan persaan anaknya. Apalagi saya ternyata baru tau kalo saya adalah istri ketiga dr perceraian suami saya sebelumnya. Sampai saat ini saya berusaha mencoba melupakan mantan suami saya dengan cara sholat malam, dan terus berdizkir, tapi mengapa saya sulit sekali untuk melupakan semuanya, dan yang membuat saya sedih anak saya sering menanyakan papanya tapi sampai saat ini papanya tidak pernah peduli apalagi menjenguknya. Tolong saya dikasih saran bu bagaimana agar saya bisa ikhlas dan bersabar menghadapi semua ini. Terima kasih.

Wassalam

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Ibu Rida yang dirahmati Allah swt.,
Saat ini Ibu sedang dalam posisi sebagai janda dengan 1 putra. Saya memahami bahwa Ibu Rida pasti merasa kehilangan akan figur suami. Namun hal ini tidak baik jika berlarut-larut karena akan merugikan Ibu sendiri dan masa depan Ibu serta putra Ibu.
Ibu Rida, mari mencoba melihat persoalan secara obyektif. Bagaimanakah sebenarnya laki-laki sholih itu? Bukankah mantan suami Ibu tidak memenuhi kewajibannya pada anak kandungnya, seperti yang Ibu ceritakan? Hal ini nampak berupa ketidakpedulian atau menjenguk. Mungkin ini merupakan pengabaian baik secara psikologis maupun lainnya/ materi yang merupakan hak anak. Ternyata Ibu juga baru tahu bahwa Anda adalah istri ke tiga kala itu. Masya Allah, jadi selama ini mantan suami tidak pernah berterusterang tentang keadaan yang sebenarnya? Ibu Rida, kejujuran sebenarnya adalah modal penting dalam membina hubungan, jika dalam hal yang sepenting itu suami tidak jujur, bagaimana dengan hal lainnya? Mungkin ketidakjujurannya telah menutupi akhlaknya yang buruk sehingga Ibu gampang dilena oleh bujuk rayunya. Pandanglah masalah ini dari sisi positif, Bu Rida. Anda telah dihindarkan dari tipologi laki-laki yang tidak bisa menjadi pengayom Anda. Ambillah hikmah dari semua kejadian ini, ikhlaskan saja dia. Ternyata belum genap satu tahun juga mantan suami sudah menikah lagi, bukan? Ibu bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini.
Ibu Rida yang dirahmati Allah swt.,

Saya menduga bahwa usia Ibu masih muda, masa depan Anda masih panjang. Fokuslah pada hidup Anda yang lebih baik ke depan. Jangan sampai Ibu gampang dibujuk rayu oleh sembarang laki-laki, karena ini akan membuat Ibu terjatuh untuk kedua kali. Jika Ibu memilih pendamping, lihatlah dari sisi agamanya, insya Allah ini akan lebih abadi. Ketampanan, kekayaan, keturunan hanya bersifat semu, namun agama yang baik akan menjadi penjamin. Jika toh poligami dilakukan, tetap akan memuliakan istri-istrinya dan samasekali tidak akan mendzaliminya.

Ibu Rida, sertakan saudara-saudara seiman sebagai tempat Ibu menumpahkan kesulitan. Bukankah orang-orang mu’min itu bersaudara? Mintalah nasihat mereka, bergabunglah dalam suatu majlis ilmu bersama mereka. Niscaya musibah akan terasa ringan jika dialihkan pada hal-hal positif. Kalau Ibu suntuk dan berdiam pada masalah Ibu, tentu akan sulit melupakannya.

Ibu rida, ikhlas dan sabar adalah positive coping (penyelesaian masalah yang baik) yang akan membantu seseorang dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Ikhlas adalah seseorang yang melakukan suatu amal semata-mata karena Allah swt. Secara istilah juga dikatakan bahwa ma’na ikhlas adalah mengerjakan ibadah atau kebaikan karena Allah swt dan mengharap ridlo-Nya. Jadi kalau suatu perbuatan, misalnya pernikahan, dilakukan tidak untuk mengharap ridlo-Nya, tapi karena duniawi maka dapat dikatakan sudah menyekutukan Allah swt. Na’udzubillahi min dzalik.

Ibu Rida, adapun sabar adalah sifat utama dan dicintai oleh Allah swt.

“Allah mencintai orang-orang yang bersabar..” (QS Ali Imran: 146).

Maukah Ibu Rida mendapat cinta-Nya? Subhanallah…jika Allah telah membersamai kita, tidak ada lagi yang menjadi alasan untuk selalu dalam kesusahan.

” Sungguh Aku memberi balasan kepada mereka pada hari ini karena kesabaran mereka. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang beruntung..” (QS Al Mu’minun: 111).

Semoga Ibu Rida dikaruniai sifat-sifat mulia tersebut dan memetik buah dari keikhlasan dan kesabaran yang Ibu lakukan. Amin.

Wallahu a’lam bisshawab,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu

Bu Urba

Konsultasi Keluarga Terbaru

blog comments powered by Disqus