Ingin Bertobat dari Maksiat

Nugroho – Selasa, 24 Sya'ban 1429 H / 26 Agustus 2008 06:50 WIB

Ibu siti yang saya hormati, saat ini saya sedang bingung. dulu saya pernah berpacaran dengan seorang wanita. saat itu adalah masa-masa terburuk bagi saya karena saat itu saya sering malakukan maksiat dengan pacar saya.sekitar 6 bulan yang lalu kami putus.sekarang ini saya ingin bertobat.

Saya selalu teringat dosa-dosa yang sering saya lakukan dengan pacar saya dulu.saya sangat menyesal.seringkali saya menagis bila teringat masa-masa itu.membayangkan betapa beratnya siksa yang akan saya terima di akhirat nanti.

Ibu, saya ingin bertobat dan bertanggungjawab atas perbuatan saya dulu dengan cara menikahi mantan pacar saya. tapi dia menolak dengan alasan orang tuanya sudah terlanjur benci dengan saya, mereka tahu kalau saya telah merusak anak perempuannya itu. padahal saya sudah bilang ingin bertanggung jawab tapi keluarga mereka menolak. saya bingung Bu…saat ini saya bingung bila hendak mencari jodoh yang lain karena selalu teringat-teringat masa lalu saya.saya mohon masukan dari Ibu atas masalah saya ini…terima kasih..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Sdr. Umar yang dirahmati Allah,

Taubat yang diperintahkan agar dilakukan oleh kaum mu’minin adalah taubat nasuha (yang semurni-murninya) seperti disebut dalam Al-Quran:

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya." QS. at-Tahrim: 8

Kemudian apa makna taubat nasuha itu. Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam kitab tafsirnya, "artinya adalah, taubat yang sebenarnya dan sepenuh hati, akan menghapus keburukan-keburukan yang dilakukan sebelumnya, mengembalikan keaslian jiwa orang yang bertaubat, serta menghapus keburukan-keburukan yang dilakukannya."

Ibnu Jarir, Ibnu Katsir dan Ibnu Qayyim menyebutkan dari Umar, Ibnu Mas’ud serta Ubay bin Ka’b r.a. bahwa pengertian taubat nasuha: adalah seseorang yang bertaubat dari dosanya dan ia tidak melakukan dosa itu lagi, seperti susu tidak kembali ke payudara hewan. Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dengan marfu': taubat dari dosa adalah: ia bertaubat darinya (suatu dosa itu) kemudian ia tidak mengulanginya lagi." Hasan Al-Bashri berkata: taubat adalah jika seorang hamba menyesal akan perbuatannya pada masa lalu, serta berjanji untuk tidak mengulanginya.

Al-Kulabi berkata: Yaitu agar meminta ampunan dengan lidah, menyesal dengan hatinya, serta menjaga tubuhnya untuk tidak melakukannnya lagi.

Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi berkata: taubat itu diungkapkan oleh empat hal: beristighfar dengan lidah, melepaskannya dari tubuh, berjanji dalam hati untuk tidak mengerjakannya kembali, serta meninggalkan rekan-rekan yang buruk. (Madaarijus Shalikin)

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: Sesungguhnya saya bertaubat sekarang. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih." [QS. an Nisa: 17-18]

Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya." (QS. az-Zumar: 53)

Sdr Umar, bersyukurlah kepada Allah karena Allah memberi hidayah di saat Anda masih muda, masih memiliki waktu untuk membuktikan kebenaran taubat Anda, bukan di saat Anda mendekati sakaratul maut. Maka yang perlu Anda lakukan sekarang adalah menjaga taubat Anda agar tetap pada koridor awal ketika Anda ingin bertaubat, jangan sampai dosa kemaksiyatan itu menemui Anda kembali.Tetap dalam tuntunan iman, dalam lingkungan orang shalih dan senantiasa beramal shalih adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menetapi taubat Anda.

Tutuplah masa lalu Anda dan beramallah untuk ke depannya. Adapun tentang mantan Anda, Anda bisa melamarnya baik-baik. Untuk menunjukkan keseriusan Anda, melamarlah dengan restu keluarga Anda. Datanglah bersama mereka (keluarga Anda) dan tunjukkan rasa penyesalan dan maaf Anda terhadap apa yang telah Anda lakukan terhadap putri mereka. Berjanjilah sepenuh hati bahwa Anda akan menginginkan kebaikan untuk masa depan Anda dan putri mereka.

Bila Anda sudah maksimal berusaha, tetapi mereka menolak juga, yakinilah barangkali dia memang bukan jodoh Anda. Allah pasti menyimpan yang terbaik untuk Anda.Bukankah Allah telahberjanji dalamsurat AnNur ayat 26, lelakiyang baik akan mendapatkan perempuan yangbaik? Maka, ketika Anda memperbaiki diri, insyaAllah Allah akan memberi yang terbaik juga buat Anda. Sdr. Umar..tataplah masa depan dengan optimis!

Wallahu a’lam bissshawab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Ibu Urba

Konsultasi Keluarga Terbaru

blog comments powered by Disqus