Menciptakan Komunikasi dengan Orang Tua

Halimatussakdiah – Kamis, 13 Zulhijjah 1426 H / 12 Januari 2006 13:39 WIB

Assalamualaikum wr. wb.

Afwan mbak,
1. Bagaimana cara kita menciptakan komunikasi pembuka dengan orang tua yang kurang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan anak-anaknya, dikarenakan latar belakang pendidikannya lebih rendah dari anaknya sekarang?
2. Bagaimana cara kita menghadapi orang tua yang tidak memberikan izin pada anaknya yang sudah siap nikah, karena orang tua merasa belum mendapatkan jerih payah anaknya(bagi akhwat)
3. Mbak anita, ana ini baru mengetahiu rubrik konsultasi ini, dan ana merasa tertarik dengan tema rubrik dan cara mbak memberikan solusinya. untuk itu ana pengen lebih akrab dengan mbak,so boleh ga’ ana minta nomor hp-nya mbak? Jazakillah sebelumnya atas jawaban mbak.

Wassalam,

Assalammu’alaikum wr. wb.

Saudari Halimah yang baik,

Nampaknya anda sedang merasa bingung bagaimana cara berbicara yang tepat kepada orangtua anda, dikarenakan selama ini orang tuapun tidak terbiasa berbicara dengan anak-anaknya. Rasanya memang sulit untuk membiasakan diri berkomunikasi yang efektif dengan orang tua jika kita jarang melakukannya, apalagi ada jurang usia dan latar belakang pendidikan yang cukup jauh dengan mereka.

Namun tentu saja meski dirasakan agak sulit pasti akan ditemukan jalan yang terbaik untuk anda berinteraksi dengan mereka dan karena keunikan setiap orang maka biasanya jalannya hanya akan ditemukan dengan sistem "trial dan eror" atau coba-coba.

Sebenarnya Allah juga sudah memberikan tuntunan dalam Al-Qur’an bagaimana seharusnya berbicara dengan orang tua yaitu berkata dengan bahasa yang baik dan tidak menyakitkan. Itu sudah merupakan modal dasar yang akan melewati perbedaan umur maupun pendidikan. Dan bahasa yang baik tidak sekedar mengucapkan kata-kata dengan cara yang lembut dan santun namun juga dengan menggunakan bahasa tubuh yang tepat. Dan salah satu cara berkomunikasi yang baik dan efektif antara lain selalu gunakan pesan "saya" untuk mengungkapkan maksud anda, seperti mengungkapkan apa yang anda rasakan atas permasalahan dan akibatnya bagi anda. Sehingga orang tuapun dapat memahami diri anda tanpa merasa dipojokkan.

Selain itu berikan contoh yang dekat dengan keseharian mereka yang dapat lebih memperjelas maksud anda. Dengan menunjukkan hal-hal yang dekat dengan mereka akan membuat mereka lebih memahami, sebagaimana rasulullahpun melakukan hal ini ketika menasehati seorang pemuda yang hendak berzinah. Insya Allah dengan cara dan pendekatan yang baik maka jurang komunikasi yang anda rasakan dengan orang tua akan dapat diperkecil, meski mereka tiidak memiliki pendidikan tinggi sebagaimana anak-anaknya. Wallahu’alambishawab.

Wassalammu’alaikum wr. wb.
Rr. Anita W.

Konsultasi Keluarga Terbaru

blog comments powered by Disqus