Obat Penenang Hati

Siti Urbayatun – Kamis, 4 Sya'ban 1431 H / 15 Juli 2010 07:23 WIB

Assalamu’alaikum wr.wb

Ibu Urba yang selalu di mulyakan ALLAH SWT.

Perkenankan saya bertanya kepada ibu, mungkin jawaban dari ibu bisa membuat hati ku menjadi lebih tenang.

Saya seorang istri yang bekerja untuk membantu suami. kebetulan suatu ketika suamiku bekerja ditugaskan diluar kota,meskipun begitu kita tetap bersama karena aq sering pulang PP,kebetulan kerja suamiku deket dengan kota asalku.

Entah apa yang terjadi, aq menangkap hal yang aneh pada suamiku.Dia sering umpet2 an tentang handphone, dan  sering plng  telat,dan berangkat kerja terlalu awal. hingga akhirnya aq menemukan sms dari WILnya.saat itu pun pertengkaran terjadi,dan diapun mengakui ada hubungan dengan wanita lain dan pengakuan dari dia hanya sebatas temen curhat. bagaikan disambar petir, sakit hatiku. karna pertimbangan anak aq pun memaafkan dia.meskipun  dia sering bersamaku,knp aq tidak bisa melupakan pengkhianatanya,sprtinya aq hidup dibawah bayang2 wanita itu dan kebohongan suamiku. Dalam hatiku aq gak bisa tenang,aq gak mau disakiti lagi.walaupun aq memaafkanya,tp terkadang hatiku benci dan mengutuk dia,aq takut  disakiti lagi,aq juga ingin bahagia.tp aq gak bisa lepas dari pertanyaan2 hatiku yang selalu membuat aq hidup tdk tenang? Apa yang harus aku lakukan bu, biar aq tenang dan mulai percaya lagi sama suamiku?????

Terima kasih

Wasalamu’alaikum wr.wb

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuhu
Ibu Anfi Heppy yang dirahmati Allah,
Anda adalah seorang istri yang bekerja untuk membantu suami, seandainya suami ridlo maka Anda telah melakukan amal yang sunnah karena dapat menginfakkan penghasilan Anda untuk keluarga. Memang perlu dipahami bahwa memelihara perkawinan adalah tugas bersama suami-istri, dan saya memahami bahwa Anda ingin berkontribusi di dalamnya dengan berusaha memaafkan suami untuk kesalahannya. Memaafkan dapat melegakan dan menenangkan jiwa jika Anda lakukan dari hati yang paling dalam; ini sebagai langkah penting untuk kelanjutan rumah tangga yang sudah menghasilkan buah hati, bukankah perjuangan Anda ini demi buah hati Anda juga?
Ibu Anfi, saya memahami bahwa tugas Anda tidak ringan, namun janganlah pesimis, yakinlah bahwa Anda mampu karena Anda mempunyai hati yang seluas samudra untuk mengantarkan perahu perkawinan Anda dan suami sampai pada tujuannya. Memang segala sesuatu harus dievaluasi, oleh karena itu bu, ajaklah suami untuk terbuka tentang alasan dia memilih tempat curhat wanita lain daripada istrinya sendiri. Benarkah ini semata kesalahan suami, atau ada kontribusi kesalahan Anda sebagai istrinya? Nah.. Kalau memang benar suami sudah mau minta maaf, ini harus disertai komitmen untuk menghentikan hubungan dengan wanita lain tersebut. Itu berarti permintaan maaf tersebut sampai pada tahap implementasi untuk pencegahan efek lanjut kejadian ini. Tentu berproses, seiring berjalannya waktu suami insya Allah akan melupakan wanita tersebut jika memang ada kemauan kuat dan dengan izin Allah. Jadi Anda perlu bersabar, rebutlah perhatian suami kembali dengan penampilan Anda yang selalu mempesona di hadapannya. Jangan malah sebaliknya, kusam, sering cemberut, tidak ramah. Seorang laki-laki akan takluk dengan pelayanan yang prima..amin…insya Allah.
Ibu Anfi yang shalihah,
Dari sisi Anda sebagai istri, janganlah hal yang sunnah menjadi mengalahkan hal yang bersifat wajib, Tugas keistrian menjadi kewajiban utama Anda. Evaluasilah pekerjaan Anda sejauhmana berkontribusi terhadap kejadian ini. Untuk mencapai ketenangan hati ada tips illahiyah yakni dengan berdzikr. “Alaa bidzikrillah tathmainnul qulub…”. Sekian…teriring salam dan do’a dari saya. Semoga Allah menghadirkan hati Anda lapang…sejuk..tenang…bak telaga..amin.
Wallahu a’lam bish-shawab
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
bu Urba.

Konsultasi Keluarga Terbaru

blog comments powered by Disqus