Perihal Nikah Bagi duda

Rabu, 27/05/2009 08:14 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan

Assalamualaikum wr. wb

Saya seorang duda yang ditinggal istri wafat 1,5 tahun yang lalu. Berkeinginan untuk menikah lagi namun orang tua saya menyarankan harus menunggu sampai 1000 hari setelah istri meninggal. Bagaimanakah hukum perkawinan nikah lagi dalam Islam bagi seorang duda, apakah harus menunggu setelah 1000 hari? Saya tunggu jawaban dari ustadzah, terima kasih.

Wassalam

Karunia

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu

Sdri. Karunia yang dirahmati Allah swt.,
Saya turut berdo’a semoga Anda diberi kesabaran atas meninggalnya istri dan semoga almarhumah mendapat surga-Nya, amin. Peristiwa yang sudah lebih satu tahun itu memang menjadi bagian penting dari hidup Anda, namun wajar pula jika Anda memikirkan hidup ke depannya lagi bersama wanita yang dapat menerima Anda apa adanya. Saat ini masalah Anda adalah karena orangtua mensyaratkan harus menunggu sampai 1000 hari atau sekitar 3 tahun pasca wafat istri, ini adalah tradisi yang tidak ada dasar hukumnya dalam Islam, Pak karunia. Mungkin kalau orangtua Anda ditanya, juga hanya karena tradisi saja; orangtua masih terpengaruh oleh kebiasaan yang turun temurun tanpa mengetahui apakah ini secara syar’iy ada dasarnya atau tidak dalam Islam. Nah oleh karena itu berbicaralah hati-hati dengan orangtua karena ini menyangkut kepercayaan yang bisa jadi sudah berurat-berakar; kadang-kadang orangtua merasa “tidak enak” pada tetangga, atau khawatir apa kata orang. Justru sebenarnya orangtua perlu dukungan saat ini bahwa pernikahan anaknya yang kurang dari 1000 hari nantinya tidak akan membawa masalah dan apapun kata tetangga tidak perlu dirisaukan.
Sdri. Karunia yang dirahmati Allah swt.,
Memang untuk memahamkan hal ini perlu waktu, perlu strategi, yang tentu saja dimulai dari pengetahuan orangtua sendiri dan sejauh mana keimanan beliau. Saya kira para sahabat Rasulullah saw. juga mengalami benturan ini saat-saat awal islam membawa risalah baru, dimana mereka harus meninggalkan kebiasan-kebiasaan lamanya. Bagi yang tipis keimanannya tentu tak mudah meninggalkan hal yang sudah turun-temurun yang merupakan tradisi jahiliyyah. Salah satu bukti keimanan pada Allah swt adalah ridlo terhadap segenap ketentuan-Nya, rupanya inilah yang perlu diwujudkan pada orangtua.
Sdri. Karunia yang dirahmati Allah swt.,
Mintalah bantuan orang-orang terdekat atau pihak-pihak yang sekiranya dapat mendekati dan memahamkan orangtua Anda. Biasanya kalau orangtua mendapat dukungan dari keluarga besar maka akan lebih mudah dan mantap dalam melangkah. Untuk berbeda dengan orang pada umumnya, memang butuh kemuan kuat, apalagi ini mempunyai nilai da’wah yang pasti akan mendapat tantangan dari pihak-pihak yang tidak suka. Nilai dakwahnya adalah Anda dan keluarga dapat menunjukkan mana aturan Islam yang benar dan mana yang tidak, meskipun untuk perjuangan ini perlu dilakukan secara smart sehingga tidak menimbulkan madharat yang lebih besar. Berilah waktu pada orangtua untuk berpikir, belajar dan akhirnya memulai hal yang lebih diridloi-Nya. Semoga Allah swt. memudahkan, amin.

Wallahu a’lam bisshawab,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu

Bu Urba

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Konsultasi Keluarga

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang