Suami Menikah Lagi, Saya Ingin Cerai

Assalamualaikum Wr Wb

Ibu yang baik

Saya seorang ibu dari satu putri yang berusia 6 tahun, saya bekerja. Saya sedang galau, setelah 7 tahun menikah, suami saya ketahuan menikah lagi. Ternyata Pernikahannya sudah berlangsung selama setahun. Meskipun dia mengatakan akan menceraikan wanita itu, tapi saya tidak percaya, apalagi belakangan dia banyak bohongnya.

Hal ini yang membuat saya ingin bercerai karena selama saya menikah saya juga tidak bahagia karena kerap diperlakukan kasar. Tapi saya tidak bisa menyampaikan hal itu kepadanya, terakhir malah dia mengancam mau menceraikan saya, dia marah karena saya cari tahu soal perkawinannya yang kedua. Tapi entah kenapa tiba-tiba saya takut diceraikan, saya takut kebahagian anak saya hilang.

Ibu saya harus bagaimana? Saya sangat tertekan dengan kondisi ini. Karena setiap saya tanya suami saya soal pernikahannya yang kedua dia selalu marah-marah, terakhir malah berakhir dengan pukulan dimata saya. Mohon nasehatnya.

Wassalam

Salsa

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Ibu Salsa yang dirahmati Allah swt.,

Saya turut prihatin membaca kenyataan yang Anda hadapi. Betapa kecewa Anda mendapati suami yang berperilaku kasar dan berbohong pada Anda. Ibu Salsa, semoga Anda dikaruniai pikiran jernih, hati lapang dan iman yang teguh agar dapat bertindak yang tepat. Apalagi ada buah hati yang masih kecil yang tentunya masih menginginkan keutuhan Ayah-Bundanya, dalam kerukunan, tanpa kekerasan yang akan dilihat anak tentunya.

Ibu Salsa, seperti yang pernah saya sampaikan di rubrik ini sebelumnya, ada beberapa tipe penyelesaian masalah. Mungkin banyak tipe lain yang belum terungkap. Tipe orang yang menyelesaikan masalah berfokus pada problem akan mencari akar masalah dan menyelesaikannya.

Tipe orang yang menyelesaikan masalah berfokus pada emosi akan mencari cara-cara agar ia tetap dapat beremosi positif ketika menghadapi masalah meskipun masalahnya belum dapat diselesaikan.

Ibu Salsa dapat mencoba-coba cara ini dan memilih yang paling tepat, yang paling mungkin saat ini dilakukan atau mengkombinasikannya. Misalnya ibu dapat mencari tahu, kenapa suamiku menikah lagi? Nah, Ibu dapat introspeksi diri atau menelaah apa sebenarnya yang menjadi alasan utama suami beristri lagi, apalagi tanpa memberitahu Anda.

Ubahlah sikap untuk meraih cinta suami kembali. Tetapi mungkin sulit menemukan jawabnya, apa salahnya jika Anda bertanya langsung pada suami dengan hati-hati. Kalau Ibu bertanya dengan emosional, pasti suami marah, kan? Atau malah menempeleng seperti yang pernah Ibu alami. Bertanyalah dengan kepala dingin, hati lapang dan ikhlas.

Ibu Salsa, apakah tabiat suami yang kasar, suka berbohong juga nampak ketika awal pernikahan dulu atau hanya akhir-akhir ini? Kalau sejak awal memang kasar, mungkin ini sudah menjadi karakternya. Berarti lebih extra usaha untuk merubahnya. Namun jika sebelumnya suami adalah orang yang lembut dan jujur mungkin ini akan lebih mudah. Namun tak ada yang tak mungkin. Ibu harus tetap optimis dan berusaha menemukan kembali sesuatu yang hilang, yang dulu kalian miliki dalam rumah tangga.

Apa itu? Pertama: komitmen; kedua: komunikasi. Jika komitmen sudah hilang, apa boleh buat. Jika komunikasi tidak jalan, maka masalah akan berlarut-larut. Ibu Salsa, cara penyelesaian masalah dengan kembali pada prinsip-prinsip agama adalah pilihan pertama yang insya Allah akan memberi jalan menuju solusi terbaik. Berkomitmen pada tujuan luhur pernikahan, yakni beribadah pada Allah. Sekalipun kenyatannya saat ini Anda dimadu, apaboleh buat. Tetapi Anda tetap dapat beribadah pada Allah dengan mengikhlaskan suami Anda menjadi milik isteri kedua. Bukankah pengorbanan yang tinggi juga memberi pahala yang berlipat. Bukankah pahala itu juga sesuai kadar kesulitannya? Bukankah surgapun bertingkat-tingkat? Jadi Anda tak perlu risau Allah akan mengabaikan semua pengorbanan Anda.

Selain itu, saat ini Ibu sarankan Anda menghubungi pihak ketiga dari keluarga Anda maupun suami jika ada kebuntuan. Berkonsultasilah pada keluarga yang Anda segani untuk menengahi persoalan ini. Tentu saja, jalan di depan Anda masih panjang. Allahu ma’ashshabirin. Semoga Allah swt.memudahkan. amin.

Wallahu a’lam bissshawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ibu Urba