Suami Suka Browsing Foto & Video Porno

Amica – Senin, 6 Rabiul Awwal 1430 H / 2 Maret 2009 11:23 WIB

Assalamualaikum Wr Wb,

Bu, suami saya suka sekali bergadang untuk browsing foto-foto atau video porno. setiap kali saya dekati, dia langsung mengganti tab komputer ke situs lainnya.. dan setiap saya ajak untuk tidur atau saya sengaja duduk didekat dia, dia langsung marah merasa terganggu.

Bu, hukum nya dalam islam melihat atau menonton sesuatu yang berbau porno itu apa? bagaimana caranya merubah perilaku suami bu? padahal ibadahnya sudah cukup baik, tapi kenapa hobinya seperti itu?

Mohon penjelasan ibu…terima kasih.

Wassalamualaikum Wr Wb

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Ibu Amy yang semoga dicintai Allah swt.,

Saya dapat memahami bahwa seorang istri akan terganggu oleh kebiasaan suaminya yang suka melihat gambar-gambar porno. Saat ini Anda mempunyai perasaan berbagai macam tentang suami Anda, apakah jengkel, marah, cemburu atau apapun yang akan menutupi pandangan positif tentang suami. Benarkah?

Jika pandangan negatif ini selalu yang anda pelihara, lama kelamaan Anda akan kehilangan kepercayaan bahkan respect pada suami sendiri. Semoga saja tidak, namun jika terjadi, inilah yang tidak dikehendaki dalam hubungan perkawinan.

Ibu Amy yang shalihat,

Anda mengatakan bahwa sebenarnya suami Anda ibadahnya sudah baik, namun kenapa tidak tercermin dalam perilaku, ya? Itulah yang kadang mengherankan, bahwa ibadah yang nampak bagus namun tidak menjamin akhlak yang karimah. Bisa jadi karena ibadah tersebut baru dilakukan dalam konteks ritual, belum terinternalisasi sebagai satu kesatuan yang akan menjadi alat kontrol perilaku.

Namun di sisi lain Anda bisa menelaah lebih dalam tentang kebiasaan suami ini, sejak kapan itu terjadi, apakah akhir-akhir ini saja atau sudah lama? Jika sebelumnya suami tidak mempunyai kebiasaan ini kemudian tiba-tiba suka ke arah yang porno, mungkinkah ada hal yang mencetuskannya? Ibu Amy, seiring dengan berjalannya waktu, kadang muncul perasaan hambar, tawar, monoton atau semacam itu dalam sebuah perkawinan. Mereka menjadi terlalu biasa dengan pasangannya, sehingga tidak lagi menemukan daya tarik.

Oleh karena itu diperlukan penyegaran-penyegaran ulang dan kreatifitas untuk membuat kejutan-kejutan baru atau hal-hal yang menimbulkan daya tarik pasangan. Apakah itu? Nah, Anda sendirilah yang tahu, apa yang selama ini disukai oleh pasangan anda. Tanyakan secara langsung dengan lembut atau lihat dengan bahasa tubuh hal-hal yang disukainya. Anda bisa membuat kreatifitas di rumah, apakah tatanan kamar tidur dipercantik, pun begitu dengan diri anda. Cantik tak harus identik dengan mahal, kan?

Ibu Amy yang shalihat,

Jika kebiasaan ini ternyata sudah berlangsung lama, bahkan mungkin sebelum menikah dengan Anda, mungkin sumber masalah ada pada faktor pengalaman hidup suami Anda. Bisa jadi karena pengaruh pergaulan ketika remaja, maka suami mempunyai semacam maladaptive habits (kebiasaan-kebiasan yang salah) yang dia kembangkan, diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan yang sulit dirubah. Apakah berarti tak ada harapan? Justru sebaliknya, berpikirlah bahwa suami Anda bisa berubah, yakinlah, dan tetap bersikap positif pada suami.

Positif thinking (berpikir positif/ husnudhon) ini mempunyai keajaiban, dengan idzin Allah swt, seseorang akan berubah karena pikiran positif yang kita kembangkan tentang orang tersebut. Bukankah ada gaya tarik menarik antar benda-benda dalam alam semesta ini. Begitu juga halnya Anda dengan pasangan Anda.

Ibu Amy yang shalihat,

Tentang apa hukumnya melihat hal-hal porno, saya kira Anda bisa menanyakan pada rubrik ustadz menjawab. Namun saya meletakkan ini dalam konteks salah satu kebiasaan salah/ maladaptive dengan obyek-obyek seksualitas. Ada unsur adiktif/ kecanduan sebagai efek dari melihat stimulus yang semacam itu, karena mengalirnya adrenalin dan hormon-hormon seksual dalam tubuh sehingga menimbulkan sensasi-sensasi seksual.

Jika Anda dapat mendekati suami anda sendiri dan menjadi terapisnya, ini adalah hal yang luar biasa dan akan menjadi khidmat Anda pada suami. Pertama sekali suami harus menyadari dulu bahwa perbuatannya tersebut tidak produktif, apalagi jika sampai tertangkap basah oleh anak, tentu akan menjadi idola negatif bagi anak-anak. Terus kembangkan komunikasi yang tepat pada suami, ya Bu, mudah-mudahan Allah swt memberi solusi terbaik atas masalah ini. Teriring do’a dan salam hangat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu

Bu Urba

Konsultasi Keluarga Terbaru

blog comments powered by Disqus