Sulitnya Menghilangkan Rasa Cemburu

Stefani Pitoy – Jumat, 4 Mei 2007 06:37 WIB

Assalamu’alaikum Wr, Wb.

Ibu, saya punya masalah dengan perasaan saya pada suami. Begini Bu, saya menikah umur 19 tahun dengan suami saya yang berumur lebih tua 10 tahun. Sekarang perkawinan kami baru 7 bulan dan belum dikaruniai anak. Kami tidak pacaran dan sebelum menikah kami hanya menjalani ta’aruf seperti anjuran agama.

Sebelum menikah informasi yang saya tahu dari orang-orang terdekatnya di kantor kalau ada beberapa wanita selain saya, yang boleh dibilang akan dipilihnya menjadi isteri.

Mungkin karena itu saya setiap hari was-was kalau suami saya nantinya selingkuh. Jujur saja saya sering minder dengan mantan calon-calon isterinya yang lain karena saya hanya lulusan SMU, gadis desa yang kebetulan kerja di kota, tidak seperti mereka yang sudah sarjana dan mapan.

Tapi setiap kali saya membicarakan alasan ini kalau saya cemburu pada suami, dia selalu jawab "cinta ini karena Allah dan tidak memandang itu semua”. Tapi tetap saja rasa cemburu ini selalu ada. Selain itu juga, kalau selesai nonton film atau sinetron yang ada kisah selingkuh, saya jadi kepikiran gimana kalau suami saya benar-benar selingkuh.

Sudah dua kali saya mencurigai suami dekat dengan wanita berbeda. Tapi selalu saja saya yang merasa bersalah, karena apa yang saya tuduhkan itu tidak terbukti benar karena hanya berdasar prasangka dan informasi yang kurang jelas. Dua masalah itu pun selalu dihadapi suami saya dengan kesabarannya.

Memang suami saya itu orangnya sabar dan anehnya lagi dia tidak balik marah atas kebodohan saya yang sudah menuduhnya. Sampai-sampai saya merasa berdosa pada suami saya yang menuduhnya yang tidak-tidak. Tapi anehnya juga kalau rasa cemburu buta ini tetap masih ada di diri saya. Saya bingung, dan saya ngga mau menuduh suami saya yang sedang mencari nafkah. Walaupun kami berdua sama-sama kerja.

Ibu tolong saya, saya tidak mau nantinya rasa cemburu saya menjadi tak terkendali dan berakibat fatal bagi rumah tangga kami. Apa mungkin karena usia kami yang berbeda atau karena saya yang tidak percaya kepada suami saya? Apa akibatnya kalau saya terus-terusan begini? Apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan rasa cemburu ini? Bagaimana supaya saya percaya dengan suami saya? Maaf ya bu, kalau pertanyaan saya sedikit panjang. Saya mohon saran dan nasihat dari ibu.

Jazakillah.

Wassalamu’alaikum Wr, Wb.

Assalamu’alaikum wr.wb

Saudari Nining yang dirahmati Allah,

Dalam sebuah pernikahan, kecemburuan adalah suatu hal yang wajar bila sekali-kali terjadi, karena memiliki arti bahwa anda tidak menginginkan suami membagi perhatiannya dengan wanita lain, apalagi berbagi cinta, hampir semua isteri pastilah tidak sudi bila hal itu terjadi bukan?

Malah terkadang rasa cemburu juga dapat mengobarkan kembali rasa cinta kepada suami kita, serta dapat mengukur seberapa besar kadar cinta yang kita miliki kepada suami tercinta.

Namun bila kecemburuan itu timbul karena hal-hal yang sulit untuk dijelaskan penyebabnya alias hanya karena mendengar gossip atau dipengaruhi imaginasi anda sendiri, tentunya akan mengarah pada prasangka buruk. Tapi sepertinya anda menyadari kecemburuan anda pada suami tidak beralasan. Karenanya anda ingin sekali menghilangkan pikiran buruk terhadap suami.

Usia anda yang sangat belia tampaknya menyebabkan anda belum dapat secara matang menyikapi hal tersebut. Alhamdulillah, suami anda sangatlah pengertian dan bijaksana sehingga kecemburuan anda dihadapinya dengan kesabaran dan hati yang tenang, mungkin karena menyadari rentang usia yang cukup jauh dengan anda yang sangat belia adalah merupakan konsekuensi baginya untuk lebih bersabar dalam membimbing anda.

Pernikahan anda yang baru beberapa bulan rupanya memang belum membuat anda bisa mengenal suami dengan baik. Apalagi belakangan anda mendengar informasi tentang wanita-wanita yang pernah menjadi kandidat calon isterinya, sebelum ia akhirnya memutuskan untuk memilih anda menjadi isterinya.

Rasa minder, rendah diri yang karena anda merasa hanya gadis desa yang cuma lulusan SMA tidak sebanding dengan calon-calon isteri suami yang sudah sarjana dan mapan tentunya juga mempengaruhi cara berpikir hingga menimbulkan ketidakpercayaan kepada suami anda.

Apabila anda tidak mampu mengendalikan kecurigaan akibat rasa cemburu berlebihan, maka akan berlanjut pada tuduhan yang tidak berdasar dan dikhawatirkan akan menjadi fitnah. Nah, hal inilah yang nantinya dapat membahayakan keharmonisan hubungan anda dengan suami.

Bila suami tidak lagi merasa dipercaya dan selalu dicurigai setiap tindak-tanduknya, pastilah akhirnya akan membuatnya merasa jengkel dan merasa lelah untuk selalu memberi penjelasan pada anda. Anda juga pastinya merasa tersiksa dengan rasa was-was di hati anda, rasanya jelas tidak nyaman bagi anda berdua bukan?

Saran saya, cobalah selalu berkomunikasidengan suami untuk dapat lebih memahami pribadinya dengan baik. Kuatkan kembali ikatan cinta anda dengan suami, karena tampaknya kecemburuan anda juga disebabkan anda kurang yakin apakah suami benar-benar mencintai anda, hingga anda kurang percaya diri dan khawatir cinta suami akan mudah pindah ke lain hati.

Cobalah untuk sering mencari kesempatan dengan suami untuk berduaan agar terjalin komunikasi dan membangun rasa saling percaya. Jangan lupa mintalah pada Allah SWTagar menjaga hati anda dari penyakit was-was dan prasangka buruk terhadap suami dan juga mohonkan kepada-Nya untuk menjaga hati suami tercinta, agar senantiasa menjaga kesetiaannya pada cinta anda. Insya Allah semoga hati anda akan menjadi lebih tenang.

Wallahua’lam Bishshawab.

Wassalamu’alaikum

Konsultasi Keluarga Terbaru

blog comments powered by Disqus