Apakah Benar Ikhwanul Muslimin Merupakan Bentukan Para Illuminati?

Jundy – Selasa, 14 Jumadil Akhir 1432 H / 17 Mei 2011 09:12 WIB

Assalamualaikum.wr.wb.

Saya pernah membaca artikel tentang peringatan seorang pemberontak illuminati bernama Zagami, seorang keturunan keluarga Illuminati, yang telah pindah agama, dan memilih Islam sebagai agama barunya. Kemudian Ia bertekad melakukan perlawanan terhadap Illuminati. Sewaktu masih sebagai anggota keluarga Illuminati, Ia mempunyai banyak pengalaman mengikuti berbagai upacara setan yang menakutkan, upacara magi hitam (sihir jahat), pengendalian pikiran (mind control) dan penyiksaan yang dilakukan di dalam lingkungan Loji tertutup.

Ia juga menyimpan daftar nama-nama anggota Freemasonry tingkat tinggi pada situsnya Illuminati Confessions, mereka menyatakan siap berperang melawan para pengikut setan Illuminati. Di samping melakukan pengamanan secara ketat, Zagami juga memberikan nomor telepon pribadi untuk menjawab berbagai pertanyaan penting mengenai ketulusannya melakukan hal tersebut.

Yang menarik dari pernyataanya adalah dia menyatakan, bahwa Bush dan Hugo Chavez bekerja bersama-sama, termasuk Hugo Chavez yang dengan sungguh-sungguh membantu melaksanakan agenda Bush dengan penampilan theatrical nya. Chavez dikendalikan oleh Vatican dan bekerja untuk The New World Order sebagaimana juga dilakukan oleh hampir semua pimpinan pemerintahan dan agama-agama di dunia.
Menurut dia begitulah cara mereka bekerja bersama-sama di lapisan atas untuk satu tujuan yang mereka pikir merupakan suatu cover-up yang sempurna. Dan Wahabi atau Wahibi [the Saudis] diciptakan oleh Zionis dan teman-temannya, orang Inggris mengira sebagai suku bangsa Israel yang hilang. Hal serupa juga terjadi pada Arafat dan apa yang disebut Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Islam), sama-sama diciptakan oleh Dinas Rahasia Inggris.

Menurut dia Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Islam) juga berada dibelakang pimpinan Iran dan pimpinan Perlawanan Iraq . Jadi Semuanya panggung sandiwara untuk konsumsi orang-orang awam. Apakah benar seperti itu? Jika benar seperti itu maka eramuslim saya harap bijak menjawab ini. Karena jika benar, maka banyak saudara-saudara kita yang belum mengerti akan hal ini dan tanpa sadar menjadi budak para elit. Syukron Jazakallah.

Wassalamualaikum.wr.wb

Alaykumsalam wr.wb. Jazakallah atas pertanyaanya saudara Jundy. Semoga iman kita senantiasa bertambah dari hari ke hari dan tidak mundur barang sejengkal pun. Lalu Kecintaan kita terhadap kebenaran pun tidak lantas surut sekalipun kita hidup di tengah zaman yang penuh tantangan, ujian, dan cobaan dalam rangka mempertahankan Dienullah ini. Allahuma amin.

Saudara Jundy, untuk mendudukan pertanyaan yang antum utarakan, alangkah lebih baik kita awali dengan menelusuri, melacak, menganalisa biografi seorang Leo Zagami. Pria yang konon keluar dari Illuminati dan masuk Islam.

Siapakah Leo Zagami?

Leo Zagami atau dikenal sebagai Leo Lyon Zagami, Leo Young, Leo Young Zagami, Leo Robert Zagami lahir 5 Maret 1970 lahir di Roma, Italia. Ia tinggal di Roma sampai berumur 24 tahun dan selanjutnya menghabiskan waktunya selama 15 tahun di Inggris dan Norwegia.

Leo Zagami adalah seorang anggota Illuminati tinggi dengan peringkat Grand Master, yang mendapat perhatian cukup besar oleh pengkaji konspirasi antara tahun 2006 dan 2008 karena membelot dari anggota iluminati.

Ia juga pernah menjadi the Comitato Esecutivo Massonico – Masonic Executive Committee (MEC) of Monte Carlo, sebelum hengkang dari MEC adalah asli orang dalam, sebagai anggota Freemasonry tingkat 33 (ada yang bilang 32), dan sebagai salah seorang pimpinan dalam kelompok Loji setan P2 (Propaganda 2) Freemasonry. Dia adalah seorang “pangeran” yang dipersiapkan untuk mengambil alih pimpinan Illuminati dari “raja” Licio Gelli yang sudah tua.

Konon memang Zagami masuk Islam setelah menyadari kekeliruan Iluminati. Zagami kemudian merubah namanya menjadi Khaled Saifullah Khan. Namun beberapa data mengatakan keIslaman Zagami sendiri masih patut dipertanyakan. Pertama, tidak ada bukti shahih apakah betul Zagami memeluk Islam.

Bahwa data menyatakan Zagami masuk Islam, betul memang, tapi lebih ke arah tarekat dibawah afiliasi Tarekat Naqsybandi pimpinan Sheikh Muhammad Nazim al-Haqqani. Dan kita tahu Tarekat Naqsyabandi adalah sebuah tarekat yang bermasalah secara akidah, kalau tidak mau disebut menyesatkan. Untuk mengetahui lebih jauh saudara bisa browsing di situs miliki Leo Zagami, http://www.leozagami.com.

Menariknya pada tahun 2009, Zagami memproklamirkan dirinya sebagai Nabi Matrixism atau disebut dengan nama lain berupa Neo Leo Lyon Zagami. Matrixism sendiri adalah sebuah gerakan agama baru yang terinspirasi oleh trilogi film The Matrix. Dirancang oleh sebuah kelompok pada musim panas tahun 2004 dan mengklaim telah memiliki anggota mencapai 300 orang pada tahun 2005.

Secara teologis atau pemahaman, Matrixism berhaluan sinkretis atau ekumenis yang menyandarkan ajarannya kepada teologi Baha’i. Sebuah ajaran yang menjalankan misi kesatuan agama-agama dan kebebasan beragama, yang kita tahu hal itu justru berasal dari pemahaman Yahudi Kabbalah yang penuh misi zionisme.

Ikhwanul Muslimin Illuminati?

Oleh karena itu hemat saya, kita jangan mengambil mentah-mentah apa yang dikatakan oleh Zagami. Mari kita pelajari, analisa secara mendalam, dan kumpulkan bukti agar kita bisa menelaah apakah perkataan Zagami betul atau tidak, termasuk apakah ia sudah keluar dari Illuminati atau belum.

Memang ada beberapa hal yang bisa kita cermati dari ucapannya mengenai inflitrasi illuminati di tubuh Vatikan. Hal itu bukan isapan jempol semata. Sebab hal ini dapat dilihat dari pergeseran sikap Katolik dalam Konsili Vatikan II yang sebelumnya sangat kencang melancarkan permusuhan terhadap Yahudi, menjadi sebuah sikap yang begitu melunak terhadap Yahudi.

Lalu perihal pertanyaan saudara apakah Ikwanul Muslimin dibentuk oleh Dinas Rahasia Inggris? Kita bisa melihat dari sejarah berdirinya Ikhwanul Muslimin. Menurut Nazih N Ayubi, seperti dikutip oleh Riza Sihbudi, Ikhwanul Muslimin didirkan di Ismailiyah, Mesir pada tahun 1928 oleh Hassan al-Banna, bersama keenam tokoh lainnya, yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurrahman Hasbullah, Ismail Izz dan Zaki al-Maghribi.

Sebelumnya, mereka berbicara kepada Hasan Al Banna tentang apa yang harus mereka lakukan demi agama dan mereka menawarkan sebagian harta milik mereka yang sedikit. Lalu mereka meminta kepada Al Banna untuk menjadi pimpinan mereka, kemudian permintaan ini diterimanya. Mereka pun berbaiat kepada Al Banna untuk bekerja demi Islam dan mereka bermusyawarah tentang nama perkumpulan mereka. Imam Al Banna berkata: “Kita ikhwah dalam berkhidmat untuk Islam, dengan demikian kita Al Ikhwanul Muslimin”.

Kemunculan IM merupakan respons terhadap berbagai perkembangan yang terjadi di Dunia Islam (khususnya Timur Tengah) berkaitan dengan makin luasnya dominasi kaum Imperialisme Barat. (Lih. Riza Sihbudi, Menyandera Timur Tengah, Mizan, 2006). Jadi jika dikatakan Ikhwan dibentuk oleh Dinas Rahasia Inggris, tentu hal ini sangat janggal, karena misi Ikhwan sendiri adalah perlawan imperialisme Barat setelah sebelumnya Ikhwan hannya konsen menjadi organisasi sosial non politik.

Hasan Al Banna: Dari Tuduhan Masonik Sampai Perlawanannya Terhadap Imperialisme

Kita ketahui besarama imperialisme bangsa Eropa terhadap Mesir dimulai saat Inggris menduduki Mesir sejak 14 September 1882. Sejak itu, Mesir kehilangan kemerdekaannya.

Selanjutnya, antara 1914-1922 Mesir menjadi Protektorat Inggris dan baru merdeka pada tanggal 28 Pebruari 1922 dan mengambil bentuk Monarki Konstitusional di bawah Faruq. Titik inilah yang kemudian menjadikan Hasan Al Banna dan kawan-kawan di Ikhwan melakukan perlawanan dengan berjuang menjadikan Mesir sebagai bumi yang menegakkan kalimatullah.

Kejanggalan tuduhan Zagami juga diperkuat dengan melihat kehadiran Ikhwan yang sempat terdukung oleh pendirinya, Hasan Al Banna yang mampu merekrut sejumlah kaum terpelajar dan buruh untuk bergabung dengan Ikhwan. Ia menyerukan Islam yang total dan aktif serta menganggap Negara Islam sebagai unsur terpenting dari tatanan Islami yang diinginkan. Tentu hal ini adalah hal yang paling ditakuti Dinas Rahasia Inggris itu sendiri dimana gerakan Islam muncul sebagai representasi terhadap apa yang disebut orientalis Barat dengan istilah “Islam Politik.”

Memang saya sendiri pernah melihat beberapa kalangan yang mengaitkan Ikhwan sebagai sebuah Gerakan Zionis semata-semata nama Al Banna pada diri Hasan Al Banna, yang berarti pembangunan, identik dengan kata Mason pada Freemason yang juga memiliki arti pembangunan.

Perihal kata ‘Banna’ pada Hasan Al Banna, Sayyid Quthb pernah membahasnya secara baik lewat artikelnya yang berjudul ‘Hasan Al Banna Dan Kejeniusan Pembangunan’ yang terangkum dalam buku ‘Dirasah Islamiyah’. Dengarlah petikan tulisan Sayyid Quthb berikut ini:

“Nama Hasan Al Banna adalah suatu kebetulan bahwa hal ini adalah suatu kebetulan saja. Suatu kenyataan yang besar adalah bahwa laki-laki ini memang betul-betul Bana, yaitu pembangunan, Malah ia orang yang membangun dengan baik, malah juga seorang jenius pembangunan. Aqidah Islam telah banyak mengenal juru da’wah. Tetapi seruan itu tidak membangun. Tidak semua ju’ru da’wah sanggup untuk menjadi pembangunan. Tidak semua pembangunan mempunyai suatu kejeniusan yang hebat dalam pembangunan ini.”

Dalam tulisan lenghkapnya, Sayyid Quthb sama sekali tidak mengaitkan nama Hasan Al Banna kepada Freemasonry ataupun bagian dari kekuataan Barat yang menjadi cikal bakal berdirinya Ikhwan. Yangg terjadi justru sebaliknya, Ikhwan berhadapan dengan Rezim Faruq sebagai kaki tangan Inggris.

Rezim Faruq benar-benar memperhitungkan langkah untuk menguasai Hasan Al Banna dengan memenjarakan seluruh anggota al ikhwan dan membiarkan Hasan Al Banna seorang diri agar masyarakat luas menganggap bahwa rezim masih memiliki rasa tolerir terhadap beliau, padahal itu sebuah siksaan batin, setiap harinya hanya tangisan ribuan anak kecil dan rintihan dan tangis para ibu-ibu didengarnya.

Namun ditengah tidak ada yang peduli terhdap kondisi ini, seakan-akan seluruh rakyat telah diintimidasi oleh rezim, takut untuk melakukan sebuah kebaikan, Hasan Al Banna mampu mengumpulkan uang sebesar 150 junaih Mesir (+ $.140) setelah upaya sana sini dan itupun hasil hutang dari salah seorang teman. Allahua’lam

Di Balik Konspirasi Terbaru

blog comments powered by Disqus