Lambang Bintang David

Nisa – Sabtu, 14 Sya'ban 1434 H / 22 Juni 2013 11:17 WIB

lambangAssalamu’alaikum wr wb ustadz, saya ingin tahu lebih lanjut mengenai lambang-lambang kaum Pagan yang telah digunakan oleh suatu partai di Indonesia. Apakah hal itu mengindikasikan adanya campur tangan Zionis dalam partai itu? Ataukah hanya kebetulan belaka sehingga begitu mirip dengan lambang kaum Pagan? syukron, ustadz. Wassalamu’alaikum wr wb

Wa’alaykumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

Disadari atau tidak, simbol-simbol paganis dewasa ini memang banyak dipakai oleh berbagai organisasi termasuk partai politik, perusahaan, dan bahkan negara. Jadi tidak hanya partai politik yang menggunakan simbol paganis dalam sebagai simbol partainya.

Betapa banyak negara yang menggunakan simbol burung elang/rajawali/garuda sebagai lambang negaranya? Banyak sekali dan tersebar di berbagai penjuru dunia. Padahal burung tersebut hanyalah salah satu dari ribuan simbol pagan yang telah dikenal ribuan tahun silam.

Penggunaan simbol atau lambang pagan sebagai simbol partai politik di Indonesia memang banyak. Coba amati berapa banyak partai di Indonesia yang mempergunakan segilima, dalam kamus simbologi, segilima disebut juga sebagai Pentagon yang memiliki kesamaan hakikat dengan Pentagram. Simbol ini lazim dikenal sebagai simbol Mendez-Goat, Kepala Kambing Mendez alias Baphomet. Siapa Baphomet? Dia adalah penjelmaan dari Lucifer, Sang Pangeran Kegelapan yang kita kenal sehari-hari sebagai Iblis.

Lalu ada pula yang menggunakan simbol The Triple Goddes Wicca, sebuah simbol pagan yang menyimbolkan pemujaan kepada Dewi Bulan. Menariknya, seperti juga antara Pentagon dengan Pentagram, simbol The Goddes Wicca merupakan ‘saudara kembar’ dari simbol Bintang David (The David Star), sebuah simbol gerakan zionisme. Jika tidak percaya, ada cara yang mudah untuk melihatnya. Jika di rumah Anda ada pesawat telepon Wifone (Barie Telecom) misalnya, coba pencet tombol bintang. Amati layarnya, maka akan muncul simbol Bintang David yang nyaris sebangun dengan The Goddes Wicca. Hal ini tidak berarti jika Bakrie Telecom merupakan pihak yang terkait dengan Bintang David atau The Goddes Wicca, karena simbol-simbol tersebut bisa dilihat di hampir semua alat elektronik.

Jika ditanyakan apakah simbol-simbol paganis yang dipakai sebagai simbol partai merupakan indikasi jika partai tersebut ada kaitannya dengan atau bukti keerlibatan Zionisme, maka saya rasa itu terlalu jauh. Saya yakin, penggunaan simbol pagan sebagai simbol partai dilakukan semata-mata karena kekhilafan atau ketidak-pahaman si pembuatnya. Walau simbol-simbol tersebut oleh kalangan pagan diyakini memiliki pengaruh magis tertentu, namun saya berdoa semoga penggunaan simbol-simbol pagan pada organisasi atau partai politik, atau negara, atau apa pun, yang dilakukan dengan tidak sadar atau kekhilafan, tidak membawa pengaruh buruk atau kemudharatan.

Invasi Zionis di Indonesia bukan terletak di simbol-simbol atau lambang-lambang partai politiknya, namun lebih kepada penciptaan sistem pemilu dan pilkada di negeri ini yang memang dirancang kelewatan, kelewat banyak. Coba hitung berapa kali pilkada dan pemilu yang harus dilewati bangsa ini dalam jangka waktu lima tahun? Terlalu banyak. Dan itu menguras energi bangsa ini, menguras waktu dan pikiran bangsa ini, sehingga masalah-masalah yang sesungguhnya sangat penting dipikirkan jadi terbengkalai.

Apalagi pilkada dan pemilu itu selalu butuh uang dalam jumlah yang sangat banyak, ini menciptakan nafsu-nafsu iblis yang membuat banyak orang selalu mencari jalan agar bisa menghasilkan dan menghimpun dana dengan menghalalkan segala cara. Bahkan bukan rahasia lagi jika agama pun bisa dikorbankan demi memenuhi ambisi syahwat kekuasaan. Semua landasan legal-formal tentang Pilkada dan Pemilu di era reformasi ini  kan mendapat sponsorship dari lembaga-lembaga AS. Ini sudah diketahui umum. Tidak ada makan siang yang gratis, demikian yang berlaku di ranah politik. Wallau’alam bishawab.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Di Balik Konspirasi Terbaru

blog comments powered by Disqus