Assalamualaikum Wr wb
Pak Rizky, yang saya hormati.
Saya adalah salah satu fans dari rubrik bapak ini karena bisa menggambarkan pandangan lain tentang kondisi dunia ini. Pertanyaan saya kali ini gak jauh beda-beda amat dengan yang bapak bahas.
Saya memiliki suatu artikel yang memuat mengenai Illuminati. Salah satu tanda simbol Iluminati adalah piramida. Uniknya, sejumlah tokoh Illuminati dalam artikel tersebut menggambarkan seimbol tersebut dengan tangannya dengan lambang yang mirip simbol Partai Demokrat yakni penggunaan 2 telunjuk dan 2 jempol untuk membentuk segitiga. Apa ini cuma kebetulan ataukah ada kaitannya? Mengingat ada juga rumor tentang kedekatan SBY dengan AS, sehingga cawapres nya orang neoliberalisme (sudah membantah pun, saya masih percaya dia neoliberal, karena yang membela dia pun juga orang-orang Liberal seperti Rizal Mallarangeng yang sudah dikenal ke "JIL"annya)
Mohon jawabannya.
jazakalloh
Nisa
Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,
Nisa yang selalu dirahmati Allah Swt, sebelum menjawab inti pertanyaannya saya akan paparkan dulu tentang apa itu Illuminati. Sejarah dunia mengenal organisasi ini sekurangnya ada dua: Pertama, Illuminaty yang dibentuk oleh para ilmuwan penentang kejumudan Gereja di Eropa abad pertengahan, yang dipimpin oleh Galileo Galilei. Kedua, Illuminaty yang dibentuk oleh Sir Meyer Amschell Rotschild di Bavaria tahun 1773 yang dipimpin oleh mantan Jesuit bernama Adam Weishaupt dan dibentuk sebagai “pasukan komando”nya Freemasonry di mana tugas pertama mereka ini adalah meletuskan Revolusi Perancis lewat Robespierre dan lainnya. Keduanya sama-sama bekerja demi kepentingan Luciferian dengan menggunakan berbagai simbol rahasia, salah satu di antaranya berbentuk Piramida.
Illuminati berarti “Pencerahan”, “Yang Tercerahkan”, atau juga bisa mewakili “Cahaya”. Arti istilah ini sebangun dengan istilah “Lucifer” atau “Luciferis” yang juga berarti “Cahaya”. Maria Magdalena sendiri, sosok kontroversial dalam Kekristenan, oleh kaum Luciferian juga disebut sebagai “Illuminatrix” yang berarti “Cahaya Di Atas Cahaya”.
Simbol Piramida merupakan simbolisasi dari pemujaan terhadap Sang Luciferis yang paling tinggi. Selain itu, Piramida juga menyimbolkan kekuatan Maskulinitas karena asalnya berbentuk “Mata Pedang” atau dalam bahasa sanskrit disebut “Lingga”. Yang banyak tidak disadari orang, piramida Illuminati merupakan sebuah segitiga sama sisi yang dibangun dari tiga buah besaran sudut yang sama: 60, 60, dan 60. Ini mewakili simbol lain yang lebih tegas yakni 666. Kekristenan meyakini jika angka ini merupakan angka Dajjal (The Beast) di hari akhir, seperti yang diwartakan oleh Kitab Wahyu 13: 16-18.
Nah, mengenai mengapa Partai Demokrat dalam simbol tangannya membentuk simbol piramida, maka hal itu harus dilakukan penelitian mendalam mengapa harus demikian. Apakah karena simbol partainya yang memang membentuk piramida? Atau ada hal lain? Wallahu’alam bishawab. Partai-partai politik lain selain Partai Demokrat pun juga menggunakan simbol-simbol paganis dan Luciferis, seperti halnya Simbol Pentagram yang antara lain digunakan Partai Golkar, Partai Gerindra, dan lainnya. Pentagram merupakan simbol kepala Baphomet, si kambing iblis. PKS pun menggunakan simbol Trias Goddes Wicca, Sang Dewi Bulan, yang disembah kaum pagan dahulu. Apakah mereka semua Luciferian? Belum tentu. Bisa jadi hal itu disebabkan simbol-simbol Luciferian memang sudah mendunia dan akrab dengan kita, dan kita sendiri jahil terhadapnya, sehingga tanpa tahu makna apa di baliknya enak saja menggunakan simbol tersebut sebagai simbol kebanggaan.
Soal kedekatan SBY dengan AS, hal itu pernah diucapkan dan diakui sendiri oleh SBY jika Amerika Serikat merupakan negeri kedua bagi dirinya, The Second Country. Mungkin bisa diibaratkan sebagai “isteri kedua”nya. Dan dalam kampanye Pilpres kemarin kita semua dengan mudah bisa melihat bagaimana kekaguman seorang SBY dengan Partai Demokratnya terhadap Amerika, yang diwakili dari berbagai interior kampanyenya seperti pemilihan warna, dan sebagainya.
Soal kedekatannya dengan kalangan Liberal (Apakah itu para ekonom Neo-Liberal, maupun para dedengkot Jaringan Islam Liberal), SBY tentu tidak bisa membantahnya. Ibarat sebuah komputer, maka kaum Liberal bagi SBY adalah prosesor dan motherboard-nya. Ini yang membedakan dengan dua kandidat capres yang “kalah” yakni JK-Win dan Mega-Pro. Walau kedua kandidiat ini juga ada orang Liberal-nya, namun mereka bukan yang menguasai, atau ibarat sebuah komputer, maka mereka hanya sebagai aksesoris bagi JK-Win atau Mega-Pro, beda sekali dengan SBY-Boediono. Inilah yang patut ditangisi, terlepas dari kecurangan sistemik yang ada dan ketidak-netralan KPU dalam banyak hal, mengapa rakyat kita banyak masih saja mau memilih mereka, padahal sudah jelas mereka itu demikian (Jika ingin mengetahui mengapa demikian, ikuti tulisan bersambung saya di rubrik Laporan Khusus Eramuslim).
Pilpres kemarin telah” memenangkan” kaum Liberalis (NeoLib dan JIL), dan akibatnya akan kita lihat sendiri dalam hari-hari sekarang dan esok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Demikian dulu pandangan saya. Wallahu’alam bishawab. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
| Rubrik Ini Kami Tutup Sementara |
Agus Setiawan : Treasury Syariah Perlu Komitmen!
Masih kurangnya perhatian perbankan syariah mengenai masalah Treasury (asset and liability management) membuat Agus Setiawan selaku candidate CIBF (Certified Islamic Banking a...
Owner Manet: Bank Syariah Harus Bangun Relationship
Bank syariah rupanya masih dipandang belum sesempurna bank konvensional di kalangan pebisnis. Mereka sudah merasa aman dengan ‘hanya’ menitipkan dana pribadi ke ba...
iB Raih ?The New Wave Currency? Marketeers Award 2010 di IIMS
Perbankan Syariah Bank Indonesia memperoleh penghargaan sebagai The New Wave Currency oleh MarkPlus, Inc bekerja sama dengan Marketeers pada pameran Indonesia International ...
Bank Muamalat Indonesia Selesai Right Issue, Saatnya Tingkatkan Asset
Right Issue Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah selesai dilaksanakan dengan total capaian Rp673 milYar. Komposisi pemegang Saham yang berhasil dilakukan adalah IDB 32%, SETCO ...
Saya ingin mengasuh bayi saya sendiri tanpa harus ada campur tangan mertua, terlebih lagi mertua saya terlalu memanjakan bayi saya, keluar areal rumah ndak dikasi, bahkan hanya untuk berkunjung ke tetangga ndak boleh.
Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."
Apa itu UK ? United Kingdom ? Bukan ! Di ACT, UK jadi akronim dari Universitas Kerelawanan. UK adalah salah satu program ACT untuk membina dan mengorganisir masyarakat relawan di seluruh Indonesia.