Manajemen Kehidupan
Seputar Megelola Hidup agar Senantiasa Sukses dalam setiap Aktifitas
Manajemen Halaqoh
Selasa, 29 Apr 08 04:04 WIB
Aslm.
Af1 ustd ana sudah mengikuti liqo selama hampir 6 tahun, tapi ana merasa belum mendapatkan sesuatu dr liqoan tersebut, kedekatan ana ke murobbi sangat kurang.ana orang yang sensitif sedangkan beliau orang yang sangat tidak peka.
Ketika ana mencoba untuk sharing ttg masalah yang ana hadapi dan jawaban beliau sungguh tidak memuaskan.kedekatan antara mad'u-pun tidak terjalin dengan baik....tolong ya ustd ksh solusinya.......
Jazakallah khair......
Dani
Jawaban
Wa'alaikum salam wr wb.
Saudara Dani yang saya hormati, hubungan antara mad’u dan murabbi adalah hubungan yang “special”. Karena antar keduanya diharapkan mempunyai kedekatan emosional yang kuat. Tidak hanya sekedar murid dan gurunya tetapi juga seperti halnya seorang anak dengan bapaknya dan juga seorang prajurit dengan komandannya.
Begitu halnya pula dengan sesama peserta liqo (mad’u). Bila hanya dipertemukan dalam waktu liqo yang terbatas tentulah kurang dapat membentuk kesoliditasannya serta keefektifitasannya dalam beramal jama’i
Hal tersebut akan berjalan efektif bila kedua belah pihak.mempunyai pemahaman akan tugas dan tanggung jawab masing-masing serta ditunjang dengan adanya pertemuan yang kontinyu dan berkualitas. Tidak sekedar hanya bertemu setiap pekan dengan durasi 2-3 jam dan itupun hanya untuk pembahasan materi liqoat semata.
Permasalahan yang terjadi pada anda bisa jadi merupakan kurangnya intensitas pertemuan yang terjadi. Satu sama lain tidak dapat menyelami perasaan dan karakteristik masing-masing. Karena masing-masing orang tentulah berbeda dalam cara pendekatannya. Tentulah sulit bila dengan pertemuan yang singkat seseorang dapat mengetahui kepribadian orang lain.
Oleh karenanya, salah satu solusi yang perlu dilakukan adalah buatlah pertemuan menjadi lebih sering dan berkualitas. Mintalah dengan murabbi Anda dan anggota liqo' lainnya untuk mengagendakan kegiatan bersama diluar acara liqo’ pekanan. Misalnya, rihlah, mabit, silaturahim ke rumah teman liqo’ secara bergantian, olahraga bersama tiap pecan dan sebagainya. Insya Allah semakin sering ketemu akan semakin kita akrab dengan mengenal kepribadian masing-masing. Dan hal ini akan memperkuat tali ukhuwah dan silaturahim di antara peserta halaqoh termasuk murabbinya.
Dan satu hal yang penting pula, jangan sekali-kali absen dalam halaqah pekanan dan kegiatan lainnya kecuali bila memang benar-benar mempunyai halangan yang tidak bias dihindari (‘uzur syar’i.)
Wallahu'alam.




