Apakah Sebenarnya Mimpi Itu?

Priyanto – Kamis, 4 Zulqa'dah 1430 H / 22 Oktober 2009 11:53 WIB

Ass wr wb bpk ustadz

Kalo diceritakan cerita saya pasti sangat panjang, point-point penting nya:

1. dulu sebelum bekerja, saya bermimpi berjalan bersama bapak saya/

Saya di depan, beliau di belakang saya hny berjarak 1 lgkah saja.namun anehnya, jalan yang diinjak beliau di setiap langkah runtuh.begitu juga pada saat sampe pd sebuah jembatan.kami terus berjalan beriringan, saya nyampe di seberang dan krg 1 lgkah saja beliau tidak sampe krn jembtn yang diinjaknya runtuh.akhirnya berpeganganlah beliau pd tangan saya, dan pada saat itu saya terjaga. (jd mimpi itu berakhir pd posisi beliau berpegangan pd tangan saya dan saya menahannya)

Trnyata sejak saat itu, setelah saya bekerja. beliau selalu dan selalu membebani saya secara material.bagi saya juga dilema karena ketika saya bilang tidak ada beliau mksa harus di ada kan.sampai-sampai saya harus cari pinjaman.dan itu berlangsung terus menerus.akhirnya suatu ketika tjd kecelakaan menimpa beliau dan mau tidak mau saya diminta penuhi segala biaya dan ganti rugi atas kejadian tersebut.hutang saya sampe menumpuk.hingga 200jt lebih.

Karena bingung sampe-sampe saya melakukan hal yang tidak terpuji, mengambil sesuatu yang bukan hak saya.dan akhirnya saya dipecat.

Selanjutnya saya berusaha mencari rejeki dengan mengembara ke luar pulau.

Dan 2 hari yang lalu. saya bermimpi lagi: saya melakukan perjalanan, melewati bukit-bukit, rawa-rawa berlumpur, pantai dan akhirnya sampe pd suatu tempat dengan mata air.di situ ada 5 orang nenek tua, saya disuruh minum air dari mata air tersebut dan saya juga berwudhu dan selanjutnya sholat di sebuah musholla dkt tmpat itu.

Yang saya tanyakan:

Apasih kira-kira makna mimpi saya tersebut, dan bagaimana membedakan antara mimpi sekedar mimpi dengan petunjuk?

Mohon pencerahan dan saran dar bapak ustadz.

Hal itu saya alami sekitar 10tahun, dan bapak sdh meninggal 1 tahun yang lalu.

Wassalam wr wb

Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, mimpi merupakan suatu hal yang lazim dialami oleh seseorang pada saat tidur. Menurut pengertian umum mimpi adalah suatu rangkaian imaginasi atau daya khayal dari suatu kejadian yang kita alami waktu kita sedang tidur. Suatu kejadian yang nampaknya nyata tetapi tidak nyata tetapi ada.

Mimpi yang dialami seseorang dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam
1. Mimpi yang disukai atau mimpi baik.
Mimpi ini dapat digambarkan seperti ketika seseorang mengalami mimpi tentang hal-hal yang dia sukai. Menurut hadits yang diriwayatkan Bukhari ra, mengatakan: dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa sesungguhnya dia mendengar Nabi saw bersabda: "Apabila sesorang dari kamu memihat suatu mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari Allah swt, maka hendaknya ia memuji Allah swt (bertauhid) atas mimpinya dan hendaknya ia memberitahukannya. Dan apabila ia melihat tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memohon perlindungan (ta’awwudz kepada Allah swt) dari keburukannya dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat)."
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,yang artinya :
"tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian kecuali berita-berita gembira". Para shahabat bertanya :"apa itu berita-berita gembira?", Rasulullah saw bersabda: "mimpi yang baik" (hr. Bukhari).
2. Mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri.
Menurut beberapa sumber, mimpi ini berasal dari keinginan hawa nafsu, karena seperti kita ketahui nafsu itu ada tiga, yaitu nafsu mutmainnah, nafsu lawwamah dan nafsu ammarah. Mimpi seperti ini terjadi kerana pengaruh pikiran.. Sesuatu yang kita lakukan atau yang kita khayalkan saat siang hari atau menjelang tidur sehingga hal tersebut muncul dalam mimpinya. Atau bisa jadi mimpi ini merupakan permainan syaitan sebagaimana dalam hadits riwayat imam muslim, diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw:
"sesungguhnya saya telah bermimpi (melihat) kepalaku telah terputus (dari badanku) lalu saya mengikutinya dari belakang, maka Nabi saw mencelanya dan bersabda : "janganlah kamu ceritakan (kepada orang lain) permainan syaithan terhadapmu di dalam mimpi(mu)" (HR. Muslim)

3. Mimpi buruk
Yaitu apabila seseorang melihat dalam mimpinya sesuatu yang ia benci. Mimpi ini datangnya dari syaithan yakni dengan menampakkan hal-hal yang jelek, yang dengannya seorang manusia dapat terkejut, sedih dan bisa jadi hingga membuatnya sakit, karena syaithan adalah musuh manusia, mereka menyukai apa yang dibenci oleh manusia. Allah swt berfirman :
"apabila (kalian) melihat selain dari itu (mimpi baik) berupa hal-hal yang dibenci, maka sesungguhnya itu datangnya dari syaithan maka berlindunglah (kepada allah) dari kejahatannya (syaithan) dan janganlah ia menceritakannya kepada seorangpun, karena mimpi tersebut tidak membahayakannya" (muttafaqun ‘alaihi)
Satu perkara yang perlu disadari bahwa mimpi tidak boleh dijadikan hujjah atas hukum syara (dalam artian mempercayai bahwa mimpi merupakan suatu tanda/isyarat akan terjadinya sesuatu dalam hidup). Ia sekedar berita-berita yang menggembirakan atau bunga tidur. Tidak lebih dari itu. Mimpi yang benar datang dari orang yang tidak pernah berbohong dalam hidupnya. Menurut ibn al-qayyim semakin benar hidup seseorang maka semakin benar pula mimpi yang dialaminya. Selain itu orang yang bermimpi itu hendaklah berada dalam keadaan berwudhu dan sehingga tertidur dalam keadaan suci, ini sesuai dengan sunnah nabi.
Demikian penjelasan singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
Salam Berkah!

(Satria Hadi Lubis)
Mentor Kehidupan

Konsultasi Motivasi Terbaru

blog comments powered by Disqus