Assalamu 'alaikum Wr.Wb.
Dok. Saya 31 tahun dan istri 30 tahun. Anak pertama lahir dengan operasi cesar, karena lewat waktu perkiraan lahir. Anak kedua dicesar juga, karena selisih waktu dengan kakaknya kurang dari 2 tahun. (Kata dokter waktu itu, harus minimal selisih 3 tahun, baru bisa melahirkan normal, kalau tidak beresiko tinggi). Sekarang anak kedua kami sudah 3 tahun. Kami berencana punya anak lagi.
Pertanyaan kami,
Sampai berapa kali maksimal melahirkan bisa dicesar ?, atau untuk selisih dengan kakaknya yang sudah lebih 3 tahun bisa melahirkan normal?
Jazakallah atas jawabannya.
Wassalam.
iwan
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
“Sekali melahirkan cesar tetap cesar untuk seterusnya” kurang tepat, karena hal ini hanya berlaku jika ibu mempunyai panggul yang sempit sehingga janin dimungkinkan sulit melewatinya. Tetapi jika cesar disebabkan karena faktor lain, ada kemungkinan kelahiran selanjutnya bisa normal asalkan syaratnya terpenuhi.
Adapun mengenai cesar sendiri ada beberapa pendapat, pendapat lama mengatakan seorang ibu yang melahirkan cesar maksimal tiga kali, sehingga untuk selanjutnya tidak boleh hamil lagi. Tetapi ada juga yang berpendapat tidak ada batasan maksimal untuk berapa kali cesar, tergantung dari kondisi masing – masing individu. Ada yang baru 2 kali sesar, disarankan untuk tidak hamil lagi karena kondisi rahimnya sudah tipis, atau ada perlekatan hebat. Ada yang sudah 4 kali sesar, tapi rahimnya masih baik. Jadi, tidak bisa digeneralisir.
Sebaiknya Bapak dan Ibu berkonsultasi dengan dokter yang pernah menangani kelahiran sebelumnya, sehingga didapatkan solusi yang tepat. Wallohu’alam bisshowab.
Wassalam.
Ada yang menarik di ajang Islamic Book Fair (IBF) 9th 2010 di Istora Senayan, Kamis (11/3) lalu. Sekelompok .jerapah kecil. menyambangi stand Bank Syariah Mandiri untuk menabung. Wow! Jerapah menabung?!
Impian untuk memiliki rumah barang tentu menjadi impian setiap orang. Berawal dari keinginan untuk memiliki rumah sederhana dengan harga yang murah, ketika mencari, mencari dan mencari bertemulah aku pada seorang wali murid yang tinggal disebuah perumahan, yang walaupun lumayan jauh dari tempat aku mengajar.
Saya sudah menjadi salah satu nasabah bank syari.ah, dan merasa nyaman dengan produk yang ditawarkan juga tidak ada keraguan di hati dengan urusan riba. Alhamdulillah pada tahun 2009 saya dan suami mendapat kesempatan untuk menjadi tamu Allah.
Gampang-gampang susah mencari bankir syariah. Meski stok SDM melimpah, bahkan banyak yang menanyakan ke redaksi ib.eramuslim.com mengenai lowongan bankir syariah, tidaklah begitu saja masalah bankir syariah terpenuhi.
Bank syariah, bagi Fahrizal, adalah sebuah keberkahan tak terkira. Keyakinannya terhadap sistem ekonomi syariah yang rahmatan lil .alamin membuatnya percaya kepada bank yang ber-tagline "Pertama, Murni Syariah". Kenapa?
Melarang atau menutup informasi, tidak akan efektif dalam memfilter pengaruh negatif dari media informasi, terutama internet, karena letaknya bukan di medianya, tapi pada individu itu sendiri, sejauh mana dia memiliki imunitas.
Sosok yang bercitra mulia ini selalu hadir di lokasi-lokasi bencana. Baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Kadang hadir apa adanya, tanpa seragam dan atribut.