Keloid dan Strech Mark
Selasa, 20 Mar 07 09:49 WIB
Assalamualaikum,
Mbak Hilmia yang baik, saya ingin bertanya bagaimana caranya untuk menghilangkan bekas luka bakar yang menimbulkan keloid, saya pernah membaca bahwa ada produk dari hansaplast yang bisa mengurangi keloid... namanya hansaplast scar reducer.bagaimana menurut mbak Hilmia?
Cukuf efektif kah? Ada efek samping nya nggak? Terus gimana kalau terkena kulit yang tidak mengandung keloid berbahayakah?
Saya juga ingin menanyakan cara mengurangi strech mark, apakah orang yang kurus dapat mengalaminya?
Terimakasih
Wassalam
Ratna
Jawaban
Wa'alaikum salam Mba Ratna,
Bekas luka atau scar memiliki bentuk dan warna yang beraneka ragam, tergantung dari kedalaman luka dan kondisi masing-masing individu.
Bekas luka jerawat disebut atrophic, tidak membentuk tonjolan, karena luka yang dialami hanya mengenai kulit dermis.
Bila luka yang dialami sampai ke jaringan kulit dalam yaitu sub kutan bahkan lebih dalam lagi, dan menimbulkan gatal disebut hypertrophic. Bila Hypertrophic-nya melewti bekas luka atau melebar, inilah yang disebut keloid.
Scar reducer yang ada dipasaran, biasanya berisi hydroactive polyurethane, yaitu sejenis zat kimia resin atau katalis, digunakan juga pada industri seperti pompa atau katup.
Biasanya luka yang baru (belum lebih dari 3 bulan) yang dapat diselesaikan dengan terapi ini secara sempurna. Dari beberapa uji klinis, scar reducer seperti yang Mba contohkan, cukup aman digunakan baik untuk kulit yang terkena keloid, maupun yang tidak terkena keloid.
Sedangkan Stretch mark atau striae, biasanya lebih banyak pengaruhnya karena pembentukan hormon glukokortikoid. Bisa kerana kehamilan, kegemukan, bodybuilding, dan kerja yang berintensitas tinggi. Letak kelainan hanya sampai dermis, jadi bisa juga disebut striae atrophic


