dr. Teguh Agus Santoso

Konsultasi Sehat

Konsultasi Sehat
bersama dr. Teguh Agus Santoso

Kirim Pertanyaan

Apakah Anak Saya Perlu di Imunisasi?

Senin, 4 Jun 07 09:50 WIB

Assalamu'alaikum wr, wb.

Pak Dokter Teguh,

Berbagai berita di milis memberitakan kalau imunisasi agak berbahaya. Selain kasus anak yangjustru mengalami polio, banyak pula kasus autisme belakangan ini. Beberapa ustad di tempat tinggal saya, memutuskan tidak memberikan imunisasi pada anak mereka. Apakah saya boleh mengikuti jejak mereka? Apakah ini tindakan yang tepat? Adakah lebih baik memberikan imunisasi, tapi anak kita menderita resiko malpraktek dan terkena autis?

Wassalaamu'alaikum wr, wb.

Hamba Allah

Jawaban

Wa’alaikum salam Wr. Wb.

Mengenai hubungan imunisasi dan autis, insya Allah tidak ada di literatur dan tidak berhubungan. Memang kejadian-kejadian yang ada akibat KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sering kita dengar di media massa. Namun alangkah baiknya kita juga melihat, anak-anak yang tidak tertular penyakit akibat beberapa penyakit yang sudah bisa dicegah dengan imunisasi.

Kejadian yang bukan disebabkan efek langsung vaksin dapat terjadi karena kesalahan teknik pembuatan, pengadaan dan distribusi serta penyimpanan vaksin, kesalahan prosedur dan teknik pelaksanaan imunisasi, atau semata-mata kejadian yang timbul secara kebetulan.

Sesuai telaah laporan KIPI oleh Vaccine Safety Committee, Institute of Medicine (IOM) USA menyatakan bahwa sebagian besar KIPI terjadi karena kebetulan saja. Kejadian yang memang akibat imunisasi tersering adalah akibat kesalahan prosedur dan teknik pelaksanaan (pragmatic errors)

Prinsip dalam hidup kita sendiri, lebih baik mencegah daripada mengobati. Bila kita bisa mencegahnya, kenapa harus kita menunggu untuk diobati. Memang Rosul SAW memberikan petuah, bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Namun alangkah baiknya bila kita bisa mencegah. Dan para Rasul pun dahulu meng-karantina para penderita penyakit menular.

Vaksin seharusnya bertambah seiring bertambahnya penyakit yang menyerang manusia. Tapi vaksin juga harusnya berkurang, bila suatu penyakit itu sudah punah. Dan pemerintah sangat bertanggung jawab akan hal ini. Mana penyakit yang tidak perlu diimunisasi dan mana penyakit yang perlu diimunisasi.

Dan yang harus diingat masyarakat tidak perlu semua dijejali dengan berbagai macam imunisasi. Sedangkan audit terhadap pembuatan, pengiriman, penyimpanan dan pemerian, jarang dilakukan. Cobalah lakukan karantina atau sistem pencegahan kuno lainnya yang masih bisa pemerintah lakukan. Misalnya memantau pada para pendatang (turis), para pekerja asing ataupun yang lainnya.

Angka Kejadian penyaikit TB di Indonesia memang masih tinggi, untuk imunisasi BCG alangkah baiknya kita berikan. Untuk polio angka kejadiannya jarang, namun bila terkena agak susah untuk diobati bahkan mengakibatkan cacat. Sedangkan difteri, pertusis dan tetanus sudah sangat jarang. Bisa jadi hal ini karena program imunisasi yang sudah diberikan bertahun-tahun di negeri kita.

Wallahua’lambishshawab.

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan
© 2000-2008 eramuslim.com