Bertahap dalam Langkah

KARAKTER KETUJUH: Bertahap dalam Langkah

KEBERTAHAPAN dan bersandar pada pembinaan dan kejelasan langkah merupakan manhaj yang terang dalam jalan da'wah Ikhwanul Muslimin. Hal ini disebabkan mereka percaya bahwa semua da'wah harus melewati tiga fase:

Pertama, fase ta'rif. Yakni propaganda, pengenalan dan pemberitahuan tentang fikrah Islam dan menyampaikannya ke seluruh lapisan masyarakat.

Kedua, fase takwin. Pemilihan dan kaderisasi jundi, kemudian memobilisasi barisan da'wah dari kalangan orang-orang yang telah diseru.

Ketiga, fase tanfidz. Tahap pelaksanaan, kerja dan produktifitas.

Ketiga tahapan ini, dapat dilakukan secara simultan, hingga makin memperkokoh persatuan da'wah dan kuatnya hubungan antara ketiganya. Seorang da'i menyeru, dan pada waktu yang sama, ia melakukan pemilihan kader dan membina, dan pada waktu yang sama juga, ia bekerja dan melaksanakan.

Yang pasti, tujuan terakhir atau hasil yang sempurna takkan wujud kecuali setelah pengenalan Islam secara merata, jumlah anshar yang banyak, dan pembinaan yang solid.

Dalam batas fase-fase itulah, da'wah Ikhwanul muslimin berjalan hingga saat ini. Da'wah Ikhwan mulai mendidik ummat melalui pelajaran yang diberikan secara rutin, melalui buku-buku dan melalui perkumpulan-perkumpulan umum dan khusus, melalui majalah pekanan, dan mereka terus melakukan da'wah hingga tak satupun tersisa orang yang belum menerima da'wah Islam yang benar dan bersih.

Setelah itu, mereka melangkah pada fase kedua, yakni fase selektifitas, pemilihan, pembinaan dan mobilisasi. Fase ini diwujudkan dalam tiga bentuk:

Pertama, pembentukan katibah-katibah (kelompok), untuk memperkokoh barisan da'wah. Para anggota saling mengenal, jiwa dan ruh mereka melebur menjadi satu, memerangi adat dan kebiasaan yang tidak islami, melatih diri dalam memperkuat hubungan dengan Allah serta memohon pertolongan-Nya. Inilah yang dikatakan ma'had tarbiyah ruhiyah (tempat penempaan ruh) bagi Ikhwanul Muslimin.

Selain itu adalah pembentukan tim dan grup, seperti kelompok kepanduan dan permainan olahraga. Sasarannya untuk memperkuat barisan dengan memperhatikan perkembangan fisik, membiasakan anggota untuk berlaku taat, disiplin, berakhlak sportif dan mempersiapkan mereka menjadi prajurit yanng benar sebagaimana dikehendaki Islam terhadap setiap muslim. Di kalangan Ikhwan, hal ini disebut ma'had tarbiyah jismiyah (tempat pembinan fisik).

Selain itu, adalah ta'lim (pengajaran), yang dilakukan baik dalam katibah-katibah atau melalui seminar Ikhwan yang dimaksudkan untuk menyebarkan nilai Islam, memperkuat barisan dalam hal pengembangan wawasan berfikir anggota. Dilakukan melalui pengkajian-pengkajian komprehensif terhadap materi-materi Islam dan keduniaan yang mutlak diketahui setiap muslim. Ini dinamakan ma'had tarbiyah ilmiyah dan fikriyah (tempat pembinaan keilmuan dan pemikiran).

Itu semua, ditambah lagi dengan berbagai aktifitas lain, dimana para Ikhwan dapat berlatih mempersiapkan diri melakukann kewajiban yang menanti mereka, membimbing ummat untuk dapat memberi hidayah pada sekalian alam.

Setelah tahap kedua tersebut, dengan izin Allah Ikhwan melakukan langkah ketiga yakni langkah amaliyah yang kelak akan menghasilkan buah yang sempurna bagi da'wah Islam.

KARAKTER KEDELAPAN: Da'wah Rabbaniyah

KARENA sasaran-sasaran yang dikehendaki jama'ah Ikhwanul Muslimin adalah mengembalikan manusia pada Rabb mereka, Allah swt. Salah satu syi'ar mereka adalah “Allahu ghoyatuna", Allah tujuan kami.

KARAKTER KESEMBlLAN: Da’wah ‘Alamiyah (mondial)

KARENA Ikhwanul Muslimin menyeru seluruh manusia di segenap penjuru bumi untuk kembali pada manhaj Allah, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an bahwa Nabi saw berda'wah kepada seluruh manusia, "Wahai seluruh ummat manusia, katakanlah "Laa ilaaha ilIa llaah" niscaya kalian menang.”

Berikut ini adalah sebagian karakteristik da'wah Ikhwan yang mencakup sasaran-sasaran harakah Ikhwan:

Sasaran Global Da’wah Ikhwanul Muslimin

Ustadz Hasan al-Banna mengatakan, "Ringkasnya, kita menginginkan terbentuknya individu yang berkepribadian muslim, rumah tangga muslim, kedaulatan Islam, khilafah Islamiyah yang menghimpun segenap negara-negara Islam, dan menaungi segenap kaum muslimin, mengembalikan kemuliaan mereka dan membebaskan tanah air mereka yang hilang dan dirampas. Kemudian membawa syi'ar jihad dan bendera da'wah ilallah, sampai dunia seluruhnya sejahtera dengan terlaksananya ajaran Islam..."

Selanjutnya, Ustadz al-Banna mengatakan, "Camkan selalu, bahwa kalian memiliki dua sasaran utama:

  1. Membebaskan negeri-negeri Islam dari seluruh cengkeraman pihak agresor asing, sebab kemerdekaan merupakan hak setiap manusia yang tidak ada yang memungkirinya kecuali orang zalim dan durjana.
  2. Hendaknya pada negeri Islam yang telah bebas itu berdiri sebuah kedaulatan Islam yang merdeka memberlakukan hukum Islam, menerapkan sistem masyarakat Islam, memproklamirkan prinsip-prinsipnya yang lurus dan menyampaikan da'wahnya ke seluruh manusia.

Selama kondisi seperti ini belum terealisir, maka kaum muslimin seluruhnya menanggung dosa dan bertanggung jawab di hadapan Allah swt. disebabkan kelalaian mereka dan sikap diam mereka dari mewujudkannya.

(Buku Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan Oleh Syaikh Jasim Muhalhil)

Rabu, 29/10/2008 16:53 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Apa itu SISTEM PERBANKAN SYARIAH?

"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.

Perjalanan Dari Konvensional ke Syariah

Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.

"Connecting People", Strategi Jemput Bola Bank Syariah Pertemukan Kawan Lama

Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.

Bank Syariah Bukopin Cetak Laba Rp 831 Juta

Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

 
 
 
 
 
Education Corner

Cara Mengajarkan Sex Edu Kepada Balita

Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Banyak DBD, Aksi Fogging di Bojonegoro

Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.

 
 
 
 
Deskripsi IKHWAN
Arsip   RSS
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login