Pendapat Imam Mazhab tentang Taqlid
Asy-Sya'rani dalam kitab "al-Mizan" menyebutkan bahwa imam yang empat, semuanya mengatakan: "Bila ada hadits yang shahih, maka itulah madzhab kami".
Imamul A'zham Abu Hanifah radhiallahu'anhu berkata: "Tidak benar bagi seseorang untuk mengatakan pendapatku, sampai ia mengetahui dari mana kami mengatakannya."
Malik radhiallahu'anhu mengatakan: "Sesungguhnya saya adalah manusia biasa yang dapat berlaku salah dan dapat benar. Maka hendaklah kalian memeriksa pendapatku. Semua yang sesuai dengan Kitabullah dan sunnah, ambillah. Dan semua yang tidak sesuai dengan keduanya tinggalkanlah.”
Diriwayatkan bahwa Syafi'i radhiallahu'anhu ditanya oleh seseorang, lalu Syafi'i mengatakan bahwa diriwayatkan Rasulullah saw. bersabda begini dan begini. Kemudian si penanya berkata: "Wahai Abu Abdillah, apakah anda mengatakan ini?" Syafi'i menjawab: "Apakah engkau lihat di badanku terdapat ikat pinggang? Apakah engkau pernah melihatku keluar dari gereja?" Dalam riwayat lain, disebutkan beliau terkejut dan marah, air mukanya berubah, dan mengatakan: "Bumi mana yang akan kupijak, dan langit mana yang akan menaungiku, bila aku meriwayatkan tentang Rasulullah saw. yang tidak beliau lakukan."
Abu Daud berkata: "Aku mendengar Ahmad bin Hambal radhiallahu'anhu mengatakan: "Yang dinamakan ittiba' (mengikuti) ialah seseorang mengikuti apa yang datang dari Nabi saw."
Beliau juga pemah mengatakan: "Jangan mengikutiku, jangan mengikuti Malik, jangan mengikuti Syafi'i, jangan mengikuti Auza'i, jangan mengikuti Tsauri, tapi ambillah dari mana mereka mengambil pendapatnya." Maksudnya adalah al-Qur'anul Karim.
Ya Allah, sesungguhnya pena menuliskan ini disertai rasa takut kepada-Mu dan malu kepada Rasul saw. Apakah diperlukan penjelasan yang menyebutkan bahwa seseorang harus mendahulukan Kalamullah dan rasul-Nya dari selain keduanya? Atau apakah boleh seseorang menguatkan pendapat selain keduanya?
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'minah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah ia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. al-Ahzab. 36)
Bila ada seorang alim dari para ulama Islam saat ini yang menjadikan perkataannya sederajat dengan perkataan Allah dan Rasul berarti dia bisa keluar dari agama Islam! Apatah lagi bila perkataannya lebih didahulukan dari perkataan Allah dan rasul-Nya!!
Bagaimana bila salah satu imam madzhab yang mulia berdiri di hadapan Rasulullah saw., apakah ia akan menolak atau melanggarnya?
Tidak. Demi Allah!! Bahkan ia mungkin tak mampu memandang Rasulullah, karena kemuliaan dan kebesarannya. Para sahabat pernah menanti seseorang dari kaum Badui agar ia bertanya pada Rasulullah saw. kemudian mereka mengambil manfaat dari jawaban yang Rasul berikan kepadanya.
Sesungguhnya rasa malu terkadang telah menjadikan lidah mereka kaku di hadapan Rasulullah saw. untuk bertanya. Seolah-olah di atas kepala mereka ada burung-burung.
Sebagai penutup, saya paparkan kepada anda sebuah nasihat berharga dari Rasulullah saw. sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang dinukil kitab-kitab Sunan:
"Suatu ketika, Rasulullah saw. menasihati kami dengan suatu nasihat yang membuat air mata menitik, dan hati bergetar. Kami lalu berkata kepadanya: "Wahai Rasulullah, ini sungguh-sungguh seperti nasihat perpisahan, dengan apa kau wasiatkan kami ?"
Rasul menjawab, "Aku tinggalkan kalian dalam suasana terang benderang. Malamnya seperti siang. Tidak ada yang tergelincir setelahku kecuali orang yang celaka. Dan barang siapa di antara kalian yang masih hidup kelak akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kalian melakukan apa yang kalian ketahui dari sunnahku dan sunnah khulafa'u rasyidin yang mendapat petunjuk.
"Hendaklah kalian taat, meskipun kepada seorang Habsyi. Gigitlah olehmu ketaatan itu dengan geraham. Sesungguhnya seorang mu'min laksana cucuk onta. Setiap kali diikat ia terikat. Dan jauhilah olehmu perkara-perkara baru (dalam agama). Sesungguhnya setiap perkara baru itu adalah bid'ah. Dan setiap bid'ah itu adalah sesat."
(Buku Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan Oleh Syaikh Jasim Muhalhil)
Lainnya (Arsip)
- Manhaj Aqidah dan Fiqih Ikhwan
Tuesday, 18/11/2008 14:53 WIB - Sarana Dakwah Ikhwan
Friday, 14/11/2008 16:14 WIB - Sasaran Dakwah Ikhwan
Wednesday, 05/11/2008 14:41 WIB - Bertahap dalam Langkah
Wednesday, 29/10/2008 16:53 WIB - Karakter Ketiga: Saling Melengkapi dalam Bangunannya
Tuesday, 21/10/2008 11:27 WIB
Deskripsi IKHWAN
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…
BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...
BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...
BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...
BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael Hermawan (kedua dari k...
Peluang
- Buku Baru ! Penaklukan Benteng-Benteng Visigoth
Kisah Sejati Petualangan Para Ksatria Islam Menaklukan Wilayah Spanyol, Portugal & Perancis. Disc s/d 50% !
www.penaklukanbentengvisigoth.blogspot.com/ - Baju Muslim
Peluang Usaha Reseller Online Produk Busana Muslim Dengan Sistem Dropship & Modal Kecil.
www.muslimgaleri.com/ - 8 Jam Bisa Menterjemah Al-Quran
Metode Praktis & Mudah, Dari Nol Bhs Arab, Utk Segala Usia 08161191279
www.paketgranada.com - Total Care Yatim. Cara Baru Santuni Yatim
Banyak Kebaikan dan Hikmah Yang Didapat
www.yatimcare.com - Fashion Muslim
Tiada Hari Tanpa Model Baru.Pelopor Fashion Online di Indonesia
www.tanah-abang.com




