Tribulasi (Ujian) di Jalan Dakwah (4)
Ada orang yang menyangka bahwa bencana itu sebagai topan yang menghancurkan dan meruntuhkan lalu menghapus segala realita kehidupan dan gerakan Islam. Dia melihat musuh-musuh itu telah berjaya mengalahkan para pendukung dakwah dan menghapus dakwah menurut kehendak mereka.
Betapa tidak! Semua lambang telah dihapus, rumah-rumah mereka telah ditutup, yayasan-yayasan mereka telah dirampas, segala kegiatan mereka telah dihentikan, segala usaha yang dibuat di dalam lingkungan dakwah telah musnah dan tidak ada lagi kesan dan bekasnya.
Sejauhmana kebenaran pandangan itu? Benarkah ia sesuai dengan realita?
13.1 Salah Persepsi
Kita teringat kembali kepada peristiwa yang telah terjadi dua puluh tahun yang lalu ketika hukuman zalim dijatuhkan oleh "mahkamah rakyat" terhadap Ikhwanul Muslimin. Tatkala itu seorang yang pernah menderita oleh bencana itu telah memberikan pandangannya: "Jamaah Ikhwan itu seperti sebuah bangunan yang besar lalu bencana itu datang meruntuhkan dan menjadikannya serpihan-serpihan yang bertumpuk-tumpuk."
Menurut saya persepsi itu salah dan menghalangi dakwah karena dia menganggap segala usaha yang telah dibuat dan segala pengorbanan yang telah diberikan di berbagai bidang dakwah sebelum bencana tiba-tiba terhenti dan musnah tanpa kesan.
Segala usaha untuk membangunkannya kembali mungkin turut musnah dan demikianlah seterusnya. Pandangan sedemikian menyekat apa yang telah lalu, sekarang dan akan datang. Pandangan tersebut mendorong kita berfikir mengenai hakikat yang benar tentang dampak bencana pada jamaah dan anggotanya lalu saya bertanya-tanya sendiri: "Benarkah sudah ada bangunan yang dibina, kemudian runtuh, atau kita masih berada di peringkat persediaan untuk membina sebuah bangunan?"
Jika diperhatikan, kita dapati bahwa sebuah bangunan itu, didahului oleh persiapan batu bata yang kuat dan keras sebagai komponen bangunan di samping tapak yang kuat untuk membina bangunan di atasnya.
13.2 Menyediakan Batu-Bata yang Kuat Untuk Bangunan
Biasanya kita terlebih dahulu menyediakan bahan-bahan mentah di dalam acuannya yang tertentu, kemudian di keringkan dan diatur kemudian dibakar untuk membersihkan supaya bertambah kuat dan keras, kemudian barulah bangunan tersebut dibangun menggunakan batu-bata yang telah keluar dari pembakarnya.
Dari perumpamaan tersebut, kita lihat bahwa peringkat dakwah sebelum ujian itu seperti persediaan batu bata yang mentah dan ujian itu seperti pembakaran untuk membersihkannya. Ini berarti bahwa setelah Imam as-Syahid hendak membina bangunan dan menentukan peringkat-peringkat, beliau memulakannya dengan membentuk individu-individu dalam acuan Islam yang sahih dari setiap aspek apakah dalam aspek akidah, ibadah, akhlak, kefahaman dan amalan.
Segala kegiatan yang berupa usrah, pasukan-pasukan, operasi ketenteraan, ceramah-ceramah, forum-forum, pengembaraan (mukhayam dan rihlah) dan lain-lain lagi. Semuanya itu merupakan cara dan jalan untuk membentuknya dengan acuan Islam yang sahih:
"Sibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya dari sibghah Allah dan hanya kepadaNyalah Kami menyembah." Al-Baqarah: 178
Setelah itu, fitnah dan ujian datang menimpa Ikhwan untuk membersihkannya. "Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka)."Alilmran: 141
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." Al-Ankabut: 1-3
"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dengan yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib." Alilmran: 179
Melalui pembakaran itu terhasillah batu bata yang kuat dan keras yang tahan menerima tekanan yang kuat dan tidak dapat dicairkan oleh air. Dari pembakaran itu terdapat juga batu bata yang retak dan pecah serta tidak dapat dipakai untuk membuat bangunan. Dengan perumpamaan ini, ujian dan bencana itu membawa dampak yang berbeda-beda kepada anggota-anggota jamaah. Sebagian mungkin berpendapat ini semua sebagai pembersihan, keteguhan dan kekuatan. Iman mereka yang telah ada semakin bertambah.
Mereka tidak surut disebabkan bencana dan tidak terpedaya oleh akibat. Sementara itu, sebagian mereka ada yang menjadi lemah dan mundur. Mereka terdiri dari beberapa peringkat yang berbeda, ada yang lebih dan ada yang kurang.
Biasanya, batu bata yang baik dan kuat, yang digunakan untuk membina sebuah bangunan dicantumkan di antara satu sama lain dengan semen supaya batu itu kuat. Demikian juga individu-individu yang telah mengalami ujian bertambah teguh dan kuat dengan istiqamah mereka di atas manhaj Islam yang sejahtera tanpa penyelewengan dan dengan iltizam mereka untuk jamaah. Unsur yang mengikat sesama mereka adalah ikatan persaudaraan Islam (ukhuwwah Islamiyah), saling tsiqah dan cinta-mencintai sesama mereka karena Allah semata.
13.3 Golongan yang Ketiga
Setelah terjadi ujian dan bencana itu, lahirlah golongan yang ketiga yang juga sebagian dari natijah (hasil) ujian, yaitu golongan yang melampau dan keterlaluan dalam menghukum golongan lain dan tidak lagi beriltizam dengan kesatuan barisan. Perbandingannya di dalam contoh tadi seperti sebagai batu bata yang telah hitam warnanya lantaran terlalu kuat pembakarannya.
Bentuknya berubah dan tidak lagi memelihara istiqamahnya, dan boleh jadi menggabungkan dirinya kepada golongan yang lain lalu membentuk satu pasukan yang tidak mudah dipisahkan daripadanya serta tidak layak lagi digunakan untuk membuat bangunan walaupun pada zahirnya dia kuat.
Ada kalanya, batu bata yang lemah itu dapat dipergunakan menurut kemampuannya. Tetapi batu bata yang keterlaluan kerasnya itu tadi tidak dapat digunaklan lagi sebab dia akan membawa kekacauan di dalam saf karena bengkoknya. Demikian juga individu yang lemah, masih dapat digunakan lagi mengikut kemampuannya, tetapi mereka yang telah melampaui batas keterlaluan, mereka itu tidak istiqamah kef ahaman mereka.
Sikap-sikap inilah yang menghalang jemaah mendapat faedah dari mereka selagi mereka tidak mengubah sikap keterlaluan mereka, memperbaiki orisinalitas kefahaman dan cara-cara mereka beramal. Ini memerlukan kesabaran dan kesungguhan dari kita dan dari mereka dengan benar dan ikhlas.
Ini semua adalah satu perumpamaan yang sahih terhadap dampak-dampak dari tribulasi. Tribulasi atau ujian tidak meruntuhkan bangunan tetapi melicinkan, membersihkan, membedakan dan membantu penyediaan untuk membuat bangunan. Perumpamaan ini juga memberikan jawaban kepada orang yang bertanya: "Kenapa kita melihat sebagian daripada orang-orang yang terlebih dahulu memikul tanggungjawab dakwah sebelum ujian dan bencana itu tidak dapat bertahan? Adakah pemilihan mereka itu salah?
Kalau kita pandang dengan teliti, kita akan dapati bahwa lamanya batu bata itu dibakar tidak semestinya menjadi jaminan di atas kekuatan dan kebulatan semua dan seluruhnya di dalam pembakarannya. Contoh itu serupa dengan kesan tribulasi kepada individu-individu karena batu-bata itu dari tanah dan kita pun berasal dari tanah. Perbedaan hanya terdapat di dalam jenis nyalaan api yang dengannya disempurnakan kebulatan (at-tahmis) dan kebersihannya.
13.4 Apakah yang Diuji dalam Diri Seseorang dalam Tribulasi
Mungkin berguna juga jika saya terangkan bahwa gangguan yang menimpa seseorang di tengah-tengah tribulasi itu bukan saja dari segi anggaran ketahanan jasmaninya dalam menerima gangguan dan penyiksaan. Tetapi yang terpenting diuji ialah iman seseorang, keikhlasannya untuk dakwah dan pengorbanannya pada jalan dakwah.
Kefahaman terhadap ikhlas, sejauh mana sehatnya dan kemurniannya dari segala campuran dan penyelewengan. Demikian juga amalnya, sejauh mana ia sesuai dengan syariat Islam tanpa kecuaian dan keterlaluan. Juga diuji kebulatannya terhadap dakwah dan kosong hatinya dari yang lain selain dari dakwah.
Tentang jihadnya pula, sejauhmana benarnya tujuan dan niat di dalam hatinya yang hanya meninggikan kalimah Allah, juga diuji ketahanannya dalam menyebarkan benderanya walau betapa pun susahnya. Juga persaudaraannya diuji terhadap saudara-saudaranya, dan cintanya kepada mereka dan kesungguhannya dalam menjalinkan ikatan persaudaraan walau bagaimana pun cara musuh-musuh berusaha untuk merusakkan, memperkotak-katikkan atau mengadu domba.
Juga diuji ketaatan dan kepercayaannya untuk dakwah dan dengan dakwah, ketetapan dan kekuatan langkah-langkahnya di dalam jalan dakwah tanpa keraguan bersama orang-orang ragu. Segala aspek tersebut teralami dalam ujian dakwah di dalam diri seseorang melalui berbagai bentuk gangguan dan tekanan.
Tidak semua ujian berupa gangguan dan penyiksaan. la juga mengandung cara lain seperti perdebatan, penyiasatan, pengaburan mata, bujuk rayu, nasihat, pengarahan pada zahirnya dan macam-macam lagi siasat musuh. Untuk menyelamatkan diri dari tipu daya yang tidak terkira banyaknya itu terpulanglah dan terserahlah kepada Allah sebab Dialah yang meluruskan, menolong, memberi kesabaran, memberi ketatapan dan ketahanan. Dialah yang menambahkan iman di atas iman mereka yang ada.
13.5 Dasar Bangunan Atau Asas
Dasar yang kokoh yang didirikan bangunan di atasnya dengan kuat dan teguh adalah merupakan perumpamaan di dalam pembentukan satu generasi mukmin yang mempunyai iman yang kuat dengan akidah Islam yang membentuk segenap aspek kehidupannya. Dengan persiapan itu, dia sanggup dan rela mengorbankan segala yang murah dan mahal serta melindungi dan membelanya dari tipu daya musuh. Dia tidak tenteram dan tidak puas hati selagi Allah tidak memberi kemenangan kepada agamanya dan tertegaknya daulah Islam di muka bumi ini untuk memainkan
peranan yang diwajibkan kepadanya terhadap seluruh manusia.
Pendukung akidah yang beginilah yang membangunkan dan mendirikan keluarga Islam yang ideal sebagai asas pembangunan masyarakat Islam. Masyarakat Islam yang bergerak dengan dakwahnya dan menghimpunkan manusia di atasnya sebagai persediaan dasar (tapak) Islam yang kuat untuk membangunkan pemerintahan dan daulah Islam.
13.6 Adakah Cangkul Peruntuh Itu Telah Merusakkan Asas?
Ada orang menyangka bahwa persediaan rapi yang telah disediakan untuk asas bangunan itu telah diruntuhkan satu demi satu oleh kebatilan dengan segala cangkul dan kejahatannya. Oleh itu, kita tidak akan dapat menyempurnakan satu bangunan dengan cara dan jalan itu. Oleh itu, wajiblah kita memikirkan satu cara dan jalan yang lebih cepat, lebih praktis serta lebih berkesan.
Namun, pada hakikatnya, asas yang kuat dan teguh tidak dapat diruntuhkan oleh cangkul-cangkul batil, tetapi cangkul itu hanya akan menyentuh bagian asas yang lemah dan pecah. Begitu jugalah cangkul batil itu dahulunya tidak dapat merusak Muslimin pertama yang telah terdidik di dalam madrasah Rasulullah s.a.w. dan terbentuk di dalam naungan al-Quran dan di atas bahu mereka dibangunkan daulah Islam dan pemerintah Islam yang pertama. Maka pendokong akidah yang sebenarnya bertahan seperti gunung tatkala berhadapan dengan tipu daya musuh, semoga Allah memberi rahmat kepada Imam Syahid Hassan al-Banna tatkala berkata: "Kekuatan itu adalah sebaik-baik kekuatan apabila dia bersama dengan kebenaran dan seburuk-buruk kelemahan ialah kelemahan berhadapan dengan kebatilan".
Yang sangat penting, diperhitungkan sini di jalan dakwah kita ialah, janganlah kita terlalu menumpukan seluruh usaha kita kepada berbagai-bagai peristiwa dan isu-isu semasa atau urusan-urusan yang juz'iah, atau cabang-cabang (furu'iah), lalu kita lengah terhadap urusan yang maha besar, urusan Islam yang akan menyelesaikan segala urusan juz'iah. Oleh itu, sangatlah perlunya kita berterusan dalam menyempurnakan marhalah ini, yaitu memantapkan dasar (tapak) yang kukuh dan asas yang kuat karena tidak ada bangunan tanpa asas.
Kita juga jangan terdorong oleh nafsu hendak cepat mencapai hasil lalu kita lekas-lekas membuat kerja yang merusakkan yang membawa kita membuat kerja yang tidak betul dan tidak memperbaiki perbuatan kita. Karena kita bertanggungjawab terhadap kerja-kerja kita. Kita dihisab di atas hasil. Masa itu diukur dengan umur ummah dan dakwah, bukan diukur dengan usia individu. Kelambatan sampai kepada tujuan tidak berarti salahnya harakah atau buruknya perencanaan.
13.7 Kesimpulan
Sebenarnya, tribulasi di atas jalan dakwah itu adalah sunnah-sunnah Allah dan ketentuan Allah yang mesti berlaku di dalam dakwah, bukan akibat dari kesalahan. Tetapi jika pera pendukung tidak terjatuh kepada gangguan, bencana dan ujian, inilah yang menimbulkan keraguan, apakah salah atau betulnya jalan yang mereka lalui.
Para pendukung dakwah tidak mungkin mengelakkan diri dari berbagai gangguan, ujian dan bencana, ataupun mengurangi tekanannya atau memendekkan masanya selagi mereka berpegang teguh dengannya dan bersungguh-sungguh beramal dengannya dan untuknya. Bencana dan ujian itu bukan merupakan tanda-tanda kematian di dalam umur dakwah, tetapi dia merupakan bermulanya kehidupan yang lumrah dan mesti dilalui.
Sebenarnya bahaya yang menyertai tribulasi itu, pada hakikatnya ialah satu kebaikan dan faedah yang berguna kepada dakwah, jamaah dan kepada individu-individu walaupun zahirnya berupa bahaya. Oleh karena itu, ujian dan bencana dalam dakwah adalah kekuatan yang mendorong dan bukanlah pukulan-pukulan yang mematikan dan semuanya itu adalah baik dan bukanlah bahaya. Apa yang dikehendaki Allah kepada dakwahnya adalah baik. Oleh karena itu, kita berkata: Sebenarnya inilah nikmat kurnia di dalam bentuk bencana.
Para pendukung dakwah yang menyeru manusia kepada Allah, kepada agama Allah, kepada ajaran Islam, wajiblah tenang, tenteram, berpuas hati dan yakin bahwa mereka berjalan menurut jalan yang benar, di jalan yang dilalui Rasulullah s.a.w dan para sahabatnya dahulu tanpa perubahan dan penukaran senantiasa di dalam Peliharaan Allah dan PerlindunganNya. Dialah yang memimpin dan meluruskan dan menolak tipu daya daripadanya:
"Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang khianat lagi mengingkari nikmat." Al-Hajj: 38
"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamaNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." Al-Hajj: 40
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang soleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diredhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada di dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku." An Nuur: 55
Lainnya (Arsip)
- Tribulasi (Ujian) di Jalan Dakwah (3)
Monday, 29/06/2009 13:24 WIB - Tribulasi (Ujian) di Jalan Dakwah (2)
Wednesday, 17/06/2009 16:35 WIB - Tribulasi di Jalan Dakwah (1)
Wednesday, 27/05/2009 13:15 WIB - Beberapa Rintangan di Jalan yang Kita Lalui (2)
Thursday, 07/05/2009 14:53 WIB - Beberapa Halangan di Jalan yang Kita Lalui (1)
Thursday, 23/04/2009 13:44 WIB
Thariqud Dakwah
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…
BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...
BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...
BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...
BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael Hermawan (kedua dari k...
Peluang
- Buku Baru ! Penaklukan Benteng-Benteng Visigoth
Kisah Sejati Petualangan Para Ksatria Islam Menaklukan Wilayah Spanyol, Portugal & Perancis. Disc s/d 50% !
www.penaklukanbentengvisigoth.blogspot.com/ - Baju Muslim
Peluang Usaha Reseller Online Produk Busana Muslim Dengan Sistem Dropship & Modal Kecil.
www.muslimgaleri.com/ - 8 Jam Bisa Menterjemah Al-Quran
Metode Praktis & Mudah, Dari Nol Bhs Arab, Utk Segala Usia 08161191279
www.paketgranada.com - Total Care Yatim. Cara Baru Santuni Yatim
Banyak Kebaikan dan Hikmah Yang Didapat
www.yatimcare.com - Fashion Muslim
Tiada Hari Tanpa Model Baru.Pelopor Fashion Online di Indonesia
www.tanah-abang.com




