eramuslim

Nak, Tuhan sangat sayang kepadamu...

Sore itu,

puluhan anak sedang asyik mengisi saat senggang mereka dengan kesibukan

puluhan bocah sedang giat mewujudkan impian mereka

puluhan generasi pengganti mengisi hari-hari mereka dengan kebaikan ilmu

saat anak-anak lain duduk tertawa di depan televisi

mereka mengernyitkan dahi memutar otak membahas pelajaran demi pelajaran

dalam suatu majelis ilmu bernama gama

di sebuah kota bernama padang

sebuah kota di negeri kami tercinta..

Tiba-tiba,

suara gemuruh datang dan gedung bergoyang

dalam sekejap mata mereka terbenam

kekhusukan berubah menjadi tangis

keheningan berubah menjadi iba

hati-hati para belia pun luruh dalam kepasrahan..

dalam doa-doa lirih yang tak sanggup lagi mereka ucapkan..

Tersentak hati menangis dan jiwa tak mampu berdiri

kepala tak sanggup untuk ditegakkan..

tajam luka hati ini melihat kondisi engkau wahai anak-anakku

dalam kesyahidan mencari ilmu

dalam kemulyaan engkau dipanggil sang pencipta..

Saat asa untuk hidup mengiringi harapan mereka

detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam hingga hari berganti..

pertolongan tak jua datang, ia hanya bisa mengankat sebongkah batu,

ia hanya bisa menjemput satu dan dua jiwa saja,

sedang jiwa-jiwa lain dijemput oleh sang pencipta,

dalam gelap mereka meringis, dalam haus mereka menangis...

dalam rintik hujan mereka pasrah dijemput penciptanya...

Nak...

ketahuilah..

Tuhan sangat sayang kepada engkau,

kepada teman-teman mu, juga kepada yang lain..

engkau lebih mulia dari kami,

engkau lebih berjasa dari para pahlawan manapun..

pahala syahid pun telah menunggu engkau..

dalam menuntut ilmu bagi dirimu, bagi orang tuamu, bagi agamamu dan bagi negaramu..

engkau patut bangga..

engkau tak pernah bermain-main dengan hidup mu,

engkau tak pernah menyia-nyiakan waktu mu,

sedang kami, disini ditempat yang jauh dari mu,

para orang tua, para mahluk dewasa kadang tak sadar telah banyak menyia-nyiakan hidup

telah banyak menyia-nyiakan waktu hanya untuk bermaksiat kepadaNYA

Seharusnya bencana itu bisa menampar hati kami,

seharusnya bencana itu bisa membuka mata kami,

seharusnya bencana itu dapat menyadarkan kami,

dan seharusnya kesyahidan mu itu membuat malu diri kami...

Nak..

sampaikan salamkan kami kepada orangtuamu

sampaikan iri kami kepada ayah bundamu yang sangat tabah

yang telah melahirkanmu sebagai mujahid

dalam mengabdi kepada ilmu

dalam mengisi ruang-ruang waktu

dengan kemulyaan seorang ulama..


Untuk anak-anakku korban gempa di Padang ketika sedang menuntut ilmu dalam gedung gama, kami semua sayang kamu.

Rojali

http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/10/nak-tuhan-sangat-sayang-kepadamu.html