• Senin, 26 Ramadhaan 1431/ 6 September 2010
 
 

Anakku Sayang....

Oleh LIzsa Anggraeny

"Boleh anak anda saya jadikan model?"

Suatu siang, di taman Jiyuugaoka, tanpa disangka-sangka sapaan tersebut tiba-tiba mampir. Berdiri di hadapan saya seorang anak muda, sambil memegang camera dengan talinya mengantung di leher.

Melihat saya terdiam, lelaki muda tersebut mengeluarkan kartu nama. Dari profesi yang tertulis saya mulai bisa menebak. Ia mungkin seorang fotografer dari sebuah majalah. "Saya sedang membutuhkan beberapa model anak" Kembali lelaki muda itu meneruskan.

"Moshi yokattara, renraku kudasai... (Kalau berkenan, tolong hubungi....)" Sambil sedikit membungkukkan badan, lalu berpamitan. Meninggalkan saya dengan kartu nama di tangan.

Dari jarak beberapa meter, saya perhatikan si kecil yang sedang tertawa-tawa senang sambil berlari-lari kecil mengejar burung merpati liar. Matanya yang bulat, pipinya yang memerah serta kibaran jilbab kecilnya yang tertiup semilir angin musim dingin, menambah 'cute' penampilan si kecil yang baru genap berumur satu tahun.

Memandang si kecil, ingatan saya kembali melayang-layang ke masa lalu. Hampir dua belas tahun pernikahan, saya menantikan kehadiran buah hati. Beberapa terapi dan pengobatan telah dijalani. Kadang melelahkan, menjemukan dan memilukan dengan beberapa kegagalan-kegagalan. Kehadiran si kecil dalam penantian panjang merupakan hadiah terindah dalam kehidupan saya. Bagai anak kecil yang kegirangan ketika mendapatkan hadiah mainan, begitupun dengan perasaan saya ketika berhasil mendapatkan buah hati. Rasanya, ingin sekali menjaga hadiah tersebut agar tetap indah.

Tawaran menjadi model? Ini bukan kali pertama si kecil ditawari. Beberapa bulan ke belakang, saat saya dan si kecil sedang berjalan-jalan di pertokoan, tiba-tiba seseorang yang mengaku agent model mendekati. Dengan pertanyaan yang kira-kira sama, saya menerima kartu nama dan diminta menghubungi jika berminat.

Jujur, ketika pertama kali si kecil mendapat tawaran menjadi model, hati saya melonjak riang. Jadi model anak? Di Jepang? Wah... Kesempatan bagus! Selain dapat memupuk potensi si kecil yang mungkin cocok di dunia modeling, juga dapat menjadi penghasilan tambahan yang nantinya bisa jadi tabungan si kecil. Begitu pikir saya awalnya.

Namun pikiran tersebut saya buang jauh-jauh ketika pada satu kesempatan, saya melihat kejadian yang tak terduga. Si kecil mulai bisa melambai-lambaikan tangan dan meniru posisi membungkukan badan. Dua keahlian baru si kecil yang tak pernah saya ajarkan sebelumnya. Si kecil mempelajari dua gerakan tadi dari lingkungan di sekelilingnya, yang mungkin ia serap ketika saya ajak belanja, main di taman, atau berjalan-jalan sore. Kebiasaan "bye-bye" dan "ojigi (memberi hormat dengan membungkuk)" yang ditiru dari masyarakat umum Jepang.

Si kecil dalam usianya saat ini memang sedang senang meniru dan menyerap banyak hal. Bagaimana jika sedari kecil dijadikan model lalu menjadi kerasan hingga dewasa? Dunia modeling diserapnya sebagai bagian dari hidup. Melenggak-lenggok di depan camera, di atas panggung untuk dikagumi orang-orang menjadi hal biasa. Terseok dalam kehidupan dunia gemerlap, mengikuti fashion empat musim negeri Jepang, tumbuh menjadi sosok dewasa yang terlepas dari gengaman erat Islam. Na`udzubillahimindzalik.... Merinding saya jika memikirkan hal tersebut.

Saya makin merinding ketika mengingat sebait syair dari buku "25 Kiat Mempengaruhi Jiwa dan Akal Anak" yang berbunyi seperti ini, "Apakah kau akan menangis atas anak yang sebenarnya telah kau bunuh? Ia telah mati dan kini apa yang bisa kau lakukan...?"

Bukan, saya memang tidak sedang ataupun tidak ingin membunuh perkembangan anak. Tapi melibatkan anak dalam dunia modeling yang mungkin jauh dari tatacara Islami, sama saja dengan siap membuka gerbang untuk 'membunuh' generasi penerus yang Islami. Saya tidak mau menangis, menyesali anak yang nantinya terlanjur hidup di luar tatanan aqidah Islam.

Anakku sayang....

Dua belas tahun menanti, ingin rasanya Ummi menjaga amanat yang telah diberikan ini sebaik-baiknya. Hingga waktunya tiba, Ummi dapat mengembalikan amanat tersebut sama seperti saat pertama kali menerimanya. Putih, bersih tanpa noda, terjaga fitrahnya.

Percayalah Nak, menjadi model, bukan satu-satunya jalan untuk mengembangkan potensi, kreasi dan prestasi.

***

Sebuah renungan, aishliz et Japan

Kamis, 10/12/2009 05:13 WIB | email | print | share
 
 
 
 

Oase Iman Lainnya

(Arsip) (Ke Atas)

Oase Iman
menggugah dan menyegarkan iman
 
 
 

PELUANG

 
 
 

Simulasi Tabungan Rencana
Menabung adalah bagian dari perencanaan keuangan untuk masa depan. Namun, terkadang dengan segala kebutuhan dan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari terkadang menabung adalah ...

Kartu ATM SiAga Syariah
Fasilitas layanan kepada nasabah untuk melakukan transaksi perbankan dengan perangkat mesin ATM (Automated Teller Machine) yang dimiliki atau ditunjuk oleh Bank Bukopin a. Man...

Giro Utama iB
Giro Utama iB, adalah rekening koran wadiah dari Bank Mega Syariah yang memungkinkan Anda mengelola dana dengan nyaman sesuai kebutuhan. Menyimpan dana sesuai syariah dan mend...

BNI Syariah KC Jaktim Sukses Galakkan Tabungan iB Masuk Sekolah
Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Kantor Cabang Jakarta Timur melalui Tabunganku iB yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia menggalakkan Tabungan ini ke sekolah-sekolah. Progra...

 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Anak Pemarah

Saya wanita bekerja dengan 4 anak yg masih kecil-kecil paling besar kelas lima SD, saya membesarkan anak-anak sendiri tanpa didampingi suami karena suami jauh. Karena saya sendiri kadang-kadang dalam mendidik anak saya terlau emosional.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Pengungsi Sinabung, Logistik Masih Minim

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut beberapa hari ini cenderung menurun. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti meletusnya gunung ini Minggu (29/8) dini hari yang di luar prediksi para ahli.