Balada Kesabaran
Oleh Ika Yuniar
Dalam perjalanan menuju Strathfield dari Epping dengan kereta, di bawah tempat dudukku aku menemukan majalah bekas yang sudah kotor karena terinjak-injak penumpang sebelumnya. Terinspirasi oleh salah satu hadis Rasulullah bahwa membuang duri dari jalan adalah sedekah, saat itu aku niatkan untuk membuang majalah bekas itu di tempat sampah yang biasanya ada di sekitar stasiun kereta. Niatku saat itu sederhana, yakni beramal, siapa tahu jadi jalan kebaikan.
"Biar saja di situ, nanti kan juga dibersihkan sama tukang bersih-bersih" kata temanku ketika melihat aksiku memungut majalah itu. "Ga papa, jawabku seraya bercerita kalau aku pernah membaca hadis yang menyiratkan bahwa sedekah itu bisa dalam bentuk yang paling sederhana dan paling mudah yakni menyingkirkan sampah dari jalan.
Ternyata jalan menuju bersedekah lewat membuang majalah itu ke tempat sampah tidak semulus yang aku kira. Setiba di Strathfield, aku tidak menemukan satu tempat sampah pun. Walhasil, majalah yang cukup besar itu harus aku bawa lagi sampai ke stasiun Canley Vale, tujuan terakhirku. Terbersit pikiran andai saja aku tidak bersikeras untuk membawa majalah bekas itu bersamaku, tentunya saat itu aku tidak perlu susah-susah membawanya ke sana kemari. Apalagi bawaanku saat itu cukup banyak dan berat pula. Namun dengan cepat aku beristigfar karena bersitan hati itu seperti satu langkah mundur dari niatanku sebelumnya. Aku mengingatkan diriku sendiri kenapa aku harus menodai niatanku dengan keluh yang sebenarnya tidak perlu. Kemudian, aku berkata pada diri sendiri aku hanya perlu bersabar.
Ketika sampai di stasiun Canley Vale, akhirnya aku menemukan tempat sampah. Ketika melihatnya ada rasa bahagia yang tidak kuasa aku bendung. Inilah "stasiun terakhir" dari ujian kesabaranku hari itu. Setelah meletakkan majalah itu di "peristirahatan terakhirnya", terasa ringan langkahku. Senyum kepuasan terlukis di wajahku. Alhamdulillah, niatku telah aku tuntaskan.
Aku ibaratkan balada usahaku menemukan tempat sampah itu seperti usaha kita melakukan kebaikan. Ketika kita berniat untuk melakukan sesuatu yang kita percayai ada kebaikan di dalamnya, kita sudah maju satu langkah. Namun, kita harus menyadari bahwa tidak selamanya usaha kita untuk menuntaskan niat itu akan lancar alias tidak menemui hambatan. Berapa banyak dari kita yang hanya memiliki niat untuk melakukan sesuatu tetapi akhirnya dengan sukarela mengundurkan diri karena kurang bersabar dalam menghadapi aral dan rintangan. Kurangnya kesabaran hanya akan membuat kita mundur satu langkah.
Momentum tahun baru seringkali diawali dengan mendaftar resolusi yang ingin dicapai di akhir tahun. Di awal tahun ini, pasti sebagian besar dari kita telah merancang kebaikan-kebaikan apa yang akan dan ingin kita raih. Inilah fase niatan hati. Fase selanjutnya adalah menyisipkan resep lebih bersabar dalam perjuangan menuntaskan niatan kita. Bersabar tidak akan merugikan kita. Hati kita akan terlatih untuk lebih berlapang dada dengan bersabar.
Di fase terakhir, mungkin saja ternyata niatan kita tidak terwujud dengan manis. Dengan kata lain, kita gagal mencapai stasiun terakhir yang ingin tuju. Tapi dengan kesabaran yang sudah kita poles di sepanjang usaha kita untuk melaksanakan kebaikan itu, kita akan lebih mudah untuk menghadapi kegagalan. Bukankah lebih indah kalau kita menghadapi kegagalan itu dengan senyum daripada dengan gerutu. Dan bagi yang dapat mewujudkan niatnya di fase terakhir, tidak ada kata yang paling indah selain bersyukur kepada Allah karena itu semua adalah salah satu dari nikmat-Nya yang tidak dapat kita hitung.
Jadi apapun kebaikan yang kita rencanakan tahun ini, sebaiknya jangan hanya berhenti di fase niat. Insya Allah, kita akan diberikan kekuatan untuk dapat mewujudkannya asal kita bersabar.
Selamat tahun baru Islam 1430 H.
Lainnya (Arsip)
- Kami Tidak Lupa, Palestina!
Muhammad T. Wilson — Rabu, 31/12/2008 07:45 WIB - Ibu, Apa Kabarmu Hari Ini ?
Nuniek Miyasaka — Selasa, 30/12/2008 13:38 WIB - Ah, Seandainya Jilbab...
Febty Febriani — Selasa, 30/12/2008 07:31 WIB - Semangat Hijrah untuk Pembebasan
Muhammad Rizqon — Senin, 29/12/2008 10:43 WIB - Pemuda Jalanan Meninggal Dalam Sujud
M. Arif As-Salman — Jumat, 26/12/2008 09:40 WIB
Oase Iman
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




