Benarkah Kita Sudah Hijrah ?

Oleh Syaripudin Zuhri

Pada setiap pergantian tahun Hijriah , banyak tema-tema yang muncul diberbagai media cetak atau elektronik yang melihat, menulis atau menguraikan dengan berbagai sudatu pandang yang berbeda-beda. Dengan banyaknya tulisan yang berhubungan dengan tahun baru Hijriah, semoga akan menambah pengetahuan dan wawasan serta semakin menyadari hakekat Hijrah yang hakiki. Kita sudah sama-sama mengetahui bahwa tahun baru Hijriah adalah gagasan yang cemerlang dari Khalifah Umar Bin Khotob.

Dengan dimulai kalender tahunan atau tahun nol Hijriah ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah, maka salah satu tonggak sejarah yang amat gilang gemilang telah amat kokoh ditancapkan. Ummat Islam sudah punya Kalender sendiri yang tidak "mengekor" dengan kelender masehi. Kalender hijriah yang berpatokan pada rotasi bulan, sedangkan kalender masehi berpatokan pada rotasi matahari.

Dengan bulan sebagai patokan, ummat Islam tak perlu repot untuk melengkapi "kekurangan" waktu pada setiap tahun yang habis di bagi empat, yang disebut tahun kabisat seperti yang terjadi pada kalender masehi. Kalender Islam jalan terus, Kalau di Kalender masehi ada orang yang ulang tahunya hanya 4 tahun sekali, yaitu orang yang lahir pada tanggal 29 Pebruari ! Dalam Kalender Hijriah tak akan pernah terjadi ! Nah, dari sini saja sudah ada " keunggulan " antara Kalender Hijriah dengan kelender lain.

Kembali ke titik tolak dimulai tahun Hijriah, dengan hijrahnya Nabi di jadikan awal tahun Hijriah, bukan diambil dari tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW ( maulid Nabi ) sebagai pembawa risalah Islam, itu artinya Islam tidak ingin Nabinya dikultuskan ! Dan Nabi sendiripun tidak ingin ummatnya mengkultuskan dirinya, sampai-sampai Beliau melarang menggambar, melukis, apa lagi sampai membuat patung dirinya ! Wah kalau nabi boleh digambar, dilukis atau dibuatkan patung, jangan-jangan di Masjid , di Mushollah atau di rumah-rumah orang muslim penuh dengan gambar, lukisan atau patung Nabi !

Dan akhirnya, orang lupa pada yang mengutus Nabi yaitu Allah SWT ! Seperti terjadi pada ummat lain. Benar-benar Beliau sangat brilyan, sudah jauh ke depan berpikirnya, sebelumnya tergelincir akidah ummat Islam karena gambar, lukisan atau patung, beliau sudah melarangnya !

Kita tahu bahwa hijrah itu adalah pindah, yang kalau pakai istilah geografi adalah migrasi, pindah dari satu tempat ke tempat lain, dengan berbagai turunannya seperti imigrasi, emigrasi, remigrasi, transmigrasi, urbanisasi dan lain-lain. Namun pengertian hijrah dalam Islam bukan sesederhana itu, yaitu bukan hanya pindah dari kota Mekkah ke kota Madinah, bukan, bukan itu.

Hijrah dalam Islam punya pengertian yang sangat luas, pindah  dari buruk ke yang baik, pindah dari prilaku salah ke prilaku yang benar, pindah dari perbuatan maksiat yang penuh dosa ke perbuatan sakinah yang penuh pahala. Yang tadinya " Kutil " (kurang teliti), "Kurap' (kurang rapih), "Kudis" (kurang disiplin), "Kubis" (kurang bisa), "Kumal" (kurang malu) menjadi, teliti, rapih, disiplin, bisa dan punya rasa malu berbuat dosa dan seterus bisa di tambah dengan berbagai "Ku... Ku... " yang lainya.

Kemudianya yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah "Benarkah kita sudah hijrah ? " Bila benar-benar kita sudah hijrah, mari kita bertanya sejenak. Bulan apa sekarang ini ? Pasti sebagian besar ummat Islam bila ditanya seperti itu akan menjawab: " Bulan Desember " Bukan di jawab : " Bulan Muharram " Dan kalau ditanya " Tahun berapa sekarang ?" Pasti sebagian besar ummat Islam akan menjawab: " Tahun 2009 " bukan menjawab : " Tahun 1431 H" atau jangan-jangan lupa, bulan dan tahun hijriahnya ! Tidak salah jawaban tersebut, tapi itu tandanya untuk memasyarakatkan nama bulan dan tahun Hijriah saja, kita belum hijrah dan memang biasanya susah untuk hijrah dari sesuatu sudah terbiasa ke sesuatu yang baru, padahal pencanangan kebangkitan ummat Islam itu dimulai di abad 15 Hijriah ini, itu berarti sudah 31 tahun lalu ... tapi gemanya sayup-sayup.

Atau memang pengertian hijrah kita hanya sesaat saja, yaitu pada saat tahun baru Hijriah saja, pada saat di pengajian saja , pada saat Jum'at saja, pada saat bulan ramadhan saja, pada saat melaksanakan haji saja, dimana kita semua pada hijrah ke pada amal sholeh dari amal yang salah, dari mencintai dunia ke cinta pada akherat, dari sering lupa padaNya kembali begitu dekat padaNya, jika itu yang terjadi, maka kita perlu "kembali" lagi ke awal tahun baru Hijriah yang masih nol tahun, di mana kita melihat perjuangan Nabi Muhammad SAW berserta para sahabatnya dalam meneggakkan risalah illahi dengan tantanganya bukan hanya harta, tapi raga dan jiwanya ikut di kurbankan !

Benarkah kita sudah hijrah yang hakiki ? Mari kita lihat apa yang sudah kita lakukan ditahun lalu, apa yang sudah kita lakukan sekarang dan apa yang kita akan perjuangkan di tahun mendatang ? Apa yang kita sudah perjuangkan untuk Islam ? " Jangan ditanya, apa yang sudah Islam berikan pada kita, tapi apa yang sudah kita perbuat untuk kejayaan Islam? Sekecil apapun yang dapat kita perbuat, mari kita pasang niat, di tahun yang baru ini kita akan lebih giat memperjuangkan Islam, sebisa yang kita lakukan. Jangan segan segan untuk berbuat baik, walau hanya dengan sepotong ayat, segelas air, sebutir kurma atau dengan sebait kalimat !
Mari di tahun baru Hijriah ini, kita hijrah, hijrah pada hidup yang lebih baik, motivasi yang lebih kuat, beramal yang lebih banyak, sebisa yang kita lakukan dengan potensi masing-masing ! Dan jangan lupa, mari kita hitung amal perbuatan kita, sebelum kita di hisabNya !

" SELAMAT TAHUN BARU, 1 MUHARRAM 1431 H " Semoga Allah SWT selalu menyertai dan meridhoi setiap langkah kita.
Terima kasih.

Jumat, 25/12/2009 14:03 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Lowongan Bank Syariah

Bank Muamalat Cabang Cengkareng membutuhkan karyawan untuk posisi: 1. Customer Service (Wanita) 2. Legal (Pria) 3. Account Manager (Pria).

Apa itu SISTEM PERBANKAN SYARIAH?

"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.

Perjalanan Dari Konvensional ke Syariah

Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.

"Connecting People", Strategi Jemput Bola Bank Syariah Pertemukan Kawan Lama

Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.

Bank Syariah Bukopin Cetak Laba Rp 831 Juta

Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.

 
 
 
 
 
Education Corner

Cara Mengajarkan Sex Edu Kepada Balita

Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Banyak DBD, Aksi Fogging di Bojonegoro

Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.

 
 
 
 
Oase Iman
menggugah dan menyegarkan iman
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login