Lelaki Tua Dan Koopek (coin Rusia)
Oleh Dinda Hidayanti
Aku mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang perantau hidup di negri orang yang jauh dari sanak saudara..adri tanah air..dan dari orang- orang yang kita sayangi..
Hari ini begitu dingin ketika aku dan adikku dita pulang kuliah, sengaja kami mampir dulu di sentral rinok(pasar sentral)untuk membeli shaurma,seperti nya aku dan dita sudah lama sekali tak makan masakan khas timteng ini..kebetulan hari ini aku baru saja pulang dari universitas dan langsung mampir ke DGTU fakultas nya dita untuk menyelsaikan urusan dokumen dita, iyah 2 hari lagi aku dan dita akan berangkat ke moscow untuk bertemu dengan nini dan aki yang mau datang mengunjungi kami ke moscow)..
Kepala ini pening sekali..benar-benar pening…ditambah dengan birokrasi pemerintahan rusia yang berbelit-belit dan udara dingin yang menusuk(- 2 derajat) membuat aku makin ga enak badan…
Ketika kami sedang asik-asik nya melahap shaurma yang hangat di tengah-tengah udara yang dingin menyengat yang membuat kami berdua menggigil datang lah seorang pria setengah baya,dengan jaket dan topi kumal nya serta jenggot nya yang tebal tak terurus,dari hidung nya terus mengalir ingus cair(menandakan ia sedang kedinginan)..lama ia memandang kami
*tentu saja kami yang sedang makan menjadi susah menelan sedangkan pria ini berdiri tepat di hadapan kami* tak lama kemudian dari bibirnya ia mengucapkan sesuatu “u bas est rubel??”(apakah anda punya uang 1 rubel?) aah..pria ini meminta minta tapi ada yang berbeda dari nad bicaranya..ia meminta nya dengan ragu-ragu kepada ku.seketika itu aku mengeluarkan dompet ku dari dalam tas tetapi lelaki ini malah berkata lagi ” konyiestna esli mozna”(tentu saja jika boleh) tambahnya.
Aku mengeluarkan beberapa uang koin sebanyak setengah gemgam(tentu saja aku tak tau berapa jumlah nya)..dan aku memberikannya..
“Spasiba vam balsoi” jawabnya sambil menerima nya dengan tangan kanan nya..
Setelah menerima koin yang ia ingin kan ia tak langsung beranjak pergi..ia masih diam di hadapan kami, ia seperti enggan hanya menerima koin yang aku berikan maka ia pun memulai doa-doa dari bibirnya..
“Hai gadis..semoga kamu di beri umur yang bermanfaat..ditambah pula kebahagiaan dan semua cita-cita mu terkabul..”
“Spasibo vam..spasiba..” jawab ku dan dita..
“A vi atkuda??”(kamu dari mana aslanya)
“Indonesia..”
“Indonesia…negara kepulauan..jauh sekali..” imbuh nya sambil menerawang..
“Aku datang dari mongol adik kecil..aku bukan rusia” katanya jujur..sambil mengusap ingus nya yang menetes-netes
Aku dan dita hanya bisa diam,aku tahu bagaimana pahitnya hidup pak tua ini,terdampar di negara orang hidup menjadi seorang gelandangan..bertahun tahun ia hidup seperti ini..aku tak tahu lagi kearah mana pikiran ku kali ini..
Kami termangu menatap pak tua,kami yakin di dalam lubuk hati yang terdalam pak tua ini sangat merindukan mongolia tanah air nya..
Sebelum beranjak pergi pak tua ini menanyai kami” a vi musulmankii??”(apakah anda seorang muslimah)
Kami berdua mengangguk..ya tenu semua orang pasti akan bertanya hal yang sama karena pakaian kami yang serba tertutup..ya kami berdua alhamdulilah masih mengenakan jilbab..
Pak tua masih terdiam,ia belum beranjak pergi..seperti nya ia masih mencoba mengingat sesuatu..ya sesautu yang penting menurutnya hingga ia yakin harus mengingatnya!!
pak tua akhirnya memalingkan wajah nya ke arah kami..ia mengucapkan “bismilahirohmannirohim” dengan jelas dengan yakin dan dengan benar..dan pak tua masih tetap yakin ia mngucapkan dengan benar.. ayat Allah…tuhan smesta alam..subhanallah…
Kami makin terpengarah..hati kami makin teriris..pak tua berlalu..ia terseyum aku yakin…ia pergi dengan hati puas,.
Ps: aku tak pernah menebak Rencana allah untuk hambanya,bahkan dalam keadaan apapun allah masih berusaha untuk mengingatkan hambanya akan ke esaan nya,akan ke maha besarannya..akan keagungannya.
Allah masih sayang dengan kami,di saat aku kalut dengan maslah duniawi hari ini Allah masih senantiasa mengingatkan ku dari dzikir kepadanya,bahwa Allah selalu ada..dan dekat…subbhanallah…
Kebanyakan orang yang bertemu dengan kami kebanyakan dari mereka hanya tau salam dan Allah uakbar..baru pak tua ini yang menyadarkan aku dengan ayat Allah..masyaallah…subbhanallahwalhamdulilahwalailahaillahaallahuakbar…allahumafirgli…hari ini, Allah menyadarkan aku bagaimana kekuasaanya banyak hikmah dari semua kejadian ini..mungkin saja jika aku menggelengkan kepala saat pak tua ini meminta koin aku tak akan tahu bagaimana allah mengajarkan kita saling menyayangi..dan saling peduli…lelaki tua itu…tetap adalah mahluk Tuhan yang allah ciptakan ..tak ada alasan untuk tidak memperdulikannya..
Malam ini aku kembali belajar..akan ke mahabesaran Allah dan tentang bagaimana allah menyayangi hambanya..”sayangilah apa-apa yang di bumi maka apa-apa yang di langit akan menyayangimu..”
Lainnya (Arsip)
- Dan Saljupun Bertasbih
Syaripudin Zuhri — Sabtu, 13/03/2010 17:01 WIB - Amanah Seharga 30 Ribu Rupiah
Ellnovianty Nine — Sabtu, 13/03/2010 06:09 WIB - Bilakah Harus Jatuh Cinta
Shita Ismaida — Jumat, 12/03/2010 13:27 WIB - Letak Kekuatan Lelaki dan Perempuan
S.F. Lussy Dwiutami Wahyuni — Jumat, 12/03/2010 04:27 WIB - Jualan Iman Dalam Bis
Sri Haryati — Kamis, 11/03/2010 12:59 WIB
Oase Iman
Terkait
- Tak Puas Dengan Dewan Mufti Tokoh Muslim Bentuk Dewan Imam Rusia
- Veto Resolusi PBB Kedubes Rusia di Libya Diserbu Demonstran Suriah
- Putin Sebut Pasukan Khusus AS Terkait dengan Pembunuhan Gaddafi
- Antisipasi Serangan NATO Rusia Tingkatkan Pertahanan di Suriah
- Rusia Ancam untuk Memblokir Rute Pasokan untuk NATO
- Pejuang Chechnya Tewaskan Empat Tentara Rusia
- Rusia akan Serang Situs Rudal AS Jika Kesepakatan Persenjataan Gagal
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




